Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Al-Qur'an

Tujuh Qiro'at dalam Surat Al-Fatihah

Pada Surat Al-Fatihah, terdapat perbedaan qiro’at yang tujuh pada ayat keempat, keenam, dan ketujuh. Perinciannya adalah sebagai berikut; Ayat yang keempat ( ﻣَﺎﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ): Qira’at `Ashim dan Kisa’i akan membaca dengan menetapkan (itsbat) alif pada kalimat (ﻣَﺎﻟِﻚِ ). Sedangkan Imam Qiro’at yang lain (Nafi`, Ibnu Katsir, Abu `Amr, Ibnu `Amir, dan Hamzah) akan membaca dengan tanpa (hadzf) alif. Dalil Syatibiyyah dalam bab Ummul Qur’an: ﻭَﻣَﺎﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ‏( ﺭَ ‏) ﺍﻭِﻳﻪِ ‏( ﻧَـ ‏) ـﺎَﺻِﺮٌ Ayat ketiga ( ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ ) dan keempat ( ﻣَﺎﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ): Rawi Susi membaca dengan idgham kabir pada kalimat ( ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ ) yang disambungkan dengan (ﻣَﺎﻟِﻚِ ) sehingga dibaca dengan satu mim (ﻡ ) ter-idgham. Pada kasus ini ada huruf mad sebelum dua huruf serupa sehingga dibolehkan bagi Riwayat Susi untuk membaca dengan 2, 4, atau 6 harakat seperti mad `arid lissukun. Qiro’at lain akan membaca dengan izhhar. Dalil Syathibiyyah dalam perkara ini: ﻭَﺩُﻭﻧَﻚ...

Arti Al-Bait dan Turunannya dalam Al-Qur'an

"al Bait" biasa dimaknai rumah dalam bahasa Indonesia, meskipun sebenarnya tidak bisa disamakan secara keseluruhan dengan kata rumah. karena dalam bahasa Arab ada kata al Manzil, ad Daar yang terkadang juga dimaknai dengan rumah. tentu saja masing-masing mempunyai makna yang berbeda satu sama lain. al Bait berasal dari kata baata-yabiitu, dari huruf ba', ya' dan ta' yg bermakna dasar tempat berlindung dan tempat kembali, ada juga yang mengatakan ia dinamakan "bait" karena ia ditempati pada malam hari. Lafadh "bait" juga dipakai untuk beberapa makna lain, diantaranya: - "kemulyaan" seperti pernyataan: بيتُ تميم في حنظلة "Kemulyaan suku Tamim berada di Handholah". - "istana" seperti dalam perkataan Nabi: وبَشَّرَها ببَيْتٍ في الجَنَّة "Jibril memberinya kabar gembira dengan istana di surga". Kata "al Bait" dan turunannya dalam al Quran termasuk kata-kata yang bermakna banyak (al Wujuuh...

Konsep Al-Qur'an dalam Menghadapi Wabah dan Virus Berbahaya

Hormat saya kepada Tim Medis yang telah luar biasa berjuang menghadapi Virus Corona ini tanpa lelah, bahkan ada yang wafat dari mereka -rahimahumullah-, dan tanpa banyak bicara seperti para komentator di Medsos. Arahan dari Medis agar kita berada di rumah pun sudah tepat, jangan membantah karena telah sesuai dengan kisah di dalam Al-Qur'an. Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya yang menjelaskan secara khusus tentang Thaun menyampaikan kisah tentang wabah penyakit di masa orang-orang terdahulu dari Bani Israil. Dari sebuah ayat berikut: أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ  "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu", kemudian Allah...

Memahami Kontroversi Ayat Jilbab

Gambar
Pernyataan Ibu Negara, DR Hj Sinta Nuriyah baru-baru ini mengundang sebagian netizen bereaksi meras. Beliau mengatakan tidak ada kewajiban bagi Muslimah mengenakan jilbab. Bagaimana sih duduk persoalannya? Sebagian netizen sampai tega mengucapkan kata-kata kasar kepada istri Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid. Tampaknya sebagian pihak memang belum terbiasa berbeda pendapat dengan santun. Lebih dalam lagi, sebagian kalangan belum terbiasa untuk belajar memahami argumentasi pendapat yang berbeda. Pahami saja dulu alur argumentasinya, dan kita toh tidak harus sepakat dengan kesimpulan akhirnya. Tetapi dengan berusaha memahami minimal kita berbaik sangka dan tidak akan keluar caci-maki. Aurat itu wajib ditutup. Yang menjadi persoalan pokok adalah apa batasan aurat bagi perempuan itu? Apakah rambut, leher dan telinga itu termasuk aurat yang wajib ditutup atau tidak? Diskusinya bisa panjang, dan saya kira sudah banyak ulama dan cendekiawan yang mendiskusikannya —saya tidak perlu mengul...

Hukum Bacaam Kalla

Hitungan lafald  كَلَّ  yang terdapat dalam Al-Qur’an itu ada 33, lafald  كَلَّ  dibagi menjadi 4 bagian, yaitu : *( 1 ).* Baik untuk diwaqofkan (berhenti), tapi juga boleh untuk permulaan (awalan), yaitu dalam Al-Quran ada 12 tempat : عَهْدًا ( ) كَلاًّ              -- سُوْرَةْ  مَرْيَمْ (19) -- اَيَةْ 78 عِزًّا ( ) كَلاًّ                -- سُوْرَةْ  مَرْيَمْ (19) -- اَيَةْ 81 فِيْمَا تَرَكْتُ كَلاَّ         -- سُوْرَةْ اَلْمُؤْمِنْ (23) -- اَيَةْ 100 شُرَكَاءَ  كَلاًّ              -- سُوْرَةْ اَلسَّبَاءْ (34)      -- اَيَةْ 27 ثُمَّ يُنْجِيْهِ ( ) كَلاًّ        -- سُوْرَةْ اَلْمَعَارِجْ (70)     -- اَيَةْ 14 جـَنَّةَ نَعِيْمٍ ( ) كَلاًّ        -- سُوْرَةْ اَلْمَعَارِجْ (70)     -- اَيَةْ 38 اَنْ اَزِيْدَ ( ) كَلاًّ...

Bolehkah Shalat dengan Berkaos Kaki?

Orang laki-laki dan perempuan hamba sahaya yang shalat memakai kaos kaki, shalatnya sah, namun hukumnya makruh karena kedua telapak kaki itu disunahkan terbuka, tidak tertutup. Beda denga wanita merdeka, maka harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan dua telapak tangannya Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Kasyifatus Saja Syarhu Safinatun Naja, menerangkan sebagai berikut : وَيُسَنُّ كَشْفُ الْكَفَّيْنِ فِى حَقِّ الذَّكَرِ وِغَيْرِهِ وَبُطُوْنُ الرِّجْلَيْنِ فِى حَقِّ الذَّكَرِ وَالْأَمَةِ وَأَمَّا غَيْرُهُمَا فَيَجِبُ سَتْرُهَا Dan disunahkan membuka dua telapak tangan bagi laki-laki dan yang lainnya, dan disunahkan pula membuka bagian dalam kedua (telapak) kaki bagi laki-laki dan perempuan hamba sahaya. Adapun selain keduanya, maka wajib menutupnya. (Kitab Kasyifatus Saja Syarhu Safinatun Naja, halaman 63) Lebih tegas lagi Imam Nawai dalam kitabnya Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, menjelaskan sebagai berikut : يُسْتَحَبُّ كَشْفُ اْلقَدَمَيْنِ Disunahkan memb...

Cahaya Al-Qur'an

Allah telah menciptakan segala sesuatu selalu berpasang-pasangan. Karena segala ciptaan sudah ditetapkan selalu berpasang-pasangan, berarti Al Qur'an pun demikian, yakni ada Al Qur'an yang berwujud lahir : "Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an berbahasa Arab supaya kamu berfikir ". (Az zukhruf 43 : 3 ) "Sesungguhnya Kami telah memudahkan AI Qur'an itu dengan bahasamu agar dapat engkau memberi kabar gembira dengannya kepada orang-orang bertaqwa dan agar engkau memberi peringatan denganya kepada kaum yang membangkang ". (QS Maryam 19 : 97) Dan ada Al Qur'an yang berwujud batin (AI Qur'an yang hakiki). Al Qur'an yang hakiki jangan direlevansikan dengan lembaran kertas yang diatasnya di tulis dengan tinta hitam dalam bahasa Arab, yang berisi tentang berita dari Yang Maha Kuasa. Al Qur'an yang berupa lembaran kertas itu ditulis pada zaman khalifah Usman ratusan tahun setelah turunnya Al Qur'an yang hakiki. Al Qur'an haki...

Macam-Macam Ulama menurut Ahli Tahqiq

Gambar
اللهم صل وسلم عدد من احب النبى والصديق على سيدنا محمد افضل من يدعو الى الحق صلاة وسلاما ننال بهما حسن الرفيق وامان الطريق والفرج من كل شدة وضيق وعلى اله وصحبه ومن بالنبى تعلق   Allah ﷻ berfirman: إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ . سورۃ فاطر ٢٨   “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Surat Fathir : 28)   Di antara syarat menjadi ulama adalah mendalami ilmu syariat Islam, lantas mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari karena berdasar rasa takut kepada Allah.   Jika ada orang awam yang takut kepada Allah, ahli ibadah dan selalu menjauhi kemunkaran, namun tidak mengerti ilmu syariat kecuali hanya sedikit, maka tidak dapat dikategorikan sebagai ulama, namun termasuk orang awam yang shalih.   Demikian juga jika orang yang mendalami ilmu syariat Islam, untuk jadikan sebagai bahan diskusi nam...

Pengertian Ulama: Tafsir Surat Al-Fathir Ayat 28

Gambar
1. Secara lughawi, ulama merupakan jama’ dari ‘alim, artinya orang yang berilmu, yang terambil dari akar kata yang berarti “mengetahui secara jelas”. 2. Dalam terminologi al-Qur’an, ulama bukan hanya mereka yang mendalami ilmu agama saja melainkan mereka yang memiliki ilmu di bidangnya. Menurut Prof. Quraish Shihab, dalam Tafsir al-Mishbah, ayat ini memberikan penjelasan apabila mereka yang memiliki pengetahuan tentang fenomena alam disebut oleh al-Qur’an dengan istilah “ulama”. Dengan demikian, siapapun yang memiliki pengetahuan dan dalam disiplin apapun pengetahuan tersebut, maka ia dapat disebut “alim”. 3. Pengetahuan yang dimiliki ini menghasilkan “khasyat”. Menurut Imam Ar-Raghib al-Ashfihani, “Khasyat” adalah rasa takut yang disertai penghormatan yang lahir akibat pengetahuan tentang objek. Syekh Thahir Ibn Asyur menulis apabila yang dimaksud dengan ulama adalah orang-orang yang mengetahui tentang Allah dan syariat. Sebesar kadar pengetahuan tentang hal itu, sebesar pula kad...

Sikap Muslim terhadap Orang Kafir: Tafsir Surat Al-Fath Ayat 29

Gambar
Politisi PKS Tiffatul Sembiring melalui akun twitternya @tifsembiring mengutip surat Al-Fath ayat 29, dimana menurutnya Rasulullah saw bersikap tegas/keras kepada orang-orang kafir, kasih sayang (rohmah) sesama orang beriman. "Dalam surat Al Fath ayat 29, Rasulullah saw itu bersikap tegas/keras kpd orang2 kafir, kasih sayang (rohmah) sesama orang beriman. JANGAN dibolak balik yaa. Rohmah sama orang2 kafir, eh sesama mu'min malah bersikap kasar...," tulisnya, Ahad (01/07/2018). Mengetahui hal itu, Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) mengomentari twit Tiffatul dengan catatan ngaji Gus Nadir. "Ustaz @tifsembiring monggo dibaca catatan ngaji saya ttg tafsir ayat tsb," tulis Gus Nadir melalui akunnya @na_dirs, Senin (02/07/2018), dengan memberikan link websitenya: http://nadirhosen.net/tsaqofah/tafsir/206-benarkah-muslim-itu-harus-keras-terhadap-orang-kafir-tafsir-surat-al-fath-29 "Saya merujuk pada: 1. Tafsir Al-Alusi 2. Tafsir Ibn Abbas 3. Tafsir Bahru...

Makna Auliya' dalam Surat Al-Maidah 51 bukan berarti Pemimpin

Gambar
Secara literal, Q.S. al-Ma’idah: 51 ini berisi tentang larangan umat Islam mengangkat kaum Nasrani dan Yahudi sebagai awliya’. Pertanyaannya adalah apa arti kata tersebut? Bagaimana konteks hiistorisnya? Dan apa ide moral yang mungkin dikandung oleh ayat tersebut? Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, perlu dikemukakan terlebih dahulu bahwa untuk memahami Q.S. al-Ma’idah: 51, seseorang harus memperhatikan aspek bahasa, konteks historis dan ide moral yang terkandung di dalamnya. Terkait dengan aspek bahasa, sebenarnya ayat tersebut mengandung beberapa kosa kata yang harus dianalisa secara cermat. Namun, tulisan singkat ini tidak dimaksudkan untuk membahas semuanya. Hanya kata awliya’ yang akan diterangkan di sini. Kata tersebut diterjemahkan oleh sebagian penerjemah di Indonesia dengan ‘pemimpin-pemimpin’. Hal ini bisa kita lihat, misalnya, di Tafsir al-Azhar, karya HAMKA. Meskipun demikian, apabila kita melihat kitab tafsir-tafsir klasik, maka kita akan mendapati keteran...

Tafsir Surat Al-Maidah ayat 51 menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA

Gambar
Seperti diketahui, ayat dari Surah Al-Maidah yang kerap disebut sebagai dalil menolak ‘pemimpin kafir’ itu ialah, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi ‘awliya’; sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51) Benarkan ayat di atas menyerukan penolakan “pemimpin kafir”? Menurut pakar tafsir Al-Qur’an Prof. Quraish Shihab, ayat di atas tidaklah berdiri sendiri namun memiliki kaitan dengan ayat-ayat sebelumnya. Hanya memenggal satu ayat dan melepaskan ayat lain berimplikasi pada kesimpulan akhir. Padahal...

Tafsir Surat Al-Qashah ayat 56: Abu Thalib Muslim atau Kafir?

Gambar
Ada pendapat mengaitkan surat Al-Qashas ayat 56 sebagai tanda kekafiran paman nabi yang bernama Abu Thalib. Namun, pendapat yang benar tidaklah demikian. Surat Al-Qashash ayat 56 adalah bukan dalil atas kekafiran Sayyidina Abu Thalib sebagaimana yg diyakini oleh Takfiri dan Wahabi... ﺇِﻧَّﻚَ ﻻ ﺗَﻬْﺪِﻱ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺖَ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻬْﺪِﻱ "Sesunggunya kamu (Muhammad) bukan yg memberi hidayah kepada yg kamu cintai, akan tetapi Allah-lah yg memberi hidayah." Ayat ini tidak berhubungan dengan siapa2, karena ia hanya ingin menerangkan bahwa pemberi hidayah yg hakiki itu hanyalah Allah, dan Nabi saww hanyalah sebagai perantara penyampaian hidayahNya. Ayat seperti ini banyak yg sama dalam Al-Qur'an, seperti... QS: 2:272... ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻚ ﻫﺪﺍﻫﻢ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻬﺪﻱ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ "Bukan kamu yg menghidayahi mereka, akan tetapi Allah yg menghidayahi siapa yg Ia kehendaki." QS: 27:37... ﺇﻥ ﺗﺤﺮﺹ ﻋﻠﻰ ﻫﺪﺍﻫﻢ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻬﺪﻱ ﻣﻦ ﻳﻀﻞ "Sekalipun kamu berkeinginan m...

Dalil tentang Al-Qur'an diturunkan dalam Tujuh Huruf

Gambar
Bahasa Arab Quraisy merupakan bahasa yang unggul dibandingkan dengan bahasa suku Arab lainnya sehingga sangat wajar jika Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa baku Quraisy dengan dipilihnya nabi bangsa Arab yang juga berasal dari suju Quraisy. Diantara alasan bahasa Quraisy menjadi bahasa yang utama diantaranya karena tugas suku Quraisy menjaga Ka'bah secara turun temurun, melayani jamaah haji setiap tahun, memakmurkan masjid Haram dan kemampuan mereka dalam menguasai perdagangan. Suku Quraisy memang dikenal sangat mahir dalam berniaga sehingga bahasa mereka tersebar luas seiring menyebarnya mereka dalam rangka melakukan aktivitas perdagangan. Walau Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa baku Arab Quraisy, tidak dapat dipungkiri bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf atau tujuh bahasa yang berbeda. Hal ini dalam rangka agar Al-Qur'an mudah dipahami, bersifat kontekstual dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang dihadapi saat Rasulullah berdakwa menyampai...

Adakah Perintah Al-Qur'an untuk Menghancurkan Tempat Ibadah Non-Muslim?

Gambar
Oleh Abdi Kurnia Djohan Tidak ada perintah di dalam Al-Qur'an dan juga sunnah bagi umat Islam, untuk merusak rumah ibadah agama lain. Bahkan secara eksplisit di dalam Qs 22:40, disebutkan Allah memberi perlindungan kepada rumah-rumah ibadah agama lain. Sayyidina Umar ibnul Khatthab ketika akan melepas pasukan muslimin ke Iliya (Yerusalem) berpesan kepada komandan dan para prajurit; 1. Agar jangan merusak gereja dan biara; 2. Agar jangan merusak atau menghancurkan simbol-simbol Yahudi dan Nasrani; 3. Agar melindungi para tokoh agama Nasrani dan Yahudi; 4. Agar melindungi kaum tua, wanita dan anak-anak dari kalangan Nasrani dan juga Yahudi; 5. Agar menjaga tanaman dan ternak milik warga. Terorisme adalah tindakan terkutuk. Menggunakan dalil Al-Qur'an dan sunnah untuk membenarkan terorisme adalah penistaan terhadap Islam. Dan terorisme bukan ajaran Islam. #Duka_untuk_Soerabaia

Nasihat untuk Para Penghafal Al-Qur'an

Gambar
Wahai Para Hamilul Qur'an عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : Dari Abdullah ibn Mas'ud Ra berkata : ينبغي لحامل القرآن أن يعرف : Para hamilul Qur'an sebaiknya mengetahui/memperhatikan : # بليله إذا الناس نائمون Waktu malamnya (ibadah) disaat orang lain tidur. # وبنهاره إذا الناس مفطرون Waktu siang ya (puasa/taqlilul akli) disaat orang lain makan # وبحزنه إذا الناس يفرحون Selalu sedih (masalah akhirat) disaat orang tertawa gembira. # وببكائه إذا الناس يضحكون Selalu menangis disaat orang lain tertawa. # وبصمته إذا الناس يخوضون Selalu diam disaat orang lain membicarakan kejelekan manusia. # وبخشوعه إذا الناس يختالون Selalu khusyu' tenang disaat manusia sibuk berdusta Pesan dari Sahabat Abdullah ibn Mas'ud di atas sangat indah bahasanya. Namun, bagi para Hamilul Qur'an, pesan ini terasa berat sangat. Bagaimana tidak, seorang hamilul qur'an tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas Al-Qur'annya, baik da...

Berbagai Macam Tipe Wanita menurut Al-Qur'an

Gambar
1. Tipe wanita pejuang, berkepribadian kuat dan teguh dalam iman. Ini diwakili oleh istri Fir'aun yang percaya terhadap ajaran yang di bawa Nabi Musa as. Beliau berani menanggung resiko apapun,sampai nyawa pun dipertaruhkan demi menjaga kehormatan dan keimanannya agar tidak dilecehkan. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an surat At Tahrim ayat 11. 2. Tipe wanita sholehah yang menjaga kesuciannya. Tipe ini diwakili oleh Maryam binti Imran. Hari-harinya diisi dengan ketaatan kepada Allah Swt. Beliau pun sangat konsisten menjaga kesuciannya,sehingga Allah Swt menganugerahkan kepada beliau seorang anak yang lahir dari rahim beliau tanpa seorang laki-laki pun yang pernah menyentuh beliau, dan anak tersebut menjadi seorang nabi. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur'an Surat Maryam ayat 20-21. 3. Tipe wanita penghasut,tukang fitnah,dan suka bergosip. Tipe wanita seperti ini diwakili oleh Hindun Istri Abu Lahab. Di dalam Al Qur'an ia dijuluki sebagai "wanita pembawa ...

Sejarah Ilmu Qira'at dan Perkembangannya

Gambar
Oleh Musa Muhammad Jika kita pelajari bahasa Arab secara mendalam, kita akan menemukan bahwa bahasa yg dipakai oleh masyarakat Arab memiliki banyak lajnah (dialek) yg dibentuk oleh lingkungan mereka. Perbedaan terletak pada cara pengucapan maupun cara penulisan suatu kata. Setiap kabilah atau suku mempunyai karakteristiknya sendiri² kecuali suku Quraisy yg masih menjaga originalitas bahasa mereka. Meskipun diturunkan dalam dialek Quraisy, bukan berarti al Qur’an tertutup terhadap dialek selain bahasa Arab Quraisy. Karenanya al Qur’an diturunkan tidak hanya satu bahasa. Qiraat adalah bentuk jamak dari kata qira’ah, istilah qiraat merupakan kata benda bentukan (masdar) yg berasal dari kata kerja qara’a - yaqra’u- qira’atan. Qara’a artinya bacaan. Meluasnya wilayah Islam dan menyebarnya para sahabat dan tabi’in yg mengajarkan al Qur’an di berbagai kota menyebabkan timbulnya berbagai macam qiraah. Perbedaan antara satu qiraah dengan lainnya bertambah besar sehingga sebagian riwayat...

Kiat Sukses Agar Selalu dikejar Rezeki

Gambar
Bersedekah adalah memberikan sebagian yang kita miliki kepada orang lain. Allah SWT menjanjikan ganti yang pasti kepada mereka yang bersedekah untuk orang lain. Baik sedekah materi maupun sedekah dalam bentuk lain. Allah menjelaskan hal ini dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 261 yang artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir berisi seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah:261). Tak dapat dipungkiri, Semua orang bekerja keras karena ingin mendapatkan rejeki yang melimpah seperti uang dan harta yang melimpah. Namun yakinlah bahwa rejeki itu sudah ditentukan Allah kadarnya dan kapan datangnya. Walaupun kita sudah berusaha mencarinya dengan cara bekerja keras siang dan malam bahkan sampai pagi, jika itu bukan rejeki kita ma...