Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi

Islam Mengikuti Zaman atau Zaman Mengikuti Islam?

“Gus, mana yg benar: Islam yg harus mengikuti jaman, atau jaman yg mengikuti Islam?” “Aqidah dan ritual ibadah tetap sama: penafsiran dan ijtihad kita yang mengikuti perkembangan jaman.” “Tapi Gus bukannya Qur’an-Hadis itu ibarat manual mesin yg harus diikuti apa adanya, kalau gak, mesin gak jalan?” “Manusia bukan mesin. Kita diberi akal utk berpikir dan hati utk mencintai. Akal beri pertimbangan, hati jua yg memilih. Akal berlayar, hati jua tempat berlabuh.” “Tapi Gus bukannya beragama itu pakai wahyu, gak boleh pakai akal?” “Lantas buat apa ayat pertama justru memerintahkan kita untuk Iqra? Qur'an sering bertanya retoris: "afala ta'qilun?"  Ini diulang sampai 13x. Apakah kamu tidak pakai akalmu? Begitu pentingnya akal dlm Islam” “Tapi Gus bukannya memahami agama dg akal itu bakal banyak salahnya?” “Akan lebih salah lagi kalau memahani agama tanpa akal. Pesan Qur’an: Katakanlah, apakah sama orang yg mengetahui dan orang yg tdk mengetahui. Sungguh yg be...

Tukang Sol Sepatu yang Mendapat Pahala Haji Namun Tidak Ke Mekah

Suatu ketika, setelah selesai menjalani ritual ibadah haji, Abdurrahman Abdullah ibn Al Mubarak beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua Malaikat yang turun dari langit, dan mendengar percakapan keduanya. "Berapa orang yang datang tahun ini untuk berhaji ?" tanya salah satu Malaikat kepada malaikat lainnya. "Enam ratus ribu jama'ah" jawab Malaikat yang ditanya. "Berapa banyak dari mereka yang diterima ibadah hajinya ?" "Tidak satupun" Percakapan itu membuat sang Abdullah Al Mubarak gemetar. "Apa ?" ia menangis dalam mimpinya. "Semua orang - orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia ?" Fikirnya. Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar percakapan kedua malaikat itu. "Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menuna...

Kisah Iblis Mengubah Anggur Menjadi Emas

Suatu hari Firaun yang mengaku tuhan didatangi seseorang dengan buah anggur sebagai persembahan. Tamu tersebut berkata; "kalau kau memang tuhan, ubahlah setangkai anggur ini jadi emas". "Beri aku waktu satu hari", jawab Firaun. Semalaman Firaun berpikir keras untuk menemukan cara bisa merubah setangkai anggur itu jadi emas. Tiba-tiba terdengar pintu kamar raja terketuk."Siapa?", tanya Firaun. Iblis masuk melewati pintu sambil berkata; "tuhan macam apa kau ini,ada orang di balik pintu saja kau tidak tahu siapa". Iblis mengusap tangkai anggur di atas meja dan seketika jadi emas. Firaun terkejut, tak bisa berkata apa-apa. Lalu Iblis menatap tajam ke arah Firaun untuk mengatakan sesuatu; "aku yang punya kekuatan seperti ini saja tidak pantas jadi hamba Tuhan, bagaimana bisa kau yang lemah ini mengaku tuhan??!!". Iblis beranjak meninggalkan kamar Firaun. Sebelum jauh, Firaun bertanya; "mengapa kau dulu tak mau bersujud kepa...

Cerita Gus Baha' tentang Perempuan yang Membantah Nabi

Gambar
Oleh: Moh. Syahri Konon ada pasangan suami istri, parasnya cantik, namanya haulah. Perawakannya seksi dan menawan. Suatu saat suaminya pulang ke rumah, dan menemui istrinya dalam keadaan sujud. Suaminya kaget dan tercengang melihat bokong atau pantat istrinya (mohon maaf)  yang dalam posisi sujud itu. Dan spontan suami itu meminta kepada istrinya untuk dilayani. Karena lagi menikmati' sujudnya kepada Allah, sang istri menolak dan tidak memenuhi permintaan suami. Jelas sang suami tadi marah-marah. Nah, soal marah-marah ketika suami minta tapi tidak dipenuhi sudah ada sejak dulu. Jadi nggak usah kaget. Kemarahan tertinggi orang Arab dulu adalah melalui ucapan. Secara spontanitas sang suami itu langsung mengucapkan kalimat dhihar " أنت كظهر أمي kamu seperti status/punggung ibuku. Konon di Arab ucapan berstatus seperti ibuku itu masuk dzam (celaan). Dzam itu adalah satu kesalahan yang harus dikritik. Secara fikih ucapan itu masuk kategori dhihar yang konsekuensinya hara...

Beragama Tapi Kehilangan Etika

Gambar
Oleh Suryono Zakka Mengaku beragama tapi lisannya tajam berbisa. Siapa yang tak sepaham, kau cela habis-habisan. Sebenarnya engkau mualaf atau hanya misionaris yang ingin merusak Islam dari dalam. Engkau boleh berbeda tapi tak layak engkau mencela. Apalagi yang kau cela adalah sosok panutan yang sudah punya andil bagi bangsa. Sedangkan kau? Ah, baru kemarin belajar agama, berlagak paling ahli segalanya. Aku tak mengaku paling beragama walau aku sudah lama belajar agama. Bukan hanya sekedar karbitan atau instan. Tak pula menjual tampang dan cuitan. Tapi aku menaruh hormat dan cinta pada setiap perbedaan. Jika tak sependapat, jawablah dengan argumen yang berkelas. Bukan kata-kata buas. Keluarkanlah dalil-dalil yang ilmiah dan beradab. Bukan celotehan tanpa adab. Akupun tak senada, tapi aku tak akan berlaku hina dan menista.  Agama tanpa akhlak, begitulah jadinya. Jumawa seolah pemegang kunci surga. Dalil sakral menjadi senjata, menghantam siapa saja yang tak sekata. Untu...

Meneladani Abah Guru Sekumpul Ketika Sakit

Gambar
Rais Syuriah (Pimpinan Tertinggi) PCNU Kab. Banjar, KH. Fadlan Asy’ari adalah sepupu KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang lebih dikenal sebagai Guru Sekumpul. Cerita ini terjadi ketika beliau mondok intensif di Pesantren Datu Kelampaian, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur Suatu kali Guru Sekumpul harus opname selama 20 hari di Rumah Sakit Islam Surabaya. Ketika itu beliau menderita sakit yang mengakibatkan operasi usus buntu. Tentunya, bila sakit, ada orang lain untuk menjaga dan membantu seluruh keperluan si sakit. Nah, peran inilah yang dijalankan Fadlan Asya’ri muda. Selagi masih santri Tuan Guru Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari atau biasa dikenal Tuan Guru Bangil di Pondok Pesantren Datuk Kalampayan, Bangil. Sebagai seorang ulama kharismatik, siapa saja pasti ingin berkhidmah kepada Abah Guru Sekumpul. Banyak orang yang siap mengorbankan harta dan tenaga untuk beliau. Namun, tidak semua beliau terima, termasuk ketika memilih siapa yang menjaga beliau di rumah sakit ketik...

Siapakah Manusia yang Paling Sibuk dihari Kiamat?

Gambar
Hari kiamat merupakan peristiwa kehancuran alam semesta dan menjadi awal bagi kehidupan yang kekal. Sebelum menuju surga atau neraka, umat manusia akan dibangkitkan lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menjalani pengadilan dari ALLAH ﷻ. Pada hari itu, semua manusia hanya akan memikirkan dirinya sendiri. Bahkan, ketika orang tua, suami, dan anak disebelahnya diseret oleh malaikat, mereka tidak akan saling menolong karena lebih mementingkan nasibnya sendiri. Namun, ada manusia yang tidak henti-hentinya kesana kemari memohon kepada Allah untuk keselamatan manusia lainnya. Pada saat matahari begitu teriknya, Beliau memanggil manusia untuk diberi minum. Siapa dia sebenarnya? Beliau adalah Baginda Rasulullah ﷺ. Sang Nabi terakhir ini menjadi satu-satunya manusia yang paling sibuk luar biasa pada saat itu. Rasulullah ﷺ, sebagai Nabi akhir zaman begitu mencintai umatnya. Bahkan, Saat Nabi Muhammad ﷺ dibangkitkan pada hari kiamat, orang pertama yang Baginda cari adalah umatnya ...

Jika Engkau Orang Jawa

Gambar
DADIO WONG JAWA INGKANG NJAWANI (Jadilah orang jawa yang cinta dengan budaya jawa) Yen sliramu Wong Jawa sing ngrasuk agama Islam , dadia  sira Wong Islam ingkang Njawani, aja dadi Wong Islami sing Ngarabi . (jika kamu orang jawa yang beragama Islam, jadilah orang Islam yang cinta dengan budaya jawa, jangan jadi orang Islam yang bergaya Arab) Yen sliramu Wong Jawa sing ngrasuk agama Kristen , dadia  sira Wong Kristen ingkang Njawani, aja dadi Wong Kristen sing Ngromani . (jika kamu orang jawa yang beragama Kristen, jadilah orang Kristen yang cinta dengan budaya jawa, jangan jadi orang Kristen yang bergaya Romawi. Yen sliramu Wong Jawa sing ngrasuk agama Hindu , dadia  sira Wong Hindu ingkang Njawani, aja dadi Wong Hindu sing Ngindiani . (jika kamu orang jawa yang beragama Hindu, jadilah orang Hindu yang cinta dengan budaya jawa, jangan jadi orang Islam yang bergaya India) Yen sliramu Wong Jawa sing ngrasuk agama Budha  , dadia  sira Wong Budha ...

Profesor Intip Nasi

Gambar
Oleh Kiai Ainur Rofiq Al-Amin Kemarin,  29 Desember 2019 diadakan haul kakek-nenek kami,  Mbah Bani Hasan Redjo dan Mbah Jinem di Tuko,  Sugihwaras,  Prambon Nganjuk. Sebagai pembicara adalah Prof. Dr. KH.  Ahmad Zahro. Di antara yang disampaikan bermuatan penyemangat para generasi milenial dengan berangkat dari pengalaman pribadi. Profesor Zahro berpesan agar anak-anak yang keluarganya kurang mampu agar tetap mau sekolah atau mondok. Kemiskinan tidak bisa menjadi alasan, apalagi saat ini banyak beasiswa. Beliau berkisah bagaimana dahulu setamat PGA ketika hendak kuliah sarjana muda di IAIN Tulungagung dilalui penuh kesulitan.  Hanya bermodal minta diizini orang tua saja,  beliau bertekad kuliah dengan menjual sepeda onthelnya yang biasa dipakai sekolah ke PGA di Kediri seharga Rp. 26 ribu. Sesampai di Tulungagung,  beliau mondok di Mangunsari sambil menghafalkan Alquran. Dalam kesehariannya yang dilakoni adalah puasa dengan berbuka...

Pasangan Makruh

Gambar
Saat Walimatul 'Ursy putra salah satu Pengasuh Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, yaitu Gus Umar bin K.H. Zainal Arifin Abu Bakar dan Ning Muzdalifah Nur binti KH M Slamet, Jakarta, di Denanyar, Sabtu (17/2/2018), K.H. Saerozi Lamongan menjelaskan pasangan yang makruh. ’’Lelaki juwelek menikah dengan perempuan cuwantik itu makruh,’’ ucapnya disambut ger-geran ribuan tamu yang hadir termasuk Gus Ipul. ’’Karena mengganggu ketenangan lingkungan,’’ tambahnya, kembali disambut ger-geran. Ketika si istri memperkenalkan sang suami, bisa jadi dia dituduh telah diguna-guna. ’’Nemu nok endi  nduk arek lanang koyok ngunu,’’ ucapnya, lagi-lagi disambut tawa hadirin. ’’Malah bisa menimbulkan fitnah. Banyak yang mendoakan agar si suami segera mati. Akeh sing arep-arep rondone,’’ ucapnya. Menginginkan menikah dengan cewek secantik apapun, menurut Kiai Saerozi adalah hak kita. Sah-sah saja. Demikian pula perempuan ingin menikah dengan cowok seperti apapun juga haknya. Sah-sah saj...

Gus Dur dan Karpet

Gambar
Gus Dur meminta Pak Acun untuk mencarikan karpet. “Ukurannya 2 x 1 meter. Carilah, dan bawa ke sini. Bawa uang 300ribu, Pak.” Pak Acun mengangguk. Pak Acun menuruti perintah Gus Dur. Segera saja Pak Acun berkeliling Jakarta, dari satu pusat perbelanjaan ke pusat perbelanjaan berikutnya. Ia mencari karpet berukuran 2 x 1 meter, sebagaimana permintaan Gus Dur. Setelah berkeliling ke sana ke mari, Pak Acun gagal menemukan karpet berukuran tersebut. Ia kembali ke hadapan Gus Dur dan melaporkan kegagalannya. “Cari lagi, hingga ketemu!” pinta Gus Dur. Pak Acun pun mengangguk lagi. Berusaha memenuhi permintaan Gus Dur kembali. Sementara itu, kondisi Gus Dur semakin kritis. Para tamu tidak lagi diperbolehkan untuk menjenguknya. Di ruang itu, yang tinggal hanyalah istri tercinta dan putri-putrinya. Gus Dur masih bisa berbicara, memberikan nasihat-nasihat dan petuah-petuah para putri-putrinya yang terkasih. “Jadilah orang yang sabar. Cintailah semua orang. Jangan biarkan dirimu d...

Amplop Habib Luthfi bin Yahya

Gambar
Ada sebuah peristiwa yang sampai saat ini masih saja membekas dalam ingatan tentang Habib Luthfi Bin Yahya. Malam itu, ketika aku duduk berdesak-desak dengan para tetamu yang memenuhi ruangan itu, tiba-tiba beliau menunjukkan kepada semua yang hadir itu sesuatu yang di luar dugaan. Manakala beberapa orang tamu dari berbagai daerah itu tengah menyampaikan keluh kesah mereka, tanpa malu-malu beliau membuka amplop yang bertebaran di atas meja. Dikeluarkan isinya. Lalu ditumpuk di atas meja. Mula-mula, aku merasa tak nyaman dengan pemandangan itu. Sebab, isi amplop itu semuanya lembaran uang. Ada yang berwarna merah, ada pula yang berwarna biru. Semua uang itu tak lain berasal dari pemberian secara cuma-cuma dari para tetamu. Itulah yang membuatku agak risih. Rasanya kok seperti kurang etis jika hal itu dilakukan di hadapan para tamu yang ada di situ. Semua isi amplop itu dikeluarkan. Tanpa satu pun tertinggal. Tak dihitung memang oleh Habib Luthfi. Tetapi, kalau aku perkirakan, bis...

Belajar dari Rasulullah dalam Mendidik Anak

Gambar
Oleh Gus Rijal Mumazziq --- Suatu ketika Rasulullah ke masjid. Beliau mendapati dua kelompok. Satu kelompok bermunajat kepada-Nya, kelompok satunya berdiskusi. Melihat pemandangan ini beliau gembira. Mereka, kata Rasulullah, berada dalam kebaikan. Kelompok pertama membaca Al-Quran dan berdoa kepada Allah, jika Allah berkehendak Dia akan memberi (apa yang diminta) mereka. Sementara kelompok yang kedua belajar mengajar, dan sesungguhnya aku diutus sebagai seorang guru (innama bu'itstu mu'alliman). Kemudian Rasulullah duduk bersama kelompok kedua. -- Beliau adalah guru yang baik. Mampu menelisik karakteristik para murid (sahabat), sekaligus mengembangkan talentanya. Adakalanya Rasulullah menggunakan metode pembelajaran muhawarah/hiwari/dialogis untuk mengasah logika dan retorika para sahabat, adakalanya menggunakan musyawarah-mujadalah untuk membangkitkan kepercayaan diri dan bangunan argumentasi para sahabat, kadang juga mengunakan pola monolog/khutbah, sering juga memakai...

Kisah Cucu Syekh Kholil Bangkalan Sowan Gus Baha'

Gambar
Narukan, 20 Mei, 2019 Untuk pertama kalinya saya sowan ke Ndalem Gus Baha' di Narukan, Rembang. Sebagaimana  yang saya tulis dalam catatan sebelumnya, saya pertama kali bertemu beliau di Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan, kala itu beliau 'transit' sebentar dan berziarah ke Makam Mbah Kholil, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke PP. Bata-Bata Pamekasan. Di sore itu, sebelum hadir ke acara Haul Mbah Zubair, saya sowan bersama dua ponakan saya, Muhammad Ismail Al-Ascholy dan Muhammad Thoifur (Putra Kiai Thoifur Ali Wafa Sumenep), ada juga Yek Shodiq El Khered (salah satu santri kesayangan Gus Baha') dan para Gus dan Lora lainnya. Kala itu ternyata Gus Baha' sudah bersiap-siap untuk tindak ke Sarang, tapi beliau masih menyempatkan diri untuk menyambut kami, mempersilahkan kami duduk dan memulai dawuh beliau yang penuh mutiara ilmu dan hikmah itu : " orang itu kalo keturunan ulama atau wali, dia seharusnya tidak bangga, tapi justru sedih dan terbebani...

Karomah Tawasul Fatihah KH As’ad Syamsul Arifin

Sewaktu menghadiri acara Muktamar Pemikiran Santri Nusantara yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama di Ponpes Asshidiqiyah Jakarta, saya mengalami peristiwa unik. Padatnya acara di Jawa Timur membuat saya baru bisa terbang pagi hari tgl 29 September 2019 ke Jakarta. Kurang tidur dan fisik saya sedikit drop. Saat sedang istirahat di ndalem KH Nur Iskandar, panitia meminta saya mengisi sesi pertama menggantikan Ketum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siradj yang berhalangan hadir. Padahal seharusnya sesi saya itu ada di sesi kedua. Walhasil saya gagal istirahat dan terpaksa menuju ke panggung. Saat melangkah menuju area utama, saya ketemu dengan Dr KH Abdul Jalal, Direktur Ma’had Aly Pesantren Situbondo. Beliau lantas meminta saya sehabis isi acara untuk lanjut ketemu dengan para direktur Ma’had Aly seluruh Indonesia yang juga hadir di lokasi. Saya menyanggupi permintaan guru dan sahabat saya ini. Pas di panggung resmi acara saya sempat membacakan isi tiga kitab, yaitu Tafsir ar-Ra...

Moral Konstitusi Gus Dur

Gambar
Ada dua testimoni menarik dari Prof.M Machfud MD tentang Gus Dur saat beliau melakukan sambutan pada acara haul sewindu Gus Dur, di Ponpes Tebuireng, 28 Desember 2017. Pertama, Machfud MD menguraikan suatu ketika terjadi pertemuan beberapa tokoh partai jelang pelengseran Gus Dur. Tokoh-tokoh partai itu, Taufik Kiemas, Hamzah Haz, dan Akbar Tandjung. Dalam pertemuan itu, selaku wakil dari Gus Dur, Machfud MD berujar : "Ini kan Gus Dur nggak ada salah. MPR Itu memorandumnya  hanya menyebut  patut diduga ikut terlibat. Patut diduga itu secara hukum tidak bisa dikenai sanksi hukum karena menurut TAP MPR no 3/1978, untuk menjatuhkan presiden itu, presiden benar-benar bersalah melanggar haluan negara, bukan patut diduga" Kemudian, para elit partai tersebut berkilah : "Terus gimana? Gus Dur kayak gitu. Sudah gini aja, Gus Dur tetap bertahan menjadi Presiden tetapi kabinetnya harus dirombak dan menteri baru yang akan diangkat Gus Dur harus meminta persetujuan kepada ...

Kisah Anjing Mengislamkan Banyak Orang

Gambar
Bila dilihat dari sudut hukum fikih, anjing merupakan salah satu dari dua najis yang dianggap berat (mughaladzah). Cara mensucikannya pun tidak seperti najis biasa, melainkan harus dibasuh tujuh kali yang salah satunya dicampur debu. Memandang hukum ini, tentu kita akan berfikiran bahwa anjing adalah hewan yang hina, rendah dan tidak berfaedah. Namun, Allah Swt telah menjelaskan dalam Alquran (44/38) bahwa Dia tidak menciptakan langit, bumi dan isinya dengan tanpa faedah, semua adalah hak. Kita tidak boleh mencela apa pun yang ada di bumi, sekalipun itu seekor anjing. Jauh sebelum Muhammad Saw diutus dengan syariat Islam, Allah telah memberi pelajaran berharga kepada Abdul Ghafar dengan seekor anjing. Ia adalah Nabi Nuh, kronologi penamaan ini karena kisah yang dialaminya dengan anjing. Muhammad bin Hammad Ibnu Iyas al-Mishri dalam kitab Badai’ al-Zuhur fi Waqai’ al-Duhur mengkisahkan, Imam Kisai berkata bahwa, nama Nuh adalah Abdul Ghafar atau Yasykur. Disebut Nuh karena saat i...

Kisah Pemuda Fasiq yang diampuni Allah

Zaman dahulu kala. Ada lelaki Bani Israil. Ia culas, fasiq, dan jadi sampah masyarakat. Seluruh desa tidak mampu membendungnya. Mereka hanya pasrah dan berdoa kepada Allah Ta’ala sekuatnya. Agar pemuda itu di enyahkan dari lingkungannya. Dilain tempat. Nabi Musa AS. mendapat firman dari Allah Ta’ala untuk menuntaskan masalah ini: “Keluarkan dia dari desa mereka. Hingga masyarakat itu selamat dari api azabKU”. Lalu, Beliau langsung menuju desa itu. Sesampai disana, dengan mukjizatnya, sang Nabi berhasil menaklukkan si biang kerok. Kemudian, Nabi Musa mengajaknya hijrah menuju desa lain. Sungguh malang, di desa itupun ia juga tidak diterima. Atas perintah Allah Ta’ala. Nabi Musa mengarahkan agar pemuda itu yang penting keluar dari desa, entah kemana, terserah. Dengan langkah gontai. Preman insaf ini, menuruti langkah kakinya tanpa tujuan jelas. Hingga waktu ia tiba di daerah sepi tanpa penghuni, tiada burung berterbangan dan heningnya nyalakan binatang buas, ia terjerembab! tubuhnya...

Kunci Kebahagiaan menurut Imam Ja'far Shadiq

1- *طلبتُ الجنة، فوجدتها في السخاء* _“Aku mencari surga, maka aku temukan pada kedermawanan”._ 2- *و طلبتُ العافية، فوجدتها في العزلة* _“Aku mencari Afiyah (keselamatan dari bencana dan kesulitan) maka aku temukan dalam menyendiri (mengisolasi diri dari keramaian yang tak berguna)”._ 3- *و طلبت ثقل الميزان، فوجدته في شهادة «ان لا اله الا الله و محمد رسول الله* _“Aku mencari beratnya timbangan amal, maka aku dapatkan dalam bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya”._ 4- *و طلبت السرعة في الدخول الي الجنة، فوجدتها في العمل لله تعالي* _“Aku mencari kesegeraan dalam memasuki surga, maka aku dapatkan pada amal kebajikan semata demi Allah SWT”._ 5- *و طلبتُ حب الموت، فوجدته في تقديم المال لوجه الله* _“Aku mencari cinta pada kematian, maka aku mendapatkan pada mengajukan (mengirim pahala sedekah) harta demi mengharap ridha Allah SWT”._ 6- *و طلبت حلاوة العبادة، فوجدتها في ترك المعصية* _“Aku mencari manisnya ibadah, maka aku temukan dalam men...

Jatuh Cinta pada Habib Luthfi

Gambar
Oleh: Gus Ismael Amin Kholil Kunjungan ke kota batik kali ini benar-benar terasa sangat indah. Setelah ngalap berkah Habib Ahmad Bin Abdullah Al-Athhos di Sapuro dan menghadiri acara Majelis Rasulullah di Wiradesa, pada tengah malam aku langsung saja menuju kediaman Habib Luthfi Bin Yahya. Dari kabar yang aku dapat dari khodim beliau, Abah Luthfi baru saja rawuh . ketika kami sampai di depan dalem beliau, dari kejauhan tampak berlangsung sebuah pertemuan di lantai bawah. Aku memasuki rumah beliau dengan perasaan ragu, ditengah jadwal beliau yang sangat padat, ditengah tamu-tamu beliau yang begitu membludak ini, apakah diri ini - yang bukan orang penting dan orang besar - bisa ditemui beliau ? Gak usah lama-lama wes hanya sekedar meminta barokah doa. Kami menuju ruang tamu di lantai atas, disitu sudah banyak orang menunggu untuk ditemui Abah. Menurut kabar yang aku dapat dari seorang sahabat, banyak orang yang bahkan rela menunggu berhari-hari agar bisa menemui Habib Luthfi. Dite...