Tafsir Surat Al-Qashah ayat 56: Abu Thalib Muslim atau Kafir?
ﺇِﻧَّﻚَ ﻻ ﺗَﻬْﺪِﻱ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺖَ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻬْﺪِﻱ
"Sesunggunya kamu (Muhammad) bukan yg memberi hidayah kepada yg kamu cintai, akan tetapi Allah-lah yg memberi hidayah."
Ayat ini tidak berhubungan dengan siapa2, karena ia hanya ingin menerangkan bahwa pemberi hidayah yg hakiki itu hanyalah Allah, dan Nabi saww hanyalah sebagai perantara penyampaian hidayahNya.
Ayat seperti ini banyak yg sama dalam Al-Qur'an, seperti...
QS: 2:272...
ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻚ ﻫﺪﺍﻫﻢ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻬﺪﻱ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ
"Bukan kamu yg menghidayahi mereka, akan tetapi Allah yg menghidayahi siapa yg Ia kehendaki."
QS: 27:37...
ﺇﻥ ﺗﺤﺮﺹ ﻋﻠﻰ ﻫﺪﺍﻫﻢ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻬﺪﻱ ﻣﻦ ﻳﻀﻞ
"Sekalipun kamu berkeinginan menghidayahi mereka, akan tetapi Allah tidak menghidayahi yg sesat."
QS: 43:40...
ﺃﻓﺄﻧﺖ ﺗﺴﻤﻊ ﺍﻟﺼﻢ ﺃﻭ ﺗﻬﺪﻱ ﺍﻟﻌﻤﻲ ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺿﻼﻝ ﻣﺒﻴﻦ
"Apakah kamu( Muhammad) membuat yg tuli bisa mendengar atau menghidayahi yg buta dan yg tersesat secara nyata?"
QS: 27:81...
ﻭﻣﺎ ﺃﻧﺖ ﺑﻬﺎﺩﻱ ﺍﻟﻌﻤﻲ ﻋﻦ ﺿﻼﻟﺘﻬﻢ
"Kamu (Muhammad) tidak bisa menghidayahi yg buta dari kesesatan mereka."
QS: 4:88...
ﺃﺗﺮﻳﺪﻭﻥ ﺃﻥ ﺗﻬﺪﻭﺍ ﻣﻦ ﺃﺿﻞ ﺍﻟﻠﻪ . ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ
"Apakah kalian ingin menghidayahi orang yg telah disesatkan Allah?"
QS: 10:34...
ﺃﻓﺄﻧﺖ ﺗﻬﺪﻱ ﺍﻟﻌﻤﻲ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻻ ﻳﺒﺼﺮﻭﻥ
"Apakah kamu (Muhammad) bisa menghidayahi yg buta sementara mereka tidak melihat?"
QS: 18:17..
ﻣﻦ ﻳﻬﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﺍﻟﻤﻬﺘﺪ ﻭﻣﻦ ﻳﻀﻠﻞ ﻓﻠﻦ ﺗﺠﺪ ﻟﻪ ﻭﻟﻴﺎ ﻣﺮﺷﺪﺍ
"Yg dihidayahi Allah maka ialah yg terhidayahi dan barang siapa yg disesatkanNya maka tidak satupun yg dapat memberinya pertolongan dan petunjuk."
QS: 13:27...
ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻀﻞ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ ﻭﻳﻬﺪﻱ ﻣﻦ ﺃﻧﺎﺏ
"Sesungguhnya Allah menyesatkan yg dikehendaki dan menghidayahi yg bertaubat kepadaNya."
Dan masih banyak lagi, maka dari ayat2 yg mengatakan bahwa penghidayah yg hakiki itu adalah Allah dan Nabi saww atau siapapun saja yg menghidayahi orang lain, hanya sebagai perantara. Sudah tentu, ayat2 ini bukan pemaksaan. Akan tetapi hanya ingin mengatakan bahwa sumber hidayah yg hakiki itu hanyalah Allah.
Karena banyak ayat yg mengatakan bahwa manusia lah yg mencari hidayahNya itu, seperti...
QS: 10:108...
ﻓﻤﻦ ﺍﻫﺘﺪﻯ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻳﻬﺘﺪﻱ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﻦ ﺿﻞ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻳﻀﻞ ﻋﻠﻴﻬﺎ
"Barang siapa yg menerima hidayah, maka ia menerima hidayah untuk dirinya sendiri dan siapa yg sesat, maka ia sesat untuk dirinya juga."
QS: 18:29...
ﻭﻗﻞ ﺍﻟﺤﻖ ﻣﻦ ﺭﺑﻜﻢ ﻓﻤﻦ ﺷﺎﺀ ﻓﻠﻴﺆﻣﻦ ﻭﻣﻦ ﺷﺎﺀ ﻓﻠﻴﻜﻔﺮ
"Katakan bahwa kebenaran itu dari Tuhan kalian, maka siapa saja yg mau, berimanlah dan barang siapa yg mau (kafir) maka kafirlah."
Dan lain2....
Dengan penjelasan di atas itu, maka ayat yg dijadikan dalil dan turunnya dihubungkan dengan Abu Thalib ra itu, sama sekali tidak benar dan tidak ada hubungannya.
Apalagi kalau ayat itu dihubungkan dengan ayat2 sebelumnya dan sesudahnya, maka jelas iramanya seperti yg telah dijelaskan itu, coba perhatikan dari ayat 51-nya sampai ayat 57-nya:
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﻭَﺻَّﻠْﻨَﺎ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﻘَﻮْﻝَ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُﻭﻥَ ( 51 ) ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﺗَﻴْﻨَﺎﻫُﻢُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻪِ ﻫُﻢْ ﺑِﻪِ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ( 52 ) ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻳُﺘْﻠَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﺑِﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻪِ ﻣُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ( 53 ) ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻳُﺆْﺗَﻮْﻥَ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﻣَﺮَّﺗَﻴْﻦِ ﺑِﻤَﺎ ﺻَﺒَﺮُﻭﺍ ﻭَﻳَﺪْﺭَﺀُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ( 54 ) ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺳَﻤِﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻐْﻮَ ﺃَﻋْﺮَﺿُﻮﺍ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﻨَﺎ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟُﻨَﺎ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟُﻜُﻢْ ﺳَﻠَﺎﻡٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻟَﺎ ﻧَﺒْﺘَﻐِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴﻦَ ( 55 ) ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﺎ ﺗَﻬْﺪِﻱ ﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺒَﺒْﺖَ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ ( 56 ) ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﻥْ ﻧَﺘَّﺒِﻊِ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻣَﻌَﻚَ ﻧُﺘَﺨَﻄَّﻒْ ﻣِﻦْ ﺃَﺭْﺿِﻨَﺎ ﺃَﻭَﻟَﻢْ ﻧُﻤَﻜِّﻦْ ﻟَﻬُﻢْ ﺣَﺮَﻣًﺎ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻳُﺠْﺒَﻰ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺛَﻤَﺮَﺍﺕُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧَّﺎ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ( 57
Ayat2 di atas menceritakan tentang penyampaian hidayah dan berimannya orang2 yg beriman. Mereka itu akan diberi pahala. Mereka juga menghindari kesia-siaan.
Baru setelah itu ayat yg dibahas itu tertera, yakni yg berbunyi: "Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak memberi hidayah kepada yg kamu cintai akan tetapi Allah-lah yg memberi hidayah..."
Ini semua menunjukkan bahwa ayat tersebut, tidak ada hubungannya dengan siapapun temasuk Sayyidina Abu Thalib ra.

Komentar
Posting Komentar