Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Apakah Islam Agama Perang?

Oleh Suryono Zakka Ada sebagian kelompok menganggap bahwa Islam agama perang yakni agama yang mengajak pada pertumpahan darah. Pemahaman ini muncul dari kelompok diluar Islam atau Barat yang tidak memahami sepenuhnya ajaran Islam dan juga muncul dari kelompok internal umat Islam (kelompok radikal) yang gagal paham memahami konsep jihad. Baik Barat maupun kelompok radikal memahami Islam sebagai agama perang dengan alasan didalam Al-Qur'an tercantum banyak ayat tentang jihad dan qital (perang) serta nabi Muhammad menyebarkan Islam dengan menghunus pedang bahkan nabi Muhammad memimpin banyak peperangan. Pemahaman Barat dan kelompok radikal yang demikian tidaklah benar bahkan menyimpang dari pemahaman Islam yang sebenarnya. Islam adalah agama damai, agama keselamatan. Bukan agama perang. Bukan agama yang suka menghunus pedang. Bukan agama yang mengajak untuk membunuh dan menumpahkan darah. Berikut saya uraikan bukti-bukti bahwa Islam adalah agama damai, bukan agama perang dian...

Menjawab Tuduhan Wahabi terhadap Tasawuf dan Kaum Sufi

Gambar
Oleh Suryono Zakka Wahabi sangat anti dengan tasawuf. Karena kebenciannya pada tasawuf, Wahabi menyamakan praktik tasawuf kaum sufi sama dengan kaum Syiah. Dalam banyak video maupun tulisan, Wahabi menyerang tasawuf dengan melancarkan tuduhan-tuduhan membabi buta. Berikut beberapa tuduhan Wahabi tentang tasawuf dan praktik kaum sufi yang sering mereka lontarkan sekaligus saya beri jawaban agar Wahabi paham. 1. Praktif tasawuf sesat karena dimasa Rasulullah belum ada praktik tasawuf kaum sufi. jawab: Dimasa Rasulullah sudah ada kaum sufi yang disebut ahlussuffah. Diantaranya adalah Abu Hurairah. Ahlussuffah mulanya adalah kaum Muhajirin yang ikut hijrah ke Madinah yang kemudian hidup disekitar masjid Nabawi. Mereka lebih konsentrasi ibadah dan taqarrub ilallah. Walaupun istilaf tasawuf, sufi dan tarekat belum populer dimasa rasulullah atau tasawuf belum menjadi ilmu pengetahuan, namun secara praktif telah dilakukan oleh rasulullah. Sikap-sikap mulia nabi seperti zuhud, saba...

Kesesatan Jargon Kembali pada Al-Qur'an dan Sunnah

Gambar
Kelompok Wahabi paling getol mengkampanyekan jargon kembali pada Al-Qur'an dan sunnah. Disetiap pengajiannya selalu didengungkan "ayo kita kembali pada Al-Qur'an dan sunnah". Kalimat yang terus menerus mereka ulang diantaranya: "tidak usah pakai madzhab karena madzhab penyebab perpecahan umat", "kita kembali pada ajaran Islam yang murni sesuai ajaran rasulullah dan sahabat". Begitulah jargon-jargon Wahabi. Bagi masyarakat awam, jargon semacam itu tampaknya indah dan bagus. Simpel dan tidak perlu bertele-tele pakai imam madzhab. Lebih pure (murni) dan ori (asli). Bagi kalangan yang paham agama terutama ulama NU jargon semacam itu sungguh sesat dan menyesatkan untuk tidak mengatakan kacau balau. Memahami agama tak sesimpel itu. Bagaimana mungkin memahami Islam langsung memakai Al-Qur'an dan sunnah tanpa tafsir dari ulama? Tanpa mengetahui asbabun nuzul, nasikh-mansukh, muhkam-mutasyabihat, makkiyyah-madaniyah, ayat 'am dan khash da...

Komunis Berjubah Khilafah

Gambar
Oleh Suryono Zakka Isu kebangkitan komunis terus menerus bergema tak ada hentinya setiap tahun. Pasang surut, mengikuti musim bahkan menjadi alat untuk melumpuhkan lawan politik. Warga NU tak kaget dengan maraknya isu kebangkitan komunis hari ini. Warga NU juga tak percaya dengan kebangkitan komunis yang digembar-gemborkan oleh segelintir orang. Komunis telah bubar dan tidak akan laku di NKRI. Dalam sejarahnya, NU secara langsung menumpas gerakan komunis hingga keakar-akarnya. Warga NU paham siapa tokoh-tokoh yang selama ini getol meneriakkan kebangkitan komunis. Mereka tidak lain adalah kelompok radikalis yang hendak mendirikan negara syariah atau khilafah di NKRI. Seperti eks-HTI, FPI, Islam 212 dan varian-varian gerakan radikalis lainnya. Jadi, komunisme yang akan bangkit saat ini bukanlah komunisme-PKI melainkan komunisme dalam wujud yang lain yakni komunis berjubah khilafah. Apakah ideologi komunis-PKI ada kesamaan dengan ideologi khilafah-HTI? Ya, walau lambangnya be...

Qutbiisme dan Kepongahan Saintifik

Gambar
Qutbiisme di sini merujuk kepada sosok Sayyid Qutb, seorang ideolog Ikhwanul Muslimin yang mati digantung oleh presiden Mesir Gamal Abdul Nasser pada 1966 karena pandangan-pandangannya yang menghasut umat Islam untuk melawan pemerintah yang dianggapnya kafir dan "thaghut". Istilah "Qutbiisme" di sini saya pakai untuk menamai sebuah cara pandang terhadap segala sesuatu yang ditandai dengan banyak hal, tetapi dua di antaranya paling menonjol. Pertama, kepongahan yang terbit karena seseorang "merasa" telah memegang kebenaran mutlak. Kedua, "self-righteousness", yaitu perasaan paling "saleh" sendiri, sementara orang lain berada di "lorong kesesatan" dan karena itu perlu diselamatkan. Qutbiisme tidak semata-mata merupakan gejala keagamaan, tetapi bisa juga mengambil bentuk yang sekular, sebagaimana akan tampak dalam bagian terakhir catatan ini. Saya pernah mengidap "penyakit" Qutbiisme ini dalam dua tahap hidup s...

Al-Munqidz dan Problem Keberagamaan Kita

Gambar
Adakah tema spesifik dalam kitab al-Munqidz minad ad-Dalal karya Imam al-Ghazali yang penting untuk kita hadirkan hari ini ? Saya tak bisa menjawabnya. Setiap tema dalam kitab itu memiliki urgensi dan relevansinya masing-masing. Namun yang menarik perhatian saya, al-Munqidz tak sekedar buku yang memuat biografi perjalanan hidup tokoh pada umumnya. Lebih dari itu, al-Munqidz adalah kitab "sakti", sebab meski ditulis di abad pertengahan, al-Munqidz mengurai sejumlah problem keberagamaan yang kita hadapi di era kontemporer. Siapapun membaca al-Munqidz dengan seksama, ia akan mendapati Imam al-Ghazali sebagai sosok yang hadir di hadapan kita, berdialog secara komunikatif, dan hendak memecah kebuntuan problem beragama kita di abad 21. Ulama kelahiran Thus itu mengungkap sejumlah gejala, yang sepertinya telah, sedang, dan akan terus ada dalam setiap kehidupan beragama, meski dengan pakaian yang berbeda-beda.  Fenomena itu menjadi semacam siklus yang terus menerus terulang....

Kiai Wahab Hasbullah dituduh Masyumi sebagai Kiai PKI

Gambar
Oleh Suryono Zakka Aksi tuduh menuduh sebagai PKI yang terjadi hari ini hanyalah perulangan sejarah pahit yang pernah dialami oleh kiai dan warga NU dulu. KH. Wahab Hasbullah, tokoh sentral NU tak luput dari tuduhan sebagai kiai PKI. Jika dulu yang sering teriak PKI adalah kelompok Islam modernis yang tergabung dalam partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) maka sekarang yang kerap teriak PKI adalah keturunan Masyumi atau anak didiknya. Pola pikirnya tetap sama, benci Soekarno, anti NU dan kerap membuat gonjang-ganjing pemerintahan karena dikenal sebagai produsen hoax. Masyumi yang dulu berambisi ingin menegakkan formalisasi Islam di Indonesia kini berlanjut dengan munculnya organisasi atau gerakan radikal penerusnya. Jargon-jargon dan simbol-simbolnya sering kita lihat yakni mereka yang alergi dengan Pancasila dan selalu mendengungkan khilafah atau NKRI Bersyariah. Betapa bencinya Masyumi kepada Kiai Wahab Hasbullah, kelompok modernis ini menuduh kiai Wahab gila ja...

Menakar Militansi NU di Medsos

Oleh Suryono Zakka Dalam beberapa tahun terakhir ini, militansi NU di medsos terus meningkat. Hal ini sebagai bentuk perlawanan gelombang radikalisme yang kian tumbuh dinegeri ini.  Mulai dari radikalisme Wahabi hingga radikalisme eks-HTI. Dulu medsos dikuasai oleh golongan minhum. Baik situs online, channel youtube hingga fanspage. Setiap kita mencari konten Islam pasti muncul media milik mereka, sangat sulit untuk mencari website NU hingga channel youtube. Tak jarang warga NU yang awam tentang Islam bisa dipastikan nyasar kemedia mereka. Selain masih sangat minimnya jumlah dan konten milik NU juga masih kalah canggih dengan media kelompok radikal. Kini, hal itu tidak berlaku lagi. Dakwah NU bisa menjadi penyeimbang bahkan melesat pesat. Warga NU tak kesulitan lagi mencari media dakwah kaum Nahdliyin. Warga NU bisa mudah mengakses media dakwah sesuai dengan minat mereka. Ketika kita mencari konten Islam dengan menyertakan kata kunci NU atau Aswaja, insyaAllah media NU akan ...

Trend Ngaji Online dan Ambyarnya Kharisma Kiai NU

Corona Viruz Disease 2019 (Covid-19) bukan saja menumbangkan ratusan dan ribuan nyawa manusia di dunia. Tetapi, juga segala egosentrisme manusia. Yang tidak kalah parah, hipotesa kultural warga Nahdliyyin pun ikut tumbang. Pengalaman di bulan Ramadhan ini perlu sedikit diurai. Pertama sekali, ketika pandemi Covid-19 merajalela, banyak pondok pesantren meliburkan kegiatan belajar-mengajar mereka. Para santri diberikan kesempatan pulang ke kampung halaman masing-masing. Dalam rangka tetap menjalin tali silaturahmi dan intelektual, kiai-kiai kharismatik dan gus-gus kredibel memanfaatkan media sosial. Mereka menyenggarakan pengajian online; membacakan kitab-kitab kuning dan mengkajinya secara livestreaming. Kedua, kenyataan tidak sebanding dengan harapan. Para kiai dan gus yang tampak kharismatik di pondok pesantren itu seakan kehilangan aura mitis dan tidak lagi gagah di dunia maya. Kegagahan kultural selama ini tampak runtuh berkeping, terbukti setelah ada penelusuran jejak digi...

Jilbab Kartini, Penipuan dan Kesombongan Atas Nama Islam

Oleh Suryono Zakka Dalam setiap peringatan Hari Kartini, muncul foto Kartini berjilbab. Gambar Kartini berjilbab style dan fashionable ala muslimah masa kini. Muncul juga tulisan kurang lebih berbunyi: "Foto Asli Kartini ketika menjadi santri Kiai Sholeh Darat tidak berkonde dan tidak berkebaya. Foto Kartini berkonde dan berkebaya versi Belanda terus akan dikeluarkan kaum sekuler agar Kartini tetap dikenang sebagai perempuan yang tak mau berjilbab". Begitu bunyinya. Setelah ditelusuri ternyata jilbab Kartini adalah hoax. Demikian klarifikasi pakar sejarah dan ahli forensik. Ada kecacatan alias murni editan gambar Kartini berjilbab dan berkaca mata. Lantas siapakah yang telah mengedit foto Kartini dan apa tujuan dari mengedit gambar Raden Ajeng Kartini? Kita tidak tahu siapa yang mengeditnya. Kalau dari tujuannya, tentu bisa bermacam-macam. Bisa karena sebagai bentuk pembelaan terhadap kesantrian Kartini, perlawanan terhadap ideologi sekuler atau karena ingin menampilka...

Ini Masalahnya Jika Khilafah Tegak di Indonesia

Gambar
Oleh Suryono Zakka Walau HTI telah dibubarkan dan ditetapkan sebagai Ormas terlarang seperti PKI, namun syabab (anteknya) terus menebar propaganda diberbagai media. Propaganda antek HTI yang saat ini beredar yakni dengan membuat video dan tulisan yang berjudul "Apa Masalahnya Jika Khilafah Tegak di Indonesia" karangan syabab HTI, Heri Al-Fatih. Inti dari tulisan ini adalah mengajak orang awam agar semangat menegakkan khilafah dengan membandingkan kondisi bangsa saat ini. Berikut adalah tulisan propagandanya antek HTI (Heri Al-Fatih) sekaligus saya beri jawaban sehingga terbongkar semua kebohongan dan iming-iming semu antek khilafah. 1. Jika Khilafah tegak di Indonesia, maka semua agama selain Islam akan tetap boleh hidup damai, semua akan diberi kebebasan menyembah tuhan-tuhan mereka. Mereka tidak akan dipaksa memeluk Islam. Lalu masalahnya apa Jika Khilafah tegak di Indonesia? Jawab: Masalahnya jika khilafah tegak di Indonesia, maka kerukunan antar umat beragama akan...

Cinta Sejati NU untuk Keluarga Nabi dan Sahabat

Oleh Suryono Zakka Cinta NU pada sahabat dan dzuriyat memang luar biasa. Bukan hanya sebatas lirik lagu yang sedang trending. Cinta NU pada mereka sejak dulu sangatlah kaffah, tak pilih kasih, tak harap pamrih. Disaat sekte Wahabi memusuhi dzuriyat, mencela habaib dan keturunan nabi, NU terdepan dalam membela mereka. NU sangat memuliakan habaib, tak segan cium wolak walik tangan habaib bahkan NU rela dituduh sebagai penganut Syiah oleh Wahabi hanya karena sering menyebut nama ahlul bait, Fatimah, Hasan dan Husein. Walaupun habaib manusia yang bisa salah yang juga perlu nasehat dan teguran namun warga NU tetap memuliakan habaib sebagai bukti cinta mereka pada kanjeng nabi. Warga NU menempatkan habaib dalam posisi yang spesial karena pada diri mereka masih mengalir darah nabi. Cinta NU pada keluarga Nabi tak terkira. Tak segan-segan memanggil mereka dengan julukan yang mulia seperti julukan Sayyidina sebelum nama mereka. Seperti Sayyina Ali, Sayyidina Hasan dan Husein, Sayyidina...

Diplomasi Alfiyah Ibnu Malik di Era Covid 19

Gambar
Oleh Kiai Agus Maftuh Abegabriel (Dubes RI untuk Saudi) Di suasana lockdown di Kerajaan Arab Saudi, kemarin saya berkesempatan bertemu dengan salah satu pangeran penting. Dia adalah putra Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud yang juga menjabat sebagai Menteri Energi Arab Saudi. Nama lengkapnya adalah His Royal Highness Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. Alhamdulillah, berkat doa para Kyai, para Guru dan sahabat2, selama saya bertugas sebagai pelayan WNI di Arab Saudi 4 tahun 24 hari, Allah memberikan kemudahan dan mempertemukan dengan para putra Raja Salman yang merupakan “Para Pangeran Ring Satu” al-Fangarinu al-Awa’il. Mulai dari Sang Putra Mahkota, Mohammed bin Salman (MBS) yang terkenal dengan gagasan “Islam Wasathiy” dan juga mega proyek “NEOM” Neo – Mustaqbal (Masa depan Baru) senilai 500 Milyar USD. Lalu kakak MBS, Pangeran Sulton bin Salman sang astronout pertama Timur Tengah yang memberikan peluang dan membisiki Raja Salman untuk menetapkan Indonesia sebagai t...

Ketika Tuhan diajak Membinasakan

Oleh Suryono Zakka Bagi kelompok radikal, Tuhan dianggap sebagai sosok angker yang tugasnya hanya membunuh. Tuhan diimajinasikan sebagai zat yang galak, beringas, rajin membinasakan dan sibuk menimpakan petaka untuk hamba-Nya. Bahkan Tuhanpun perlu disuruh-suruh untuk membunuh agar Tuhan terlihat ganas dan ditakuti semua hamba-Nya. Dalam nalar kaum radikal, siapapun yang berbeda wajib ditumpas. Siapapun yang berbeda dengan pendapatnya pasti salah dan pasti masuk neraka. Tidak ada jalan kebenaran bagi kelompok lain. Kebenaran dalam benak kaum radikal adalah tunggal. Orang yang berbeda sikap dan pendapat pasti salah dan kalau tidak salah maka harus mau disalahkan. Tuhanpun dianggap salah kalau tidak mau mengabulkan permintaannya. Tak peduli seorang presidenpun. Jika tak sesuai dengan pendapatnya maka presiden harus salah. Jangankan presiden, lha wong Tuhan saja didikte semaunya apalagi hnya manusia biasa seperti Jokowi. Akal radikal memang seperti itu. Memakai mental Khawarij. Jan...

Benarkah Jika Haji ditiadakan Maka Dunia Akan Hancur?

Oleh: Ustadz Dr. Halimi Zuhdy Beberapa hari ini saya mendengar beberapa pesan penceramah, dengan sangat berapi-api, bahkan ada yang mengutuk bila tahun ini haji ditiadakan dan tidak ada yang thawaf, maka dunia ini akan hancur. Saya pernah menulis buku "Sejarah Haji dan Manasik" beberapa tahun lalu, dan tahun 2019 dikutip beberapa media sebagai panduan untuk ziarah, petualangan, dan ibadah haji. Pada bab "Ibadah Haji dalam Penelusuran Sejarah" saya menulis tentang awal mulai pembangunan Ka'bah, dengan berbagai pendapat di dalamnya, dari pendapat yang menyatakan bahwa yang membangun pertama kali adalah Malaikat pada dua ribu tahun sebelum Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Adam, dan dilanjutkan oleh putranya, Syits dengan menggunakan tanah dan batu. Setelah ada peristiwa banjir bah pada masa Nabi Nuh, bangunan tersebut runtuh, dan dibangun kembali oleh Nabi Nuh, dan pada akhirnya dibangun oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ...

NU, HTI dan Strategi Perjuangan

NU berdiri tahun 1926, sementara Indonesia merdeka tahun 1945. Sedangkan Hizbut Tahrir (HT) berdiri tahun 1953. Artinya berdirinya NU lebih dulu 27 tahun dari berdirinya HT. Dan berdirinya HT 8 tahun setelah kemerdekaan Indonesia. HT masuk ke Indonesia tahun 1980-an. Dengan kata lain HT itu anak kemarin sore. Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia dibawa oleh Abdurrahman al-Baghdadi, orang Libanon, yang bermukim di Jakarta pada tahun 80-an. Kemudian juga dibawa oleh Mustofa bin Abdullah bin Nuh. Mereka itulah yang mendidik tokoh-tokoh HTI di Indonesia seperti Ismail Yusanto, dan tokoh-tokoh Hizbut Tahrir sekarang ini. NU memberi saham besar terhadap pembentukan nation state, sampai kemudian menjadi negara Indonesia merdeka. NU telah membidani lahirnya bayi yang bernama Indonesia, memberikan penguatan negara terkait dasar negara, falsafah negara, Undang-Undang Dasar negara dan berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan. Pendek kata bagi NU, Indonesia adalah rumah sendiri. Sedangkan imper...