Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Kiai Wahab dan Ilmu Lembu Sekilan

KIAI WAHAB DAN ILMU LEMBU SEKILAN: Penusantaraan Ilmu yang berbahasa Arab Masalah kreatvitas dalam pengolahan ilmu, orang Nusantara sangat lihai. Kalau senjata tajam di negara-negara Arab, pada umumnya kisahnya hanya berkait dengan ketajaman saja, tapi kalau di Indonesia bisa lebih dari ketajaman, mulai dari ramuan racun hingga kekuatan mistisnya. Para agamawan pemelihara tradisi Nusantara seperti Walisongo juga pandai mengelola hal sejenis agar berkemistri dengan masyarakat sehingga dakwahnya tidak serasa "menggurui" atau memandang sebelah mata terhadap kreasi asli masyarakat Nusantara. Pun demikian dengan para tokoh NU. Contohnya adalah Mbah Kiai Wahab Chasbullah yang tidak hanya  mengapresiasi tradisi baik yang ada di Nusantara terkait dengan relasi politik dan kemasyarakatan seperti yang ditulis di buku Tambakberas dengan istilah "keris keras" untuk keberanian maju menghadapi musuh, atau istilah cancut taliwondo yang sudah terkenal dalam saran Mbah Kiai W...

Surat Syaikhona Kholil Bangkalan untuk Putrinya

Gambar
Ijazah umum Tulisan ini berisi tentang surat dari Syeikhona Kholil pada putrinya yakni Nyai Hatimah. Ada banyak catatan, doa, amalan dan hikmah yang bisa diambil dari surat ini. Berikut adalah isi surat Syaikhona Kholil yang Laduni.id sajikan untuk pembaca. مِنْ دٓمَاڠَنْ إِلَى جٓڠْ كِيْ بُوَاڠْ دَاتٓڠْ دٓءْ تَڠْ أَنَقْ حَاتِمَهْ سِڠْكُوءْ أَفَارِيڠْ ستُورْ¹ تَسْبِيح مَرْجَانْ، دٓرَفُوْن دُوْجَانْ أَذِكِرْ سِيَڠْ مَالٓمْ جٓأ بُوْسٓنْ Dari Demangan Ke Jengkebueng. Untuk anakku Hatimah. Saya memberikan satu tasbih marjan, supaya suka berdzikir siang-malam jangan bosan * لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ١٠٠ * سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ ١٠٠ * أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ١٠٠ * لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ ١٠٠ * اَللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اَللهم صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ  ١٠٠ * رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةَ وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. (س...

Fitnah Hanabilah Masa Lalu (447 H)

Fitnah Hanabilah Masa Lalu, what? Hari ini saya hanya ingin bercerita. Ini sejarah, apakah akan berulang? waAllahu A’lam. Silahkan dinikmati dulu dengan seksama. Ini hanya cerita. Fitnah Hanabilah tahun 447 H Ibnu Katsir (w. 774 H) bercerita tentang keadaan Baghdad pada tahun 447 H[1]. وفيها وقعت الفتنة بين الأشاعرة والحنابلة، فقوى جانب الحنابلة قوة عظيمة، بحيث إنه كان ليس لأحد من الأشاعرة أن يشهد الجمعة ولا الجماعات. Disana terjadi fitnah antara Asya’irah dan Hanabilah, pihak Hanabilah memiliki kekuatan yang sangat besar. Sampai-sampai tak ada satupun Asya’irah yang boleh menghadiri Shalat Jum’at dan jama’ah. Ibnu al-Atsir (w. 630 H), seorang Ulama’ sejarawan memperjelas cerita yang terjadi di Baghdad tahun 447 H[2]. في هذه السنة وقعت الفتنة بين الفقهاء الشافعية والحنابلة ببغداذ، ومقدم الحنابلة أبو يعلى بن الفراء، وابن التميمي، وتبعهم من العامة الجم الغفير، وأنكروا الجهر ببسم الله الرحمن الرحيم، ومنعوا من الترجيع في الأذان، والقنوت في الفجر، ووصلوا إلى دي...

14 Contoh Kemesraan Nabi Terhadap Istri-Istrinya

Kemesraan dan Keromantisan Baginda Nabi saw.. Baginda Nabi Saw adalah tipe suami yang sangat romantis. Ada empat belas contoh kemesraan dan keromantisan beliau saw. Yaitu sebagai berikut : 1. Menempelkan Mulut pada Bekas Makan dan Minum Istri Sayyidah Aisyah ra berkata : إن كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ليؤتى بالإناء فأشرب منه وأنا حائض ثم يأخذه فيضع فاه على موضع في وان كنت لآخذ العرق فآكل منه ثم يأخذه فيضع فاه على موضع في. Terkadang Rasulullah saw disuguhkan sebuah wadah (air) kepadanya, kemudian aku minum dari wadah itu sedangkan aku dalam keadaan haid. Lantas Rasulullah saw mengambil wadah tersebut dan meletakkan mulutnya di bekas tempat minumku. Terkadang aku mengambil tulang (yang ada sedikit dagingnya) kemudian memakan bagian darinya, lantas Rasulullah saw mengambilnya dan meletakkan mulutnya di bekas mulutku.(HR Ahmad) Kemesraan jenis ini tentunya melebihi kemesraan sepiring berdua. 2. Mengusap Air Mata Istri. Anas Bin Malik ra berkata : كانت صفية مع رسول...

Jenis Penyakit Thaun yang Pernah Melanda Umat Islam

#Tips dari Imam Syafii untuk menolak thaun saya kutip dari kitab Badzlul Ma'un fi Fadhlit Thaun karya Ibnu Hajar Asqalani dan beberapa kitab lain nya : Pertama kali yg mengarang kitab khusus tentang Thaun adalah Al Hafidz Ibnu Abiddunya (w 281H) yg diberi nama Kitab Thawa'in. kemudian disusul oleh ulama2 lain sampai ada sekitar 33 kitab membahas tentang thaun.diantara yg mengarang kitab tentang thaun namun meninggal karena thaun jg adalah Tajuddin Assubki,dihari jum'at beliau berkhutbah lalu malam sabtunya beliau terindikasi thaun dan pada malam selasanya beliau meninggal. يقول الاستاذ يوسف خياط الطاعون مرض وبائي بسبب باسيل الطاعون يصيب الفئران وتنقله البراغيث الى الانسان وفي الموسوعة البريطانية الطاعون مصطلح كان يطلق قديماعلى اي مرض واسع الانتشار مسببا الموت الجماعي Ustadz Yusuf Khoyyath berkata: Thaun adlh penyakit wabah sebab basilnya thaun yg mengenai hewan(termasuk tikus) kemudian dipindah/disebarkan lalat kepada hewan lain nya & manusia Dlm ensiklopedia Br...

Kisah Sayyidah Nafisah, Guru Imam Syafi'i

Gambar
Beliau perempuan suci, cicit dari Nabi Muhammad Saw. Ia juga seorang ilmuwan terkemuka di masanya, hingga Imam Syafi’i pun berguru padanya. Dialah Sayyidah Nafisah (145 H -208 H). Makamnya di Kairo, Mesir, sampai sekarang masih dipenuhi para peziarah... Di luar masjid Sayyidah Nafisah, dijual buku yang mengupas biografi perempuan yang disebut2 sbg sumber pengetahuan keislaman yang berharga (Nafisah al-‘Ilm), pemberani, sekaligus ‘abidah zahidah (tekun menjalani ritual dan asketis). Bahkan, sebagian orang mengategorikannya sebagai wali perempuan dengan banyak karomah Sejak kecil, Sayyidah Nafisah sudah hafal Al-Qur’an, dan setiap selesai membaca Al-Qur’an beliau selalu berdoa, “Ya Allah, mudahkanlah aku untuk berziarah ke makam Nabi Ibrahim”. Ia memahami bhw Nabi Ibrahim adalah bapak moneteisme sejati, sekalligus bapak Nabi Muhammad lewat jalur Nabi Ismail yang notabene keturunan Nabi Ibrahim.. Sedangkan Sayyidah Nafisah sendiri adalah keturunan dari Nabi Muhammad. Dengan ...

Wabah yang Menghancurkan Tentara Khalifah

Pada perang dunia pertama, di Sarikamish Provinsi Kars Anatolia Timur, Angkatan Perang Ketiga Khilafah Utsmaniyah babak belur dirajang kekuatan tentara Rusia. Perang di front Timur, pada musim dingin saat itu tentara Khilafah yang dipimpin oleh Enver Pasha kehilangan lebih dari 60.000 prajurit dari 100.000 yang dikirim ke medan perang sepanjang Desember 1914 sampai Januari 1915. Namun kehebatan pasukan dan alat perang Rusia belum benar-benar melumat habis kekuatan Pasukan Khilafah di front tersebut. Setelah kekalahan itu, tentara dan warga sipil Utsmaniyah justru sedang diintai sesuatu yang jauh lebih mengerikan; wabah yang mematikan. . Para prajurit Khilafah yang selamat dari medan perang di front Timur; setelah berminggu-minggu kelaparan dan mengkonsumsi makanan serta minuman kotor, mereka terserang tipus dan desentri. Para prajurit itu dipenuhi kutu yang membawa tipus. Mereka melewati desa-desa di Anatolia Timur dan menulari warga sipil sepanjang jalan yang mereka lewati. Wabah t...

NU Anak Kandung Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah

Gambar
Syaikhuna Khalil al-Bangkalani memang banyak disebut dalam literatur sejarah Nahdlatul Ulama. Beliau merupakan guru dari Mbah Hasyim Asy'ari, pendiri organisasi massa Islam terbesar di Indonesia itu. Desakan untuk mendirikan jam'iyah (organisasi) Islam kepada Mbah Hasyim, tidak langsung ditanggapi dengan deklarasi. Beliau memilih melakukan tirakat (serapan dari kata Torekat/Thoriqoh) di bawah bimbingan lahir batin Syaikhuna Khalil al-Bangkalani. Tidak banyak pihak yang berani mengungkap ke tengah publik, bahwa sebenarnya Syaikhuna Kholil al-Bangkalani merupakan seorang Mursyid/Khalifah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN). "Gegedug" ulama nusantara tersebut menerima tampuk kemursyidan dari Syaikh Ahmad Khatib Sambas bin Abdul Ghaffar, Pendiri Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah. Tampuk kekhalifahan dzikir Laa Ilaaha Illallah dengan suara keras itu juga diberikan oleh Syaikh Ahmad Khatib kepada tiga muridnya yang lain. Yakni, Syaikh Thalhah Kalisapu, Cireb...

Kisah Gus Dur dan 5 Adiknya dalam Didikan Nyai Wahid Hasyim

Gambar
Tidak ada yang berat di pundak Nyai Hj Sholehah, ibu Abdurrahman Addakhil yang saat ini dikenal sebagai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan kelima adik Gus Dur saat ditinggal untuk selama-lamanya oleh suami tercinta KH. Abdul Wahid Hasyim. KH. Wahid Hasyim wafat pada 19 April 1953 dengan meninggalkan 6 orang anak yang masih duduk di sekolah dasar. (Keenam anak tersebut yaitu) : ______ Pertama, Abdurrahaman Addakhil berusia 14 tahun dan baru lulus sekolah dasar saat itu. Konon nama ini berasal dari nama tokoh Bani Umayyah yang mendirikan Daulah Umayyah di Andalusia. ______ Kedua, Aisyah berusia 12 tahun dan baru kelas 5 sekolah dasar, ______ Ketiga, Salahuddin Al-Ayyubi yang kini dikenal Salahuddin Wahid berusia 10 tahun dan baru kelas 3 sekolah dasar. ______ Keempat, Umar Al-Faruq berusia 9 tahun dan baru duduk di kelas 2 sekolah dasar, ______ Kelima, Lilik Khadijah yang baru berusia 5 tahun dan masih belajar di taman kanak-kanak, terakhir ______ Keenam, Muhammad Hasyim...

Kisah Pendeta dan Pohon yang Memayungi Rasulullah

Gambar
Pohon ini biasa di sebut sahabi artinya pohon yang diberkati. Karena pohon tersebut adalah satu-satunya pohon yang mampu bertahan hidup di tengah ganasnya gurun Yordania selama lebih dari 1400 tahun yang lalu. Dalam radius ratusan kilometer, tak ada pohon lain yang hidup, kecuali pohon sahabi ini. Beberapa kitab klasik yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. Saat itu Muhammad cilik yang baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan dagang ke Suriah. Sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Rasulullah pernah ikut paman beliau, Abu Thalib pergi berdagang ke Syam. Dalam perjalanan, mereka berhenti sebentar untuk beristirahat berteduh dibawah sebuah pohon. Tidak jauh dari tempat mereka beritirahat, ada sebuah biara yang didiami oleh para pendeta Nasrani. Dari biara itu seorang pendeta bernama Buhaira sedang memperh...

Sejarah Hadits Palsu dimasa Khalifah

Gambar
Dalam Tafsir al-Qurtubi (1/79) diceritakan satu peristiwa yang terjadi di masa Khilafah Abbasiyah. Kisah pertama, berdasarkan penuturan dari Abu Jafar ath-Thayalisi, bahwa di pasar dan masjid banyak yang menceritakan hadits palsu lengkap dengan sanadnya. Imam Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma’in shalat di masjid dan kemudian mendengar ada yang membacakan riwayat hadits: “Mengabarkan kepadaku Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma’in, dari Abdur Razzaq, Ma’mar, Qatadah, dan dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesiapa yang menyebut la ilaha illa Allah maka dari setiap kalimat itu Allah ciptakan burung yang paruhnya emas dan bulunya marjan.” Imam Ahmad dan Yahya saling berpandangan dan mereka tidak pernah mendengar hadits itu sebelumnya. Kemudian si pengkhotbah itu dikonfrontir oleh kedua ulama ini. Tapi dasar tukang bohong, saat sudah kepergok berbohong mengatasnamakan kedua ulama ini, dia malah tetap ngeyel. “Memangnya nama Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma’in cuma kalian berdua...

Kiai Ali Maksum Menangis Saat Mendengar Kiai Hamid Jelaskan Pancasila

Gambar
Ada proses dialog yang intens di kalangan ulama dan tokoh NU sebelum menerima Pancasila sebagai azas tunggal dalam berbangsa dan bernegara. Dialog tidak hanya dilakukan di forum-forum formal ilmiah akademik yang mengeksplorasi argumen dan gagasan rasional, tetapi juga di forum non formal seperti silaturrahim dan anjangsana serta forum mujahadah dan riyadloh yang mengeksplorasi aspek batiniah spiritual. Salah satu forum tabayyun dan dialog informal mengenai kajian terhadap azas tunggal Pancasila penulis peroleh dari Gus Amin Hamid Kajoran, putra Kyai Hamid Kajoran (alm) yang menjadi saksi sejarah atas peristiwa yang monumental ini. Diceritakan oleh Gus Amin, pada suatu hari ada beberapa kyai yang sowan menghadap Kyai Hamid Kajoran diantaranya Kyai Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta; Kyai Mujib Ridwan, Surabaya dan Kyai Imron Hamzah, Surabaya. Ada juga waktu itu Kyai Fauzi Bandung yang disopiri oleh Kyai Saeful Mujab, Yogyakarta. Kyai Ali Maksum adalah salah satu anggota tim bentukan...

Mbah Maimoen Zubair Penyayang Pada Santri

Gambar
Suatu hari - seperti yang dikisahkan Gus Muhammad Pekalongan - seorang santri akan diboyong pengurus keamanan karena berbagai kasus pelanggaran. Ketika akan diantar pengurus keamanan sam bhn bpai jalan raya untuk dicarikan bis, Santri itu lari menuju ke ndalem Yai Maimoen, Ia menangis dan tersungkur sesenggukan dibawah kaki beliau. Yai dawuh: "enten nopo"? (Ada apa ?) Kang santri itu  menjawab: "kulo bade diboyong pengurus, tapi kulo taseh pengen mondok yai"(saya mau diboyong pengurus, tapi saya masih pengen mondok yai) Kemudian yai manggil pengurus keamanannya lantas kemudian dawuh: " santri iki ora usah diboyong yo, mergo cah enom seng gelem ngaji saiki longko..." (santri ini jangan di boyong ya.. Karena jaman sekarang sedikit pemuda yang mau ngaji ) Beliau lalu menoleh kepada santri itu dan berkata : " tapi sampean kudu janji...ojo nakal maneh"..(tapi kamu harus janji.. Jangan nakal lagi ) Gus Rojih Ubab - cucu Mbah Yai - pernah be...

Pesan Terakhir Gus Dur: "Aku Titip NU"

Gambar
Siang itu, di rumah sederhana penuh kehangatan dan keakraban, dua orang sahabat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) membincang segala seuatu dengan renyah penuh humor-humor segar. Gus Dur yang ditemani istrinya Sinta Nuriyah duduk lesehan bahkan terkadang tiduran di rumah Gus Mus. Konon, seperti diriwayatkan oleh KH Husein Muhmmad Cirebon dalam Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus (2015), pertemuan kedua sahabat tersebut terjadi sekitar seminggu sebelum Gus Dur berpulang atau wafat. Gus Dur memang kerap mampir di kediaman Gus Mus. Pertemuan terakhir dengan Gus Mus di Leteh, Rembang itu memang sedikit mengundang tanda tanya. Hal itu muncul mengingat Gus Dur masih dalam kondisi sakit. Bahkan, selama 10 hari, Gus Dur sulit makan. Namun, di rumah Gus Mus, Gus Dur justru begitu semangat melahap makanan sederhana yang disediakan oleh Gus Mus dan keluarga. Hal ini membuat Sinta Nuriyah sedikit terkesiap karena selama hampir dua minggu Gus Dur sulit makan. D...

Kisah Al-Zamaksyari Taubat dari Paham Mu'tazilah

Gambar
Terkadang banyak jalan orang untuk berubah, bahkan seorang ulama besar, bukan melalui perdebatan yang panjang, bukan juga melalui tulisan-tulisan kritis, serta bukan melalui ancaman pedang. Contohnya al-Zamakhsyari. Ulama yang terkenal dengan tafsir al-Kasyaf-nya ini bertaubat dari faham mu’tazilah yang mengajarkan bahwa manusia dapat menciptakan perbuatannya sendiri, sebab pengalaman di malam pertama. Aneh, bukan? Mahmud bin Umar bin Muhammad al-Zamakhsyari (467-538 H.) adalah salah satu tokoh ulama yang dalam fikih bermadzhab hanafi. Banyak para ulama di zamannya mengakui ketinggian ilmu beliau. Salah satu karyanya yang fenomenal “tafsir al kasyaf” hingga kini masih menjadi rujukan dalam disiplin tafsir al Qur’an. Mula-mula beliau menganut paham mu’tazilah, bahkan menjadi ikon utama madzhab teologi yang digagas oleh Washil bin Atha’ ini.  Hingga pada akhirnya beliau menanggalkan paham mu’tazilah untuk kemudian menganut paham assawad al-a’dzam, Ahlus Sunnah wal jamaah. Beri...

Kain Kafan Yesus

Gambar
Oleh Kang H Idea Kain Kafan Turin adalah kain yang diklaim sebagai pembungkus tubuh Yesus setelah dia diturunkan dari salib dan dikiburkan. Kain ini mulai muncul dalam sejarah di abad XIV, kemudian terus dipercaya seperti klaim tadi. Kain berukuran sekitar 4,4 x 1,1 meter ini dipenuhi bercak darah yang diklaim merupakan darah Yesus. Dibagian kepala terlihat bekas lelehan darah, yang lagi-lagi diklaim sebagai lelehan darah dari kepala Yesus, akibat pemasangan mahkota berduri di kepalanya. Kain ini jadi lebih menghebohkan ketika pada abad XVII kain ini dipotret. Potret itu memunculkan wajah manusia berkumis dan berjenggot, yang diduga merupakan wajah Yesus. Kain ini dianggap sebuah bukti bahwa Yesus memang pernah hidup, disalib, dan benar-benar dibangkitkan. Banyak penelitian ilmiah melibatkan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, untuk meneliti dan merekonstruksi proses penyaliban. Dari hasil penelitian itu disimpulkan bahwa jejak-jejak yang ada pada kain itu cocok dengan gambar...

Kisah Cinta Nabi Yusuf dan Zulaikha

Gambar
Oleh: Gus Yusuf Suharto Pernikahan adalah ikatan yang kuat (mitsaqan ghalidza), perjanjian jiwa raga untuk menyatu dalam interaksi halal antara dua insan berbeda jenis dalam naungan cinta. Agar terwujud mawaddah wa rahmah, ustadz atau Kiai dalam walimah pernikahan biasanya mengucapkan doa اللهم ألف بينهما كما ألفت بين آدم وحواء، وألف بينهما كما ألفت بين يوسف وزليخا، وألف بينهما كما ألفت بين علي ابن طالب و فاطمة الزهراء، وألف بينهما كما ألفت بين سيدنا محمد وخديجة الكبرى "Ya Allah, satukan, lembutkan hati mereka berdua seperti Engkau menyatukan Adam dan Hawa, seperti Yusuf dan Zulaikha, seperti Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra, seperti Sayyidina Muhammad dan Sayyidah Khadijah al-Kubro." Di antara tiga nabi dalam doa tersebut, yang dikisahkan cintanya dalam Quran hanya Nabi Yusuf. Dalam Quran tak ada kisah nabi yang diurai dalam satu surat secara lengkap, kecuali kisah Nabi Yusuf alaihi salam. Dalam surat Yusuf, memang tidak disebutkan siapa nama istri dari...