Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Hadits

Benarkah Masjid Sebagai Tempat yang Selamat dari Corona?

Oleh Kiai Ma'ruf Khozin Saya tidak menolak kebenaran sabda Nabi dalam hadis-hadis di bawah ini. Tapi saya ingin mendudukkan hadis secara proporsional berdasarkan pemaparan para ulama ahli hadis. Jika hadis ini terus disebarkan bahwa masjid adalah tempat selamat dari virus Corona padahal sudah banyak bukti ada beberapa masjid yang jama'ahnya tertular Corona, lalu siapa yang hendak disalahkan? Apakah Sabda Nabi? Jangan begitu, fren. Tidak ada yang salah dengan Nabi, mungkin kita yang salah dalam menafsirkan hadis-hadis Nabi. Saya setuju dengan jawaban ulama Ahli Hadis Syekh Abdurrauf Al-Munawi bahwa ketika bencana itu sedikit maka orang-orang yang rajin ke masjid akan diberi keselamatan. Tapi jika bencana itu rata maka siapapun bakal kena (uraiannya ada di poin hadis no. 4) Berikut beberapa hadis yang dijadikan landasan dan statusnya: 1. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rosululloh ﷺ bersabda: إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأ...

Benaekah Kalimat "Man Arafa Nafsahu" Ungkapan Hadits?

Salah satu ungkapan yang sangat masyhur di kalangan praktisi tasawuf Islam dari dahulu hingga sekarang adalah man arafa nafsahu arafa rabbahu. مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه Artinya, “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.” Banyak yang mempertanyakan otentisitas ungkapan tersebut sebagai hadits Nabi. Benarkah ia sebuah petuah yang langsung disampaikan oleh Nabi SAW atau sebatas kata-kata hikmah seorang ulama yang kemudian dinisbahkan kepada Nabi SAW? Lalu bagaimana pula dengan pemaknaannya, apa relasi antara mengenal diri sendiri dan mengenal Tuhan? Sejauh mana pengenalan seseorang terhadap dirinya bisa mengantarkannya untuk mengenal Tuhannya? Beberapa pertanyaan ini akan dijabarkan dalam tulisan sederhana ini. Sejumlah sarjana seperti Imam An-Nawawi, Ibnu Taimiyah, Az-Zarkasyi, Ibnu Athaillah, dan lain-lain telah melakukan penelitian serius terkait ungkapan tersebut. Pendapat mereka diracik secara apik oleh Imam As-Suyuthi dalam kar...

Al-Mahdi, Khalifah Akhir Zaman

Oleh Kiai Yusuf Suharto Barangkali ada di antara kaum muslimin yang bertanya-tanya, bagaimanakah kepemimpinan  sebelum zaman al-Mahdi itu? Penuh keadilan atau justru kezaliman? Dalam al-Mustadrak 'ala -as-Shahihayn, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits dengan judul Babu Ma Jaa fi al-Mahdy باب ما جاء في المهدي 2230 حدثنا عبيد بن أسباط بن محمد القرشي الكوفي قال حدثني أبي حدثنا سفيان الثوري عن عاصم بن بهدلة عن زر عن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تذهب الدنيا حتى يملك العرب رجل من أهل بيتي يواطئ اسمه اسمي قال أبو عيسى وفي الباب عن علي وأبي سعيد وأم سلمة وأبي هريرة وهذا حديث حسن صحيح Artinya, “Dari Abdullah (bin Masud) berkata, Rasulullah  bersabda, “Tidak hancur dunia (kiamat) hingga menguasai Arab seorang laki-laki dari keturunanku, yang namanya sama dengan namaku.” (HR. At-Tirmidzi, 2230). Dalam banyak hadits digambarkan bahwa masa sebelum Al-Mahdi itu adalah masa yang penuh kezaliman, kesewenangan, dan perebutan kekuasaan. Hadits di bawah ini me...

Memahami Bunyi Hadits "Tidak Ada Penyakit yang Menular"

Ada banyak cara untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19 yang kian mengancam Indonesia. Syaratnya, cuma butuh kerelaan dan komitmen bersama demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang kembali sehat dan tanpa kecemasan seperti hari-hari sebelumnya. Pemerintah, instansi terkait, bahkan tokoh agama sudah mengimbau jauh-jauh hari untuk lebih banyak berdiam diri di rumah. Perkantoran dan lembaga-lembaga pendidikan pun menerapkan opsi merumahkan karyawan dan peserta didik untuk mengerjakan segala tanggung jawabnya di rumah. Banyak hadits Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjelaskan anjuran dan sikap terhadap wabah atau penyakit menular. Yang paling masyhur adalah instruksi Rasulullah kepada umatnya agar tidak memasuki sebuah wilayah yang sedang terserang wabah. Begitu pun sebaliknya, orang-orang yang berada di daerah tersebut, tidak disarankan untuk keluar demi mencegah persebaran penyakit yang memungkinkan kian parah. Wabah juga pernah terjadi pada masa Ra...

Alasan Kebolehan Meninggalkan Shalat Jamaah

Seorang laki-laki boleh meninggalkan shalat berjamaah di masjid atau mushalla karena beberapa halangan berikut ini : 1. Karena hujan yang menyusahkan perjalanan ke tempat berjamaah عَنْ جَابِرٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى سَفَرٍ فَمُطِرْنَا فَقَالَ لِيُصَلِّ مَنْ شَاءَ مِنْكُمْ فِى رَحْلِهِ Dari Jabir ia berkata : Kami berangkat bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan, kemudian hujan mengguyur kami, lalu beliau mengatakan; Siapa diantara kalian yang hendak shalat, hendaknya dikerjakan di persinggahannya. (H. R. Muslim no. 1636, Ahmad 14720 dan lainnya) 2. Karena angin kencang عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ أَذَّنَ بِالصَّلَاةِ فِي لَيْلَةٍ ذَاتِ بَرْدٍ وَرِيْحٍ فَقَالَ أَلَا صَلُّوْا فِي الرِّحَالِ ثُمَّ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ الْمُؤَذِّنَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةٌ بَارِدَةٌ ذَاتُ مَطَرٍ يَقُوْلُ أَلَا صَلُّوْا فِي الرِّحَالِ Dari Nafi' bahwa Ibnu Umar pernah mengumandangkan adza...

Apakah Semua Hadits tentang Puasa Rajab Berstatus Palsu?

Oleh Suryono Zakka Tidak semua hadits yang berkaitan tentang puasa rajab berstatus palsu. Memang ada yang palsu, ada yang dha'if dan tentunya ada yang shahih. Hadits yang palsu menurut kelompok anti puasa rajab (namun dihukumi dha'if oleh Ibnu Hajar Al-Haitami) adalah sebuah hadits yang berbunyi: رجب شهر عظيم يضاعف الله فيه الحسنات فمن صام يوما من رجب فكأنما صام سنة ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه سبعة أبواب جهنم ومن صام منه ثمانية أيام فتح له ثمانية أبواب الجنة ومن صام منه عشر أيام لم يسأل الله إلا أعطاه ومن صام منه خمسة عشر يوما نادى مناد في السماء قد غفر لك ما مضى فاستأنف العمل ومن زاد زاده الله “Bulan Rajab adalah bulan yang agung, Allah akan melipatkan kebaikan pada bulan itu. Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka seakan-akan ia berpuasa selama satu tahun. Barang siapa yang berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka akan ditutup tujuh pintu api neraka jahanam darinya. Barang siapa yang berpuasa delapan hari pada bulan itu, maka akan dibukakan ...

Ciri-Ciri Kelompok Radikal Menurut Sabda Nabi

Gambar
Nabi Muhammad Ungkap Ciri-ciri Muslim Radikal, dari Jidat Hitam, Celana Cingkrang, dan Kepala Plontos Sudah menjadi fakta sejarah, bahwa empat hal ini: kepala plontos, jidat hitam, jenggot panjang dan celana cingkrang dianggap menjadi ciri-ciri muslim radikal, meskipun ada muslim non-radikal yang juga memilikinya. Anggapan itu terbentuk jauh sebelum ada Khawarij sebagai cikal-bakal kelompok muslim radikal, karena ciri-ciri itu sudah disinyalemenkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Oleh karenanya, penulis telah menceramahkannya dalam berbagai forum di tengah masyarakat sebagai gerakan deradikalisasi, gerakan menangkal faham radikalisme yang jika dibiarkan bertumbuhkembang akan mengancam eksistensi faham Ahlussunnah Waljamaah dan keutuhan NKRI. PERTAMA : KEPALA PLONTOS Jika maksud dan tujuan berkepala plontos untuk syiar agama atau menganggap hal itu sebagai ibadah, seperti yang dilakukan para pendeta Budha, maka ini termasuk perbuatan bid’ah. Demikian juga jika menjadikan...

Hadits Palsu tentang Siksaan Karena Rambut

Gambar
Banyak beredar kisah yang diriwayatkan sebagai berikut: Imam Ali menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah Saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah Saw menangis. Beliau Saw menjawab, “Pada malam aku di-isra’- kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya. .... Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah perempuan yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki bukan muhrimnya. .... (Masih panjang riwayat ini yang isinya penuh dengan berbagai azab siksa untuk perempuan) Pertanyaan pertama: terdapat di kitab hadits apa saja riwayat ini? Jawabannya: riwayat di atas tidak terdapat di dalam 9 kitab hadits utama (kutubut tis’ah) yang dipercaya otoritasnya oleh ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Saya lacak juga di kitab sekunder semisa...

10 Tanda Kiamat Menurut Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari

Gambar
Menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari tanda-tanda dekatnya hari kiamat banyak sekali. Berikut adalah ulasannya: 1. Tidak adanya orang yang membantu dan menolong (urusan) agama. Hal itu merupakan (makna) sabda Nabi Muhammad SAW: يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ “Akan datang kepada manusia suatu masa di mana orang yang sabar di antara mereka terhadap agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik ra). 2. Ada banyak ahli ibadah yang bodoh dan ahli baca Al Quran yang fasik Tanda tersebut terdapat dalam hadis: يَكُوْنُ فِيْ آخِرِ الزَّمَانِ عِبَادٌ جُهَّالٌ وَقُرَّاءٌ فسقة “Pada akhir zaman kelak akan ada banyak ahli ibadah yang bodoh dan ahli qiroat (pembaca Al-Qur’an) yang fasik. (diriwayatkan dari Anas ra oleh Abu Nuaim dalam Hilyatul Auliyaa dan juga Al-Hakim dalam Al-Mustadrak) 3. Saling Berbangga dalam urusan masjid Tanda lainnya ialah: لاَ تَقُومُ السَّاعَ...

Memahami Hadits tentang Mandi Besar

Gambar
Oleh: Dr. Ali Imron, S.Th.I., M.A. Hadis pertama:  عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: " كَانَ رَسُولُ اللَّهِ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ غَسَلَ يَدَيْهِ وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ، ثُمَّ يُخَلِّلُ بِيَدِهِ شَعَرَهُ حَتَّى إِذَا ظَنَّ أَنَّهُ قَدْ أَرْوَى بَشَرَتَهُ أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ، وَقَالَتْ: كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ نَغْرِفُ مِنْهُ جَمِيعًا " 264. Dari ‘Aisyah, ia  berkata,: “Adalah Nabi Rasulullah Saw. Jika mandi janabat, beliau mencuci tangannya, lalu berwudlu’ sebagaimana wudlu’ untuk shalat. Kemudian mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga bila telah yakin merata mengenai dasar kulit kepalanya Beliau mengguyurkan air ke atasnya tiga kali. Lalu beliau membasuh seluruh badannya”. ‘Aisyah berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah Saw. Dari satu bejana dimana kami saling mengambil (menciduk) air bersama”. (HR Bukhari) ...

Apakah Semua Musik Haram?

Gambar
Oleh Suryono Zakka Kita sepakat bahwa jika musik diikuti dengan lirik yang mengajak kepada kemaksiatan atau ditampilkan dengan biduan yang mengumbar syahwat maka haram untuk didengar dan ditonton. Bagaimana jika ditampilkan dengan lirik atau nyayian yang mengajak kebaikan bahkan untuk dakwah? Bagi kelompok Wahabi, semua jenis musik haram tak peduli walaupun musik itu diisi dengan lirik yang mengajak kebaikan atau dakwah. Menurut mereka, semua musik mengajak kepada kelalaian dan melupakan ibadah jadi hukumnya mutlak haram. Sedangkan bagi kelompok Aswaja seperti NU, boleh atau tidak musik bisa dilihat dari substansi. Jika musik diikuti dengan lirik yang mengandung nasehat dan kebaikan maka boleh. Hadits yang menjadi andalan Wahabi untuk mengharamkan musik diantaranya hadits yang teks panjangnya berbunyi: وقال هِشامُ بن عَمار حدَّثنا صَدَقةُ بن خالد حدَّثنا عبدُ الرحمنِ بن يزيدَ بن جابرٍ حدَّثنا عطيةُ بن قيس الكلابيُّ حدَّثنا عبد الرحمن بن غَنْم الأشعريُّ قال: حدثني أبو عامر ـ ...

Makna Hadits Yufaqqihu Fiddin

Gambar
Oleh Kiai Achmad Ishomuddin Untuk menerjemahkan suatu hadits, apalagi ayat al-Qur'an, ternyata tidaklah sederhana dan mudah, sesederhana alam pikiran kalangan awam yang otodidak belajar agama dengan hanya membaca buku-buku terjemah al-Qur'an dan al-hadits. Berbeda dengan para santri di banyak pondok pesantren yang belajar agama secara langsung  di bawah bimbingan para kyai (ulama) yang menguasai referensi kitab-kitab kuning berbahasa Arab tanpa tanda baca itu. Sebagai sekedar contoh, untuk memahami sabda Rasulullah di bawah ini, من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين Teks hadits tersebut adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Para santri berdasarkan analisis kebahasaannya yang pelik mampu memahami, bahkan lengkap dengan alasan dan argumentasinya, bahwa kata "man (من)" adalah "syartiyyah (شرطية)", sedangkankan kata  "yurid (يرد)" adalah "fi'il al-syarth (فعل الشرط)" de...

Benarkah Cingkrang Simbol Keislaman?

Gambar
Oleh Suryono Zakka Bagi kaum pemuja teks seperti Wahabi, salah satu ciri simbol keislaman adalah bercelana cingkrang. Siapa yang tidak cingkrang maka belum dianggap Islam atau tidak sempurna keislamanannya. Siapa yang isbal (tidak cingkrang) maka dianggap sebagai kaum kuffar atau tasyabbuh bil kuffar (menyerupai kaum kafir). Sangat tidak tepat jika simbol keislaman hanya sebatas cingkrang sebab keislaman seseorang tidak ada kaitannya dengan celana cingkrang. Keislaman seseorang adalah dengan melaksanakan rukun Islam. Tidak cingkrang bukan berarti menyebabkan gagalnya keislaman seseorang. Kesalahan Wahabi dalam memahami hadits sehingga menelan hadits mentah-mentah akibatnya memuja cingkrang dan asal cap kafir yang tidak cingkrang. Inilah pemahaman dangkal dan semangat menggebu-gebu mendakwahkan Islam namun pengetahuan cekak. Agar tidak gagal paham, Wahabi perlu memahami hal ini: 1. Perintah cingkrang memiliki illat yakni jika disertai sikap sombong maka jika tidak cingkrang...

Keabsahan Adzan Saat Bayi Lahir

Gambar
Oleh M.Ulil Albab Djaluddin (Alumni Al Falah Ploso) Apakah benar adzan di luar waktu salat adalah bidah ? Lalu bagaimana dengan adzan yang dilakukan saat istri melahirkan anak ? Pada dasarnya Adzan memang diperuntukkan memberi tahu masuknya waktu salat. Namun dalam beberapa keadaan diperbolehkan adzan. Seperti dalam hadis berikut : ... فَإِذَا تَغَوَّلَتْ لَكُمُ الْغِيْلَانُ فَنَادُوْا بِالْأَذَانِ ... (أخرجه النسائى فى الكبرى رقم 10791 وأبو يعلى رقم 2219 ، قال الهيثمى (3/213) : رجاله رجال الصحيح) “Jika ada yang kerasukan jin/syetan maka kumandangkanlah adzan”. Al-Hafidz al-Suyuthi menyampaikan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Nasai dalam Sunan al-Kubra (No 10791) dan Abu Ya’la (no 2219). Ditegaskan oleh al-Hafidz al-Haitsami (3/213): “Para perawinya adalah perawi hadis sahih” (Jami’ al-Ahadits 14/279) Juga terdapat atsar dari Amirul Mu’minin : قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ : إِذَا تَغَوَّلَتْ لِأَحَدِكُمْ الْغِيْلَانُ فَلْيُؤَذِّنْ فَإِنَّ ذَلِكَ لَا يَضُرُّهُ (دلائل...

Tiga Kelompok yang dibenci Rasulullah

Gambar
Dalam Kitab Riyadhush-Shalihin, Imam an-Nawawi menukil sebuah hadis yang diriwayatkan Imam At-Turmudzi dari Jabir RA. Pada suatu kesempatan, Nabi SAW berkumpul dgn sahabatnya, lalu memberi petuah yg menggetarkan hati. “Sesungguhnya, yg paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat adalah orang yg paling baik akhlaknya. Dan, sungguh yg paling aku benci di antara kalian dan paling jauh duduknya denganku pada Hari Kiamat adalah al-tsatsaruun dan al-mutasyaddiquun serta al-mutafaihiquun," sabda Rasulullah SAW. Lalu para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, Kami mengerti al-tsartsaruun dan al-mutasyaddiquun. Tapi, siapakah al-mutafaihiquun itu?” Beliau SAW menjawab, “al-mutakabbiruun." Melalui hadis ini, Nabi SAW hendak mengingatkan umatnya akan tiga perkara yg paling dibencinya karena termasuk akhlak al-mazmumah (perilaku buruk) yakni: Pertama, al-tsartsaruun (orang yg banyak celoteh dan suka membual). Golongan pertama yg di...

Bid'ah Hasanah yang dilakukan Umar bin Khattab

Oleh: M. Asnawi Ridwan Khodim: pon. PES. Fashihuddin kupu Bombay pasir putih sawangan depok Bid’ah terbagi menjadi dua, yakni bid’ah hasanah dan bid’ah sayyiah. Rumusan ini sangat bertolak belakang dengan pemahaman yang dikembangkan oleh golongan aliran wahabi. Mereka punya persepsi, bahwa setiap model ibadah yang tidak ada percontohan dari Rasulullah saw. adalah bid’ah sesat dan pasti masuk neraka. Banyak cara untuk meng-counter persepsi wahabi tersebut. Diantaranya adalah dengan menggali sejarah tentang para sahabat yang pernah atau sering mencetuskan bid’ah hasanah. Pada kesempatan kali ini, saya mencantumkan sejarah sayyidina Umar bin Khaththab ra. Sang pelopor pelaksanaan shalat taraweh secara berjamaah. Sejarah mencatat, Rasulullah untuk pertama kali mengerjakan shalat taraweh pada tahun pertama hijriah. Tertuang dalam hadits riwayat Bukhari – muslim berikut ini: أن النبي صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم صلى في المسجد فصلى بصلاته ناس، ثم صلى من القابلة فكثر الناس، ثم اجتم...

Bagaimana Mewujudkan Islam yang Baik?

‎حدثنا عمرو بن خالد قال حدثنا الليث عن يزيد عن أبي الخير عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما أن رجلا سأل النبي صلى الله عليه وسلم أي الإسلام خير قال تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف ‎‏(HR Bukhari- Muslim) Ada yg bertaya kepada Nabi: Islam manakah yg lebih baik? Nabi menjawab: memberi makan dan memberi salam baik kepada orang yang kamu kenal atau tidak. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim. Ini Hadits sahih. Memberi makan adalah salah satu bentuk kepedulian sosial. Dalam bahasa yg lebih umum, Nabi menekankan kepada saling menolong untuk kesejahteraan masyarakat. Mereka yg lapar akan mudah tergoda berbuat kejahatan. Maka tugas kita adalah bagaimana menciptakan kesejahteraan sosial. Pesan kedua dari Nabi adalah memberi salam. Salam adalah simbol penghormatan, kasih sayang dan perdamaian. Selain meningkatkan kesejahteraan, Nabi menekankan utk menjaga kehormatan dan perdamaian masyarakat. Keduanya saling berkaitan erat. Frase terakhir dari pesan Nabi juga a...