Postingan

Menampilkan postingan dengan label Humoria

Sarung dan Maqashid as-Syari'ah

Gambar
Kenapa sarung telah menjadi budaya Nusantara dan tetap sesuai dengan Syari’ah? Itu karena meski tidak ada dalam al-Quran dan Hadits, sarung sesuai dengan 5 hal pokok yang menjadi tujuan pensyariatan hukum Islam. 1. Hifz ad-din: Menjaga agama (menutup aurat dan cocok untuk ibadah) 2. Hifz an-Nafs: Menjaga diri (sehat, bersih dan nyaman dipakai) 3. Hifz al-Aql: Menjaga akal (cocok juga dipakai saat belajar atau mengajar) 4. Hifz an-nasl: Menjaga keturunan (gak sembarangan buka sarung) 5. Hifz al-mal: Menjaga harta (harga terjangkau dan cocok dipakai nongkrong sambil ngopi). Nah, ternyata pakai sarung itu syar’i kaaann 😄 Tabik, Nadirsyah Hosen

Gus Dur Sengaja Tertipu

Gambar
Gus Dur dan Gus Mus sedang mengobrol berdua ketika seseorang datang dengan wajah memelas. Orang itu mengadu dan berkeluh-kesah panjang-lebar kepada Gus Dur. Gus Mus tidak perlu menggunakan kecerdasannya untuk menandai bahwa segala omongan orang itu bohong belaka. Maka Gus Mus pun jadi kaget sendiri ketika ujung-ujungnya orang memelas itu minta uang. Gus Dur tanpa ragu-ragu serta-merta memenuhinya dan memberikan uang dalam jumlah yang cukup banyak. "Kok dikasih to, Gus?" Gus Mus menggugat setelah orang itu berlalu, "wong omongan dia jelas-jelas bohongnya gitu kok!" "Justru karena bohong itu, perlu dikasih", Gus Dur berkata ringan, "Dia nekad bohong itu kan sangking butuhnya. Kalau tidak bohong berarti tidak terlalu butuh." Sumber: nu.or.id

Ketika Seorang Ustadz Memboikot Produk China

Gambar
Saking bencinya pada China, seorang ahli agama bilang ke istrinya : "Umi nanti malam Ane mau ngajak teman-temanku ke rumah mau bicarain DEMO ke Kedubes China. Ane minta di rumah ini JANGAN ADA barang yang Made In China!" Katanya tegas sambil melotot. Perintahnya itu untuk menunjukkan bahwa dia sangat konsisten untuk memerangi China yang sudah sewenang-wenang terhadap muslim Uighur itu. Dan ia akan mengajak umat untuk MEMBOIKOT semua produk buatan China. Malamnya ketika sampai dirumah dengan rombongan temannya, ia kaget melihat jendela, pintu, hilang. Bahkan semua perabot gak ada sama sekali, mulai dari Lampu, Televisi, Karpet gak ada, semua kosong melompong! Tiba-tiba ia kaget setengah hidup, saat muncul istrinya  telanjang bulat menyambutnya. "Umi! Apa-apaan yang kau perbuat ini! Ane hanya menyuruh membuang produk buatan China, kok malah rumah habis-habisan, bahkan bugil, udah BAHLUL ya?!" Bentak suaminya menahan amarah. Sang istri dengan tenang menja...

Saat Poros Tengah (Amin Rais) 'dikadali' Gus Dur

IPNU dan PMII adalah organisasi sayap NU di ranah kepelajaran, kepemudaan, dan kemahasiswaan, meski yang satu hubungannya adalah struktural dan yang lainnya ideologis. Keduanya adalah keluarga besar NU, ibarat santri kepada kiainya. Sebagai bagian dari keluarga besar NU, tentu kebijakan kedua organisasi kepemudaan (OKP) ini tak akan bertentangan apalagi melawan orang tua mereka. Kultur ketakziman orang muda terlebih santri kepada orang tua: ulama atau kiai, begitu kental di NU dan dunia pesantren, sampai saat ini.   Namun ada yang aneh di akhir-akhir Gus Dur menjabat sebagai ketua umum PBNU. Hal ini pernah diceritakan oleh almarhum KH Bukhori Masruri (alias Abu Ali Haidar) Semarang, pencipta lagu-lagu Nasida Ria yang melegenda itu, dalam suatu ceramahnya.  Waktu itu, bangsa Indonesia akan memilih pemimpin baru. Poros Tengah yang dikomandani oleh Amien Rais mengusulkan nama Gus Dur sebagai calon Presiden Republik Indonesia.   Tak lama berselang, ada demo yan...

Nasehat Sang Kiai untuk Santri Jomblo

Santri : Kyai, beri saya nasehat. Saya sedang mencari jodoh. Kyai : Jangan cari wanita yang dimana tiga hal ini berkumpul dalam satu orang tersebut : kecantikan, kesalehan, dan kekayaan. Santri : Lho, kenapa kyai? Bukankah tiga hal itu adalah kebagusan semua? Kyai : Karena bila tiga hal ini berkumpul dalam satu orang, pasti dia sudah ada yang punya, kalaupun belum ada yang punya yang antri itu banyak. Jadi kasihan kamunya. Santri : Inggih Yai, terima kasih nasehatnya 😞😞

Serba Serbi Kaum Santri

Gambar
Pesantren selalu memiliki sisi unik yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lain. Selain menjadi tempat belajar, pada umumnya lingkungan pesantren membina santri untuk prihatin dalam kehidupan sehari-hari dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Para pejuang dan pahlawan nasional pun banyak berasal dari kalangan santri. Sebut saja, K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, dan lain sebagainya. Sehingga wajar saja bila Presiden Joko Widodo meresmikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Di balik itu semua, ternyata santri memilik perilaku dan banyolan-banyolan kocak yang mungkin dapat membuat Anda tertawa terkencing-kencing. Bagi Anda yang pernah nyantri, mungkin ini menjadi sebuah nostalgia mengenang kelakuan-kelakuan kocak Anda atau teman Anda di pesantren dulu. 1. Tidurnya Seperti Ikan Pindang Dijemur Karena sudah biasa prihatin, santri putra maupun putri tidur di mana pun tidak menjadi masalah. Tidur tanpa bantal tebal, guling besar, dan kasur empuk sudah menja...

Kisah Hadratusy Syeikh KH. Hasyim Asy'ari dan Santri Abu Nawas

Gambar
Tiap - tiap Pesantren , punya ciri khas sendiri - sendiri , dan keunikan yang berbeda - beda , dengan santri yang beragam warna nya , dan yang aneh tapi nyata , tidak semua santri yang jadi orang besar itu anak yang dulu nya mempeng Belajar nya , Memang Pada kenyataan nya bahwa santri yang dulu nya Nakal ,Bandel ataupun mbejijat pun dikemudian hari banyak yang menjadi orang Besar dan Bermanfaat . Salah satunya seperti di Ceritakan oleh Kiai Ahmad Muwafiq,  di Pucung, Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, 6 Januari 2017: Mbah Hasyim punya santri bernama Sulam Syamsun, yaitu ayah dari Munyati Sulam, penyiar  TVRI yang biasanya qira’ah , Sulam Syamsun ini adalah santri yang tergolong bandel. Saking bandelnya, ia sampai memiliki banyak hutang. Pada suatu waktu pasca lebaran, Sulam tidak berani kembali ke pondok. Ia pun berkirim surat kepada kiainya, KH Hasyim Asy’ari yang kurang lebih isinya: Teruntuk Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Ini saya ayahanda Sulam, Mengabarkan, bahwa...

Dialog Santri dengan Kaum Penthol Korek tentang Islam Nusantara

Gambar
PENTHOL KOREK : kami menolak Islam Nusantara, islam ya islam ga pake nusantara SANTRI : anakmu sekolah dimana PENTHOL KOREK : SD Islam Terpadu SANTRI : hahaha PENTHOL KOREK : kok ketawa SANTRI : Islam kok pake Terpadu, islam ya islam PENTHOL KOREK : hmmm itu Islam Kaffah SANTRI : hahahaha PENTHOL KOREK : kok ketawa lagi SANTRI : malah Islam pake Kaffah, islam ya islam PENTHOL KOREK : itu cuma istilah SANTRI : Islam Nusantara kan juga istilah, kok sewot PENTHOL KOREK : Ngibrit lari Sambil Ngomel2 Sampai Mulutnya Berbusa2😁😀 ---------- Note : Banyak sekolah dengan nama IT yang dikelola oleh simpatisan IM ataupun PeKS.

Menguak Gajah Mada sebagai Pahlawan Muslim

Gambar
Al Fatih GAJ (Ghufron Awaluddin Jamal) Ahmada alias Patih Gajah Mada adalah panglima perang dari Sultan Hajj Zam al Farouq (Hayam Wuruk) yang pernah mengucapkan Mubahalah Al-Fallava (Sumpah Palapa) di  negeri Majd al Wahid (Majapahit). Ternyata kekhalifahan sudah ada di Indonesia sejak jaman dulu. Begitu juga Ken Arok pendiri kerajaan Singhasari sebenarnya juga adalah muslim yang bernama Ken Arrokhman. Mpu Sendok pendiri kerajaan Medang itu sebenarnya juga bernama Abu Gharfu. Raja Syailendra, pendiri Candi Borobudur (sebenarnya adalah masjid Bahlul Al Bhudur) juga sebenarnya seorang muslim yang bernama Syaikh al Handra. Saat itu beliau kongsi dengan Nabi Sulaiman dalam mega proyek pembangunannya makanya sekarang di Jogja ada kota yang namanya Sleman (dari kata Sulaiman). Lebih jauh lagi ternyata Tunggul Ametung sebenarnya juga adalah leluhur sekaligus tokoh sejarah pelopor FPI purba yang nama aslinya adalah Dzun Ghul al Fentung..... Pendiri kerajaan Majapahit yaitu Raden Wij...

Asal Usul Kata Mudik dan Maknanya

Gambar
Mudik itu asalnya Mudikkun, merupakan isim fail dari adakka-yudikku yang artinya orang yang menggaruk-garuk. Kenapa pulang kampung disebut mudik, karena setelah dapat 2 hari di kampung dan saat mau balik ke kota harus menggaruk kepala alias sangunya habis. Mudik itu butuh Dana. Kata Dana itu fiil madhi, دان yang artinya dekat. Maka dg Dana, yang jauh jadi dekat. Tapi bentuk masdarnya Dana adalah lafadz Dainan yg artinya Utang. Maka hati2 dg Mudik Jika dana habis, maka bisa berhutang dan kalo gak bisa bayar, akan garuk2 kepala lagi.

Dialog Kang Umar dan Akhi Abu tentang Tasyabbuh

Gambar
Abu : mar kamu katanya islam koq masih 7 harian di kematian itu namanya Tasabuh , kamu tahu gak 7 40 100hr itu ajaran budha. Umar : masak kang , kalo begitu budha itu termasuk islam dong Abu : kamu ngaco budha hindu itu kafir blog. Umar : masak kafir tahlilan bukankah tahlil itu kalimat tauhid. Abu : bukan tahlilnya tapi acaranya , barang siapa tasyabbuh maka ia bagian darinya.. Umar : aku malah jadi bingung kang Abu : ya karna kamu goblog Umar : kang nabi lahir itu abu jahal sudah ada belum Abu : ya sudah to dia paman nabi Umar : abu jahal islam kang? Abu : kafir jahiyah Umar : kenapa nabi berjubah kayak abu jahal kang apa nabi tasabuh juga ? Abu : e e e e itu urusan dunia masalah pakaian.. Umar : kalo urusan dunia tiDak tasabuh ya Abu : ya ... Umar : boleh gak kang aku pake daster. Abu : haram itu menyerupai cewek Umar : tapi ini urusan dunia kang katanya bukan tasabuh... Abu : dah kamu ngeyel mojokin aku aja, ini masalah tahlil 7 hari ini ibada...

Mendoakan Orang Mati Hukumnya adalah Haram

Seorang ustadz muda lulusan PUTM yang baru saja pulang dari kuburan kedatangan seorang mahasiswa dari kampus negeri ternama di Jogja,  yang hendak mengajak berdebat. Dengan gaya mengetes, si mahasiswa bertanya, “Ustadz, apa hukum mendoakan orang mati?” “Haram!” kata sang Ustadz Si pemuda tersenyum sinis. Dia sering mendengar kalau orang lulusan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah memang anti bid'ah. Maka dia tidak kaget dengan jawaban itu. Ia pun dengan senyum mengejek berkata “Karena bid'ah ya ustadz?” Sang ustadz sambil menatap sang mahasiswa berkata, "Bid'ah dalam masalah ibadah itu jelas larangan agama. Jangan sekali-kali meremehkan larangan itu. Tapi untuk mendoakan orang mati itu jelas haram!" Sebelum sempat disela mahasiswa tadi, Ustadz menambahkan, "Islam mengajarkan, mendoakan orang harus yang baik-baik. Harusnya kita mendoakan orang banyak rezeki, sehat, atau panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu doa buruk. Kare...

Dialog Kang Abu Nawas dan Jamaah Wahabi

Wahabi 1 : Jangan melakukan suatu ibadah yang tidak ada contoh dari Rasulullah saw Abu Nawas : Kalau begitu mulai sekarang anda jangan dengarkan kutbah jum'at yang menggunakan Bahasa Melayu. Wahabi 2 : Semua amalan itu tertolak tidak jika tidak ada contoh dari Rasulullah Abu Nawas : Kalau  begitu mulai sekarang anda jangan lakukan shalat tarawih sebulan penuh di mesjid Wahabi 3 : Islam itu sudah sempurna tak perlu di tambah2 lagi Abu Nawas : Kalau begitu jangan banyak cakap, Islam kan sudah sempurna tak perlu lagi di tambah2 ajaran aneh wahabi, yang tidak pernah ada dalil larangannya jangan anda haramkan. Wahabi 4 : Kubah kuburan wali harus di robohhkan karena berpotensi syirik di sembah2 Abu Nawas : Kenapa hanya kubah kuburan saja yg di rubuhkan, tebang lah  semua pohon didunia, ratakan semua gunung, gua, laut, semuanya juga berpotensi syirik. Wahabi 5 : Tassawuf itu ajaran baru karena tidak ada riwayat Rasulullah pernah menyebut sufi Abu Nawas : kalau begi...

Dialog Sang Kiai dan Ustadz Allahu Akbar

Alkisah ada seorang kiai sedang mengaji di musholla bersama puluhan jamaahnya. Ia memulai mengajinya dengan, "Bismillahirrahmanirrahim. Anjing itu suci, tidak najis." Tiba-tiba lewat seseorang berbaju putih, jenggotnya dua setengah helai, jidatnya hitam, naik motor. Ia mendadak berhenti, seraya berteriak, "Allahu akbarrrr!!! Dasar kiai sesat, ahli neraka!!!" Kiai beserta jamaahnya pun kaget. Ngaji dihentikan, mengira ada orang mendadak kesurupan. Kiai pun dengan tenang bertanya, "Ada apa sampeyan menggangu pengajian kami?" Orang berbaju putih tadi malah membentak, “Dasar kiai sesat, pura-pura tidak bersalah!!!" Dengan nada santai sang kiai bertanya, "Maksud sampeyan?" "Lha tadi sampeyan bilang anjing suci, tidak najis. Dasar kiai murtad, ahli neraka!!!" Bentak orang tersebut. Sejumlah jamaah pengajian hampir mengeroyok orang berbaju putih yang arogan itu, tetapi kiai melarangnya. Dengan nada tenang kiai menjawab, ...

Berkumur-Kumur Membatalkan Puasa

Apakah berkumur-kumur dapat membatalkan puasa? TIDAK, berkumur-kumur dengan air putih sangat dianjurkan apalagi niatnya untuk wudhu, yang membatalkan adalah berkumur-kumur dengan es buah, es kelapa muda, kuah soto,. dsb.. 😄😁 Apakah mencicipi masakan dapat membatalkan puasa? TIDAK, selama tidak ditelan dengan sengaja, tapi... kalau mencicipi masakan sampai habis sepanci penuh, itu baru membatalkan puasa... 🤝🤭 Apakah mencium istri/suami dapat membatalkan puasa? TIDAK, terkecuali mencium istri/suami tetangga... nah itu baru batal... 😆😁 Apakah mimpi basah dapat membatalkan puasa? TIDAK, cukup mandi wajib apalagi sudah masuk waktunya shalat dan bisa dilanjutkan tidur lagi... Tapi saat anda tidur lagi ternyata mimpi lagi (kali ini basah seluruh tubuh), itu berarti anda disiram emak pake air se-ember... makanya bangun, jangan tidur mulu... 👍😄 Apakah benar tidurnya orang berpuasa bernilai pahala? BENAR, asal seperlunya, karna yg terbaik adalah mengisinya dengan...

Ketika Seorang Santri Ngaji Kitab

Seorang santri disuruh baca penggalan redaksi dlm kitab klasik oleh kyainya اماالمأموم فوجبت له نية الجماعة   اهے Kyai (K) : ayo coba kamu baca tong Santri (S) : Ammal ma'mumu fawajabat lahu niyyatul jama'ati.......? Sambil garuk2 kepala K: ko diem tong, terusin dikit lg S: AH K: kyai kagEt.... dan ehemmm (sbg tnda bhwa bacaan si santri salah) S : IH K: ehemmm S: UH K: ehemmm S: AHAY K: ehemmm S: IHIY K: ehemmm S: UHUY K: ehemmm S: pak yai pengin diambilin minum yah...? K: bacamu salah tong, AH IH UH, AHAY IHIY UHUY,,, INTAHA tooooonggggg. 🤣🤣🤣🤣🤣

Saat Gus Dur dan Mbah Hasyim Muzadi Tertawa Bersama

Gambar
Gus Dur dan Kiai Hasyim Muzadi sama-sama pernah menjadi Ketua Umum PBNU dan pernah berbeda pendapat. Ketika keduanya bertemu, tampak begitu kakunya. Padahal dua tokoh tersebut merupakan produsen anekdot atau banyolan yang sangat mumpuni. Untuk menyegarkan suasana, Pak Syairozi (saat itu Ketua LP Maarif NU Jatim) menyampaikan cerita di hadapan keduanya tentang "pujian" sebelum shalat subuh yang dilantunkan di langgarnya KH. Imron Chamzah (Sidoarjo) dengan agak khas. Biasanya, di langgar atau di masjid yang dikelola orang NU, sebelum shalat subuh selalu dibacakan "pujian" yang lafadznya "La ilaha illa anta, ya hayyu ya qoyyum". Tapi di langgarnya Kiai Imron, lain. "Pujian"-nya berbunyi "La ilaha illa “ente”, ya hayyu ya qoyyum". Mendengar cerita Pak Syairozi tersebut, Gus Dur dan Kiai Hasyim Muzadi terpingkal-pingkal. Secara spontan Gus Dur berucap sambil terkekeh, "Wah ternyata di sana warga NU sangat akrab dengan Tuhan. ...

Dialog Imajiner antara Jokowi dan Gus Dur

Gambar
Gusdur : "wi.." Sapa Gus Dur Jokowi : "injih Gus." 😊sambil tersenyum ramah Gusdur : "Kamu kan lg ngadepin HTI supaya negara ini aman to..." Jokowi : "Ya Gus...  Ada masukan Gus" Gusdur :"itu ma urusan gampang Wi... Mereka kan pengin bikin negara islam to.. Ya.. Klo dipikir ini kan kurang ajar.. ga ngikut berjuang memerdekakan bangsa tapi giliran udah merdeka mau bikin negara di dlm negara". Jokowi : "ya Gus... Solusinya gimana?" Gusdur :"ya kamu kan lg mbangun infrastruktur,... alat berat udh komplit, dan pas juga kamu kan lg bikin tol di Jawa  Timur". Jokowi :"Hubunganya dgn HTI apa Gus" Gusdur : "ya ada... Tinggal turutin aja maunya HTI" Jokowi : "Berarti.. Kita nyerahin Pancasila buat di rubah?" Gusdur :"Bukan...." Jokowi : "Lalu..." Gusdur  :"mereka kan mau bikin negara tapi ga punya tanah.. " Jokowi :" Kita serahkan  pulau kita G...

Bedanya NU Zaman Old dengan NU Zaman Now menurut Gus Dur (Diskon 60%)

Gambar
Suatu hari, di bulan Ramadhan. Gus Dur bersama seorang kyai lain (kyai Asrowi) pernah diundang ke kediaman mantan presiden Soeharto untuk buka bersama. Setelah buka, kemudian sholat maghrib berjama’ah. Setelah minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur. Soeharto: “Gus Dur sampai malam di sini?” Gus Dur: “Engga Pak! Saya harus segera pergi ke ‘tempat lain’.” Soeharto: “Oh iya ya ya… silaken. Tapi kyainya kan ditinggal di sini ya?” Gus Dur: “Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.” Soeharto: “Penjelasan apa?” Gus Dur: “Sholat Tarawihnya nanti itu ‘ngikutin’ NU lama atau NU baru?” Soeharto jadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya. Soeharto: “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?” Gus Dur: ” Kalau NU lama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.” Soeharto: “Oh iya iya ya ya… ga apa-apa….” Gus Dur sementara diam. Soeharto: “Lha kalau NU baru?” Gus Dur: “Diskon 60% !” Hahahahahaha…. (Gus...

Ketika Gusdur Berdialog dengan Siswa LKIR

Gambar
Di ruang perpustakaan pribadinya. Sedang terjadi diskusi yang serius antara Gus Dur dengan salah seorang anaknya yang kepingin jadi anggota LKIR. Gus Dur: “Memangnya apa yang bisa kamu sumbangkan untuk LKIR sekolahmu?” Anak: “Sebuah penemuan dari penelitian yang saya lakukan sendiri.” Gus Dur: “Apa itu?” Anak: “Penggabungan (stek) tiga jenis tumbuhan yang sangat berlainan spesiesnya. Dan ternyata berhasil.” Gus Dur: “Apa tiga jenis tumbuhan itu …?” Anak: “Kelapa, singkong, dan tebu.” Gus Dur: (terdiam, sepertinya tidak percaya) “Lalu apa yang terjadi dengan ketiga tumbuhan itu?’ Anak: “Jadi gethuk