Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

Didi Kempot dan Islam Nusantara

Oleh Suryono Zakka Banyak jiwa yang merasakan kepedihan meninggalnya mas Didi sang legendaris. Semua kaget. Terasa begitu cepat Tuhan memanggilnya disaat mas Didi berada dipuncak kesuksesan. Itulah kematian. Kehendak Tuhan. Karir mas Didi memang boleh berhenti namun namanya akan terus tertancap dalam sanubari terutama bagi sahabat ambyar. Mas Didi adalah teladan yang luar biasa. Tak semua mampu meniti jejak sang legendaris. Mas Didi adalah gambaran wajah Islam Nusantara. Beliau adalah muslim yang teguh dengan identitas budayanya ditengah gerusan budaya asing baik itu gelombang Westernisme (pembaratan) maupun Arabisme (pengaraban). Mas Didi mantap dengah bangsa Jawanya, Nusantaraisme. Bukan ingin jadi Barat, bukan pula mabuk Arab. Njawani. Ora ilang Jawane. Disaat kutub Westernisme dan Arabisme saling bertikai, mas Didi telah mencontohkan bahwa menjadi muslim tidak harus kehilangan budaya leluhurnya. Beliau telah memberikan contoh teladan: المحافظة على القديم الصالح والاخذ با...

Karomah Kiai Shaleh Darat

Gambar
Muhammad Shaleh ibn Umar Al-Samarani atau Kiai Shaleh Darat lahir di Desa Kedung Jumbleng, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada sekitar tahun 1820/1235 H. Dalam kitab-kitab yang ditulisnya, dia acap menggunakan nama Syeikh Haji Muhammad Shalih ibn Umar Al-Samarani. Pemberian nama Darat diselempangkan ke pundak beliau karena tinggal di kawasan dekat pantai utara Semarang, yakni tempat berlabuhnya orang-orang dari luar Jawa. Kini, nama Darat tetap lestari dan dijadikan prasasti nama kampung, Nipah Darat dan Darat Tirto. Saat ini kampung Darat masuk dalam wilayah Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara. KH. Shaleh Darat merupakan sosok ulama yang memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Pantai Utara jawa Khususnnya di Semarang. Ayahnya yaitu KH Umar, adalah ulama terkemuka yang dipercaya Pangeran Diponegoro dalam perang Jawa melawan Belanda di wilayah pesisir utara Jawa. Setelah mendapat bekal ilmu agama dari ayahnya, Shaleh kecil mulai mengembara, belajar da...

Biografi Syaikh Ahmad bin Umar Ad-Dayarbi

Oleh Robert Azmi Syaikh Ahmad bin Umar Al-Ghaniimiy al-Azhary as-Syafi’i ad-Dayarbi (di pondok, kondangnya ad-Dayrobi hehe) adalah ulama madzhab Syafi’i yang lahir tahun 1061-1151 H./1651-1738 H. Seorang faqih, ahli ilmu hikmah, dan Azhari (Sebutan bagi mereka yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar Kairo). Kefaqihannya, terbukti dengan banyaknya kitab fiqh karya beliau. Seperti: Ghayatul maqsud limay-yata’attha al-‘uquud, kitab fiqh yang mencakup empat madzhab, Fathul-maalik al-baari penjabar akhir kitab Manhajnya Imam Zakariyya al-Anshari, Ghayatul-maram tentang hukum nikah, Fathul-maalik al-kaarim al-wahhaab sarah Tahrir, dan banyak lainnya. Kecintaannya pada Baginda Nabi shallallahu alayhi wasallam beliau buktikan dengan karyanya; al-Qaulul-muhtar bima yata’allaqu bi abawayyin-Nabiy al-muhtar (Pendapat pilihan yang berhubungan dengan kedua orangtua Nabi terpilih) Selain mengarang banyak kitab dalam fan berbeda. Ada satu kitab beliau yang diakui banyak kala...

Wafatnya Sang Ahli Al-Qur'an dan Pencetus MTQ, KH. Basori Alwi

Oleh : *Rizal Mubit* Senin, 23 Maret 2020 pukul 15.31 Ulama Sepuh KH. Basori Alwi, Pengasuh PIQ Singosari wafat. Berita ini menambah duka masyarakat nusantara. Mari sejenak mendoakan beliau dan kembali mengenang jejak-jejak kehidupan yang bisa diteladani. Beliau Nama lengkapnya adalah Basori Alwi Murtadlo, dilahirkan di Singosari, 15 April 1927, dari dua pasangan yang bernama Kiai Alwi Murtadlo dan Nyai Riawati. Sejak kecil beliau belajar ilmu Al-Qur’an pertama dari ayahnya sendiri, kemudian belajar kepada kakak kandungnya yang bernama kiai Abdul Salam, kemudian dari kiai Yasin Thoyyib (Singosari), kiai Dasuqi (Singosari) kiai Abdul Rosyid (Palembang) ketika beliau masih sekolah Madrasah Aliyah dan mondok di Pondok Pesantren Salafiyah Solo (1946-1949). Sebelum belajar di Salafiyah, beliau sudah mondok di Sidogiri dan Legi di Pasuruan sekitar tahun 1940–1943. Selain belajar di pondok-pondok salaf, beliau juga banyak meluangkan waktu untuk belajar bahasa Arab, belajar pada Ustadz...

Mengenal Imam Madzhab

Ada baiknya kita mengenal para Imam Mazhab seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali yang telah menyusun kitab Fiqih bagi kita semua. 1. Abu Hanifah (Imam Hanafi) Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi (bahasa Arab: النعمان بن ثابت), lebih dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah, (bahasa Arab: بو حنيفة) (lahir di Kufah, Irak pada 80 H / 699 M — meninggal di Baghdad, Irak, 148 H / 767 M) merupakan pendiri dari Madzhab Hanafi. Abu Hanifah juga merupakan seorang Tabi’in, generasi setelah Sahabat nabi, karena dia pernah bertemu dengan salah seorang sahabat bernama Anas bin Malik, dan meriwayatkan hadis darinya serta sahabat lainnya.[3] Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), salat dan seterusnya, yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas, Imam Syafi’i, Abu Dawud, Bukhari, Muslim dan lainnya. http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Han...

Gus Sholah yang Tak Pernah Lelah

Gambar
Oleh Suryono Zakka Namanya Dr. (HC), Ir. KH. Salahuddin Wahid atau dipanggil Gus Sholah. Lahir pada 11 September 1942. Gus sholah adalah adik kandung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ayahnya bernama KH. Wahid Hasyim dan ibunya bernama Nyai Sholehah. Beliau memiliki banyak prestasi diantaranya pernah menjabat sebagai wakil Komnas HAM (2002-2007), ketua PBNU (1999-2004), penulis, anggota ICMI, mengasuh Ponpes Tebu Ireng hingga kapasitas keulamaanya tak diragukan lagi. Juga mulia nasabnya karena cucu dari Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri NU. Militansi Gus Sholah di NU patut diteladani. Beliau sangat gigih memperjuangkan NU. Beliau sangat 'disiplin' dalam mengembangkan dakwah NU. Beliau sangat kokoh dalam menjaga marwah NU dengan semangat khittahnya. Karena kegigihannya, tak jarang pemikiran Gus Sholah berseberangan dengan kakaknya yakni Gus Dur. Jika Gus Sholah lebih ketat dalam mengembangkan dakwah NU maka Gus Dur lebih longgar, dua idealisme yang harmoni d...

Gus Sholah, Tebu Ireng dan Harum Sedap Malam

Gambar
Oleh Muhammad Rodlin Billah Biasanya, terhadap cerita-cerita semacam ini saya sendiri jarang mudah percaya. Apalagi terhadap cerita-cerita yang hanya bersumber dari satu orang. Karenanya saya dapat mengerti bila orang lain mengambil sikap tersebut atas cerita berikut. ----- Gus Sholah terlampau baik hati. Melalui ibu saya, sekitar tahun 2007, beliau mengabarkan kesediaannya menemui empat orang panitia sebuah pelatihan manajemen mahasiswa tingkat fakultas di ITS Surabaya. Dua orang mahasiswi beserta dua orang mahasiswa, salah satunya saya. Kami sudah “gila” sebab memberanikan diri mengundang beliau untuk hadir berbicara hal kebangsaan “hanya” untuk sekitar 20-an peserta pelatihan. Kami yang dari antah berantah, beliau yang tokoh nasional. Ah, yang penting kita dapat sowan beliau meski beliau (seandainya) menolak, batin saya. Lebih "gila" lagi, sebab undangan disampaikan hanya sekitar dua minggu menjelang hari H. Siang itu saya meminjam mobil kijang milik bapak u...

Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani Sang Pakar Dunia

Gambar
Syekh Muhammad Yasin Bin Muhammad Isa Al-Fadani. Beliau merupakan salah satu ulama berdarah Nusantara yang sangat dihormati dan disegani di dunia. Beliau terkenal dengan kepakarannya dalam bidang periwayatan hadits. Bahkan beliau dijuluki sebagai Musnid ad-Dunya atau pakar sanad sedunia. Hal itu bukanlah hal aneh, karena beliau semasa hidupnya pernah berguru pada lebih dari 700 guru yang beliau catat dalam berbagai literaturnya. Julukan lain yang disematkan kepada beliau adalah “Suyuthiyy Zamaanihi” atau Imam Suyuti di zamannya. Julukan tersebut disematkan oleh ahli hadis bernama Sayyid Abdul Aziz Al-Qumari. Semasa hidupnya beliau aktif mengajar di Madrasah Darul Ulum Mekkah dan di Masjidil Haram. Banyak ulama dunia dan nusantara yang secara khusus belajar kepadanya seperti Syekh Ali Jum’ah Mufti Mesir, Syekh Zain Ismail al-Yamani, Sayyid Abdullah Shidiq al-Ghumari, Syekh Muhammad Ali as-Shobuni Damaskus, KH. Idham Chalid, KH. Sahal Mahfudh Pati, KH. Maimun Zubair Rembang, dan K...

Dr. Jose in Memoriam

Gambar
Oleh Dina Sulaeman Kabar duka wafatnya dr Joserizal Jurnalis membuat saya terkenang pada masa-masa berat saya delapan tahun yang lalu. Saat itu, status-status FB saya hanya dilike segelintir orang. Belum punya haters. Sejak lama, saya meminati kajian Timur Tengah dan pembelaan pada Palestina. Jadi, sejak pertama kali saya mengamati konflik Suriah, saya langsung menemukan kaitannya dengan Palestina, Israel, dan AS. Tentu, berbeda dengan banyak orang yang suka teori konspirasi abal-abal, saya selalu menyajikan data sebagai basis argumen. Anehnya, setelah saya menulis soal Suriah (yang menolak narasi 'perang agama' dan membongkar berbagai hoax), mereka yang selama ini seolah paling depan membela Palestina (orang-orang IM dan HTI, di antaranya), justru ngamuk-ngamuk. Mulailah saya diserang dengan berbagai tuduhan keji. Arrahmah dot com, media radikalis yang dibuat oleh klan Abu Jibril kemudian membuat list tokoh Syiah, dan nama saya ada di dalamnya. Kemudian terbukti, mere...

Hukum Memakai Jilbab Menurut Quraish Shihab, Gus Baha dan Bu Shinta

Gambar
Oleh: Arif Rahman Hakim Ibu Nyai Sinta Nuriyah, istri presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau biasa dipangil dengan Gus Dur mengatakan bahwa bagi perempuan muslimah tidak wajib untuk memakai jilbab. Beliau, Ibu Nyai Sinta Nuriyah menyampaikan bahwa masih banyak orang yang keliru mengenai kata jilbab dan hijab. Menurut Ibu Sinta Nuriyah hijab dan jilbab memiliki pengertian yang berbeda, “Hijab itu pembatas dari bahan-bahan yang keras seperti kayu sedangkan jilbab itu bahan-bahan yang tipis seperti kain untuk menutup.” Ibu Sinta Nuriyah mengatakan hal tersebut di chanel Youtube Deddy Corbuzier pada hari Rabu, 15 Januari 2020. Bahwa pengakuan beliau tentang muslimah tidak wajib memakai jilbab karena di dalam Al-Quran ketika dimaknai dengan tepat. Beliau mengatakan “engga juga (semua muslimah harus memakai jilbab), kalau kita memaknainya dengan benar.” Ibu Sinta Nuriyah berusaha mengartikan ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual bukan secara tekstual, dan beliau juga mengakui b...

Karamah Sahabat Umar bin Khattab

Selain sebagai khalifah kedua, pengganti Abu Bakar, Umar bin Khattab merupakan seorang khalifah yang dipercaya memiliki beberapa karamah. As-Suyuthi dalam kitab Tarikh al-Khulafa menyebutkan beberapa karamah sayyidina Umar bin Khatab beserta riwayatnya. Bahkan bisa dikatakan bahwa semua riwayat terkait kisah dan karamah Umar bin Khatab dalam Tarikh Khulafa bersanad sahih dan hasan. Beberapa di antara karamah sayyidina Umar bin khatab, suatu hari, tepatnya di hari Jumat, Umar bin Khatab memimpin khutbah Jumat sebelum pelaksanaan shalat Jumat. Anehnya, ia malah tidak langsung menyampaikan khutbah seperti biasanya. Tiba-tiba ia meneriakkan kata “Ya sariyyatal jabal” sebanyak tiga kali. Para jamaah yang hadir pada saat itu pun merasa aneh. Bahkan ada sebagian orang yang menganggap bahwa Umar sedang gila. Kemudian datanglah Abdurrahman bin Auf menenangkan Umar dan beberapa jamaah shalat jumat yang hadir. Abdurrahman bin Auf mencoba mengklarifikasi ucapan Umar tentang sariyyatul jab...

Profil Hj. Masthiah, Istri Syaikhana Maimoen Zubair

Gambar
Berikut ini adalah kisah perjalanan hidup sosok tokoh yang sangat istimewa terkhusus di kalangan Pondok Pesantren Putri Al-Anwar Sarang yang mana sebagai lembaga pendidikan Islam yang selalu berusaha untuk mempersiapkan generasi penerus yang mumpuni ditengah masyarakat, maka sudah selayaknya menelusuri kisah tokoh pendiri lembaga tersebut merupakan sebuah keharusan yang sangat penting. Berikut sekilas jejak kehidupan beliau. Nama dan Silsilah Ibu Nyai Hj. Masti’ah berasal dari keterunan Mbah Sambu Lasem yang selalu menomer satukan amal soleh dan peduli dengan lingkungan . Beliau merupakan putri pertama dari Kiai Idris bin Kiai Umar bin Kiai Abdul Karim bin Ki Tawangsa bin Ahmad bin Muhammad bin Abdurrahman yang populer dengan sebutan Mbah Sambu Lasem. Sang ayah Kiai Idris adalah putra dari pengasuh pondok di daerah Gagaan, Cepu, Jawa Tengah, selain mengaji pada ayahnya beliau juga pernah mengenyam pendidikan pesantren di daerah Cirebon, Jawa Barat. Sekembalinya dari pesant...