Postingan

Menampilkan postingan dengan label Studi Islam

Al-Imam Asy-Syafi'i Poros Kesebelas Madzhab Fikih Terbesar Sunni

Gambar
⁣ Oleh: Nur Fajri Romadhon Dalam kitab Mukhtashar Al-Fawaid Al-Makkiyyah, disebutkan bahwa ada 11 mazhab terbesar Ahlussunnah wal Jamaah dalam fikih. Setelah diteliti, alhamdulillah ditemukan bahwa kesemuanya berkumpul pada Al-Imam Asy-Syafi'i (150-204 H). Dalam pada itulah, layak jika mazhab beliau sangat unggul karena beliau menguasai ilmu mazhab-mazhab sebelum beliau, serta mazhab-mazhab setelah beliau pun mengambil ilmu beliau. Semua itu ada yang secara langsung, ada yang melalui satu perantara.⁣ ⁣ 1. Mazhab "Ibnu 'Uyainah"⁣ Saat di Mekkah, Al-Imam Asy-Syafi'i belajar selama sekitar 5 tahun kepada Al-Imam Sufyan bin 'Uyainah (w. 198 H)⁣ ⁣ 2. Mazhab "Malik"⁣ Saat di Madinah, Al-Imam Asy-Syafi'i belajar intensif selama 17 tahun kepada⁣ Al-Imam Malik bin Anas (w. 179 H)⁣ ⁣ 3. Mazhab "Al-Auza'i"⁣ Saat di Yaman, Al-Imam Asy-Syafi'i belajar selama sekitar 5 tahun kepada Al-Imam 'Amru bin Abi Salamah (w. 214 H),...

Benarkah Ilmu Laduni adalah Ilmu Setan?

Gambar
Oleh Suryono Zakka Sekte Wahabi anti dengan ilmu laduni. Mereka menolak tentang kebenaran ilmu laduni sehingga ilmu laduni adalah ilmu setan alias sesat karena tidak bersumber dari Allah. Benarkah? Aswaja/Sunni meyakini tentang adanya ilmu laduni yakni ilmu yang diberikan oleh Allah secara langsung tanpa proses belajar sebagai sebuah khashaish (keistimewaan) dari hamba Allah yang terpilih seperti nabi, orang shalih, kaum sufi atau para wali. Tentang adanya ilmu laduni dan ilmu kasbi (proses belajar), Al-Qur'an menyatakan: وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْئِدَةَ  ۙ  لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. [QS. An-Nahl: Ayat 78] Ilmu yang didapat dengan proses belajar seperti mendengar dan melihat itulah yang disebut ilmu...

Pembahasan Seputar Tarawih

A. Pengertian Tarawih  Secara Etimologi Lafaz Tarawih adalah bentuk jama’ (plural) dari kata tunggal Tarwîhah ( الترويحة ) yang berarti: istirahat. Menurut ethimologi berasal dari kata murâwahah ( مـراوحـة ) berarti saling menyenangkan dengan wazan Mufâ’alahnya al-Râhah ( الراحـــــــة ) yang berarti merasa senang. Term ini merupakan bentuk lawan kata dari al-Ta’ab yang berarti letih atau payah. B. Pengertian Tarawih Secara Terminologi Shalat Tarawih adalah shalat sunah yang khusus dilaksanakan hanya pada malam-malam bulan Ramadhan. Dinamakan Tarawih karena orang yang melaksanakan shalat sunah di malam bulan Ramadhan beristirahat sejenak di antara dua kali salam atau setiap empat rakaat. Sebab dengan duduk tersebut, mereka beristirahat karena lamanya melakukan Qiyam Ramadhan. Bahkan, dikatakan bahwa mereka bertumpu pada tongkat karena lamanya berdiri. Dari situ kemudian, setiap empat rakaat (dengan 2 salam) disebut Tarwihah, dan semuanya disebut Tarawih. Hal itu sebagaimana d...

Refleksi Ramadhan: Puasa Lidah

Oleh: Ahmad Ishomuddin Salah satu dari beberapa hal yang prinsip dalam beragama adalah menjaga amal-amal yang baik dari apa saja yang merusaknya. Sebagai contoh, Allah menganugerahi lisan sebagai sarana untuk bertutur yang baik, sopan,  yang bermanfaat, dan menghindarkan dari yang sia-sia atau merusak. Bila tidak dijaga, niscaya lisan beralih fungsi untuk apa yang tidak berfaedah, tidak bermanfaat, bahkan membahayakan. Tak dapat dipungkiri, amat banyak lisan/lidah manusia tidak terhindar dari ghibah (menggosip) orang lain, terjerumus pada pembicaraan yang tidak perlu, banyak omong, yakni pembicaraan yang tak bernilai positif, dan tiada manfaatnya sama sekali, sehingga membuang-buang waktu, umur,  yang amat berharga. Selain itu tentu merupakan perkara yang buruk , karena telah menyalahgunakan anugerah lisan itu untuk menutupi nikmat (kufran al-ni'mah) dan mengalihkan nikmat lisan dari untuk menyebut nama Allah (zikrullah) kepada hal lain yang dilarang. Siapa saja yang bany...

Lima Maqashid Syariah Islam

Oleh : Cep Herry Syarifuddin (Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrahim Mekarsari Cileungsi Bogor). Syari’at Islam yang diberlakukan oleh ALLAH kepada manusia, memiliki beberapa tujuan utama guna menjaga dan menarik kemaslahatan serta menolak dan mengantisipasi timbulnya berbagai kerusakan pada lima hal pokok yang menjadi sendi-sendi kehidupan seorang Muslim/ah yaitu : 1. Menjaga Jiwa (Hifzhun Nafsi)  Kedudukan jiwa dalam agama mendapat perhatian yang sangat besar dan vital untuk dijaga dan dipelihara kelangsungannya serta mencegah segala hal yang dapat mengancam atau menghilangkan jiwa/nyawa seseorang. Bahkan untuk kepentingan ini, syari’at membolehkan hal-hal yang sebelumnya dilarang pada saat seseorang mengalami kondisi darurat; seperti orang yang tersesat di hutan dan menderita kelaparan yang parah, namun ia tidak menjumpa makanan apapun selain bangkai. Maka dibolehkan baginya memakan daging bangkai tersebut sekedar menjaga nyawanya agar tidak melayang, sehingga tidak boleh...

Surga Itu Hak Mutlak Allah

Oleh: Ahmad Ishomuddin Banyak ulama mengingatkan bahwa peringkat tertinggi dari keikhlasan itu adalah berbuat kebaikan atau meninggalkan keburukan murni karena Allah, bukan karena selain-Nya. Meskipun pada peringkat di bawahnya, tidak juga dilarang beramal baik atau menghindari dosa karena mengharapkan pahala  balasan kebaikan dari-Nya (berupa surga). Perkara masuk surga, di antara kita telah meyakini bahwa hal itu disebabkan oleh rahmat Allah, bukan sebab amal perbuatan semata. Meskipun demikian, patut disayangkan bila keyakinan hati (iman) yang benar tersebut kemudian tidak memotivasi kesegeraan untuk beramal baik, atau minimal menunda-nundanya. Sebaliknya, adalah keyakinan yang keliru bila ada di antara kita yang melakukan kebaikan, namun merasa bahwa karenanya ia yakin pasti masuk surga. Yang saya sebut terakhir ini lalai bahwa Allah adalah pemilik surga itu, dan masuk surga itu hak prerogatif Allah, sama sekali bukan hak milik dirinya. Berikut ini sebagai pengingat bagi...

Waspada Terhadap Kelompok yang Berupaya Menyamaratakan Agama

Gambar
Salah satu upaya untuk menyamaratakan semua agama, membenarkan semua agama, memposisikan semua ajaran agama sama sama berpotensi mengantar kepada kebenaran dan sama sama berpotensi salah, adalah dengan mendudukan Rasulullaah shallalahu alaihi wasalam sejajar dengan para tokoh pemikir lainnya. Aristoteles, Plato, Sidharta, Krisna, dan lainnya. Mereka memuji setinggi tingginya sosok Muhammad ﷺ sebagai pemikir yang cerdik dan bijaksana, yang dari kecemerlangan pemikirannya itulah lahir agama baru bernama Islam. "Salah satu" agama yang bisa membawa manusia menuju kebenaran dan kebahagian sebagaimana agama agama lainnya. Menurut mereka. Sungguh hal ini adalah upaya pemadaman Islam sebagai satu satunya jalan yang diturunkan oleh Allah untuk umat manusia. Sekali lagi, diturunkan oleh Tuhan pencipta alam. Bukti bahwa Islam bukan hasil pemikiran Nabi, bukan hasil renungan kebijaksanan, intusi, filsafat atau istilah lain yang semakna, adalah : 1. Rasulullah ﷺ kaget melihat s...

Bahtsul Masail NU Menolak Khilafah

Deskripsi masalah: Wacana Islam sebagai solusi dan Islam sebagai ideologi alternatif mengusahakan perubahan bentuk pemerintahan negara Indonesia dari negara kesatuan berformat republik menjadi khilafah, berikut konstitusi negara sejak dari UUD dan hukum positif diangkat dari syariah Islamiyah seutuhnya. Bila mencermati fakta sejarah masa awal Islam dibentuk, khilafah hanya mampu bertahan semasa Khulafaur Rasyidin saja, itupun dengan diwarnai dengan tragedi pembunuhan terhadap khalifah Umar, Utsman dan Ali. Di sisi lain, hukum positif negara-negara Islam masa sekarang masih mengadopsi hukum sekuler (qonun maudlu’i), tatanan hukum positif di Indonesia sangat berorientasi pada keragaman agama dan budaya lokal serta fakta kesulitan mengganti kitab Undang-Undang hukum warisan kolonial. Pertanyaan ke-1: Adakah tuntunan syariah Islam berbentuk dalil nash yang mengharuskan pembakuan bentuk khilafah dalam sistem kenegaraaan Islam? Jawab: Tidak ada dalil nash, karena keberadaan siste...

Wahabi Sekte Pencela

Oleh Suryono Zakka Wahabi adalah sekte sesat yang gemar mencela. Siapapun diluar kelompok mereka akan dicap sesat, kafir dan ahli neraka. Wahabi tidak segan-segan melaknat bahkan mengolok-olok amalan umat Islam lainnya. Mereka menganggap hanya kelompoknya yang layak masuk surga. Hal ini terjadi karena kebodohan mereka dalam memahami Islam. Wajar saja jika Wahabi adalah sekte penebar teror dimanapun berada. Berikut beberapa celaaan yang dilontarkan oleh Wahabi diantaranya: 1. Wahabi pencela bid'ah hasanah Menurut Wahabi, semua bid'ah sesat dan pelakunya auto kafir masuk neraka. Hal ini bertentangan dengan pendapat ulama Aswaja/Sunni yang membagi bid'ah menjadi dua yakni bid'ah hasanah (bid'ah yang tidak sesat) dsn bid'ah sayyi'ah (bid'ah yang sesat). Imam Syafi’i berkata : الْمُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ ضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : مَا أُحْدِثَ ِممَّا يُخَالـِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ أَثرًا أَوْ إِجْمَاعًا، فهَذِهِ اْلبِدْعَةُ الضَّلاَلـَ...

Mencium Mushaf Al-Qur'an, Mana Dalilnya?

Gambar
Oleh Suryono Zakka Yazid Jawas Al-Wahabi mempersoalkan umat Islam yang mencium mushaf Al-Qur'an. Menurutnya, memuliakan Al-Qur'an bukan dengan dicium namun dengan cara mempelajarinya. Berikut beberapa dalil mencium mushaf Al-Qur'an yang perlu diketahui oleh Yazid Jawas dan umat Wahabi lainnya. 1. Mushaf Al-Qur'an belum ada dimasa rasulullah sehingga rasulullah tidak pernah memerintahkan para sahabat untuk menciumnya. Bukan hanya belum ada mushaf dimasa rasulullah, rasulullah pun tidak pernah memerintahkan tulisan Al-Qur'an yang tersebar untuk dibukukan menjadi mushaf. Hal itu menandakan bahwa apa yang dilakukan sahabat dalam membukukan Al-Qur'an bukan berarti sesat walau tidak ada dalilnya. Begitupun amalan sahabat, tabi'in dan ulama salaf terdahulu walau tidak ada dalilnya didalam Al-Qur'an atau tidak pernah dilakukan oleh rasulullah atau sesuatu yang baru tidak dapat secara langsung dihukumi sesat. Tidak semua bid'ah sesat. Ada banyak ...

Apakah Pancasila Tidak Islami?

Oleh Suryono Zakka Bagi pemuja khilafah, Pancasila itu bukan Islam bahkan Pancasila bertentangan dengan ajaran Islam. Mereka mempertentangan antara Pancasila dengan Islam. Islam bersumber dari Allah yang mutlak benar sedangkan Pancasila bersumber dari manusia yang pasti salah. Begitu logika kaum khilafah. Logika semacam ini sama halnya dengan logika kaum Wahabi yang mempertentangkan antara Nabi dengan sahabat, mempertentangkan antara Nabi dengan Kiai atau mempertentangan antara Al-Qur'an hadits dengan ulama. Pertanyaan yang mereka lontarkan biasa " ente ikut Nabi atau ikut Kiai?", "antum ikut Al-Qur'an hadits atau ikut Imam Syafi'i" dan seterusnya. Benarkah Pancasila tidak Islami sebagaimana pemahaman kaum khilafah? Untuk menguji apakah Pancasila Islami atau tidak maka kita perlu tahu substansi dari Pancasila itu. Apakah butir-butirnya bertentangan ataukah selaras dengan ajaran Islam. Setelah kita memahami secara mendalam setiap butir-butirnya, ...

Apakah Meluruskan Shaf Harus Menempelkan Kaki?

Gambar
Bukan hal yg aneh kalau sebelum shalat, pak imam mengingatkan para jamaah sambil memeriksa barisan, ”Mohon shafnya dirapat dan diluruskan”. Tapi pernahkan berdiri di samping Anda jamaah yg suka memepet-mepetkan kakinya ke kaki Anda? Bahkan hampir menginjak anda atau kaki jamaah lain? Kalau Anda pernah mengalaminya, dan agak merasa risih, terus terang Penulis juga pernah mengalaminya. Dan ternyata tidak sedikit mereka yg mengalami dipepet-pepet seperti itu. Sampai ada seorang jamaah di satu masjid curhat, ”Pokoknya saya tidak mau shalat di samping dia!”, katanya. ”Kenapa?” tanya Penulis. ”Kakinya itu lho, masak saya dipepet-pepet terus sampai mau diinjak. Shalat saya malah jadi tidak khusyu’.” Beberapa hari yg lalu sy ditanya seseorang tentang hadits keharusan mata kaki, sebagai bentuk kesempurnaan shaf. Katanya haditsnya shahih diriwyatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya. Dan ternyata memang hadits inilah yg disinyalir menjadi pijakan teman2 yg beranggapan bahwa kaki h...