Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Nadzam Fikih Karya KH. Nawawi Abdul Aziz Al-Hafidz

NADZOM FIQIH KH. NAWAWI ABDUL AZIZ(PP.ANNUR Ngrukem, YOGYAKARTA)   Bismillaahirrohmaanirrohiim.... Mugi ALLAH paring rohmat Salam ing nabi pungkasan Nuli kluargo sohabat Lan anggota malam selasan Agomo telu rukune Iman islam lan ihsane Lakonono supayane Becik lahir lan batine Rukune Agomo Nem werno rukune iman Siji iman marang ALLAH Loro iman malaikat Telu iman kitab ALLAH Papat iman poro Rosul Limo iman dino akhir Nenem iman marang pesten Olo bagus saking ALLAH Rukune Islam Limo rukunipun Islam Syahadat Sholat lan Siyam Zakat Haji yen kuwoso Sarto dalane sentoso Kang Aran Ihsan Ihsan iku lakon bagus Tepo sliro ra kementhus Atine ikhlas lan lurus Pangucape sarwo alus Nyembah marang ALLAH nyoto Koyo weruh kasat moto Ra orane kudu ngroso ALLAH iku tansah perso Perinciane Rukun Islam (Syahadat) Tegese Syahadat kudu Ngandel lan ngucap asyhadu An la illaha illallah Muhammadur Rosulullah Ora ono kang dak sembah Kejobo mung gusti ALLAH...

Puisi Gus Mus tentang Tahun Baru yang Menyentuh Hati

Gambar
Selamat Tahun Baru Kawan Kawan, sudah tahun baru lagi Belum juga tibakah saatnya kita menunduk memandang diri sendiri Bercermin firman Tuhan, sebelum kita dihisab-Nya Kawan siapakah kita ini sebenarnya? Muslimkah, mukminin, muttaqin, kholifah Allah, umat Muhammadkah kita? Khoirul ummatinkah kita? Atau kita sama saja dengan makhluk lain atau bahkan lebih rendah lagi Hanya budak perut dan kelamin Iman kita kepada Allah dan yang ghaib rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan Lebih pipih dari kain rok perempuan Betapapun tersiksa, kita khusyuk didepan masa Dan tiba tiba buas dan binal disaat sendiri bersama-Nya Syahadat kita rasanya lebih buruk dari bunyi bedug,atau pernyataan setia pegawai rendahan saja. Kosong tak berdaya. Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam ibu-ibu Lebih cepat dari pada menghirup kopi panas dan lebih ramai daripada lamunan 1000 anak pemuda. Doa kita sesudahnya justru lebih serius memohon enak hidup di dunia dan bahagi...

Surat untuk Dzuriyat Nabi Pembela Wahabi dan HTI

Gambar
Wahai, Kalian kalangan yang bernasab mulia turunan Kanjeng Nabi meski ditolak oleh sebagian besar kalangan wahabi tetapi selalu dibela & dihormati oleh nahdliyin & banser. Wahai, Kalian yang selalu dianggap kalangan Nahdliyin dan Banser memiliki keringat yang sama wanginya dengan Kanjeng Nabi sehingga kami selalu berusaha mendekat, menjangkau tanganmu kemudian menciumi seolah olah kami mencium tangan mulia Kanjeng Nabi meski kalangan wahabi selalu mencemo'oh perilaku kami tersebut. Wahai, Kalian yang makam makam datuk dan leluhur kalian kami muliakan, kami jaga siang dan malam dengan jiwa dan raga kami dari gangguan kalangan wahabi yang selalu menyebut makam datuk dan leluhur kalian itu tempat kemusyrikan yang harus dihancurkan untuk diratakan tanah, bahkan kalau mau jujur mayoritas peziarah makam makam datuk dan leluhur kalian itu adalah kalangan nahdliyin dan banser dibandingkan anak dan keturunan dari kalian. Kenapa sekarang kalian menjadikan HTI kelompok wahabi...

Puisi untuk Pembenci NU

Gambar
Hai Para Pembenci Diajak ke kyai kau alergi Diajak ngaji kitab, kau pergi Diajak debat dan diskusi, apalagi Diajak tabayyun kau ingkari Di medsos kau merajai Kau benci kau hina sang kyai Dari ujung kepala hingga ujung kaki Kau katakan "kyai itu tak sefaham dg kami" Kau hina Ansor Banser penjaga NKRI Kau tuduh Banser dibayar sana sini Sumpah serapah pecinta negeri Diajak ngopi dan tata diri Kau tuduh, bubarkan pengajian Kau anggap, pasukan bayaran Gereja, pura wihara diamankan Kau katakan: "Banser pemuja syetan" Di Media sosial kau lantang Ansor Banser kau tantang Banser datangi rumah para penantang Kau takut dan lari tunggang langgang Ditemui diajak diskusi Berseragam Banser sambil ngopi Atas apa yg kau hina dan benci Bermohon maaf diatas materei kau tandatangani Hai Para Pembenci Ansor Banser pengawal ulama Tak tinggal diam ketika kau hina Ansor Banser cinta Indonesia Tak kan rela NKRI kau perdaya Seragam Banser kami beli s...

Tuhan, Ada Apa dengan Kaum Beragama Dinegeri Ini?

Oleh: KH A Mustofa Bisri Tuhan, lihatlah betapa baikkaum beragama negeri ini mereka tak mau kalah dengan kaumberagama lain di negeri-negeri lain. Demi mendapatkan ridhamu mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka untuk merebut tempat terdekat disisi-Mu Mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hamba-Mu sendiri Demi memperoleh Rahmat-Mu mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran bahkan mendukung kelaliman Untuk membuktikan keluhuran budi mereka, terhadap setan pun mereka tak pernah berburuk sangka Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini mereka terus membuatkan-Mu rumah-rumah mewah di antara gedung-gedung kota hingga di tengah-tengah sawah dengan kubah-kubah megah dan menara-menara menjulang untuk meneriakkan namaMu menambah segan dan keder hamba-hamba kecil-Mu yang ingin sowan kepada-Mu Nama-Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan hingga pesta agung kenegaraan Mereka merasa begitu dekat dengan-Mu hingga masing-masing mera...

Kata Cinta untuk Mbak yang Bercadar

Gambar
Mbak yang bercadar (niqab), kami salut atas aksimu yang minta dipeluk. Kami tau, kalian ingin memperbaiki reputasi buruk manusia bercadar, yang terlanjur dipandang "negative" oleh masyarakat, karena banyaknya teroris yang berpenampilan layaknya seperti kalian. Mbak yang bercadar, sesungguhnya bukan kami orang awam yang menjaga jarak dengan kalian. Tetapi kalian sendirilah yang menyekat interaksi sosial dengan kami, dari niqab yang engkau kenakan. Mbak yang bercadar, entahlah kami mau ngomong apalagi. Sudah berkali kali kami berteriak bahwa cadar itu adalah produk budaya, namun berkali kali juga omongan kami ibarat angin yang cuma berhembus saja. Mbak yang bercadar, bukankah ibu Nyai istri dari para Kyai NU dulunya tidak pernah memakai cadar? Padahal ilmu agama beliau sangatlah mumpuni, lha sampean yang baru lulus Iqra satu saja kok bergaya sok paling Islami?. Mbak yang bercadar, bukankah Tuhan tidak suka dengan tindakan yang berlebih lebihan? Bukankah senyum itu ad...

Nasehat Ibu Pertiwi untuk Sang Cadar

Gambar
Sejak dulu aku adalah salah satu diantara sekian juta orang Indonesia yg tidak sepakat dengan yg mengatakan bahwa CADAR adalah bagian dari syariat Islam yg harus dilakukan bagi setiap muslimah. Jika cadar dikatakan sebagai bagian dari syariat, lalu bagaimana dgn para istri" kyai ulama" salaf dulu yg hanya menggunakan selembar kain bahkan handuk sebagai penutup kepala? Apakah beliau" tdk taat syariat? atau ilmu anda jauh lebih mumpuni daripada ilmu beliau"?. Opiniku mengatakan bahwa cadar hanyalah sebuah tradisi luar yg dibawa ke tanah air oleh sebagian orang. Dan saking toleransinya sang IBU PERTIWI sehingga budaya cadarpun lamban laun meluas, Sang IBU PERTIWI tidak pernah memilih" ataupun pilih kasih darimana budaya itu berasal, silahkan masuk dan akan dianggap sebagai anak kandung sendiri, asal perlu diingat bahwa "ANAK ANAK" IBU PERTIWI sebelum mengadopsi CADAR sudah banyak ada yg bernama TAHLIL, ZIAROH KUBUR, Dan adat budaya lokal lainnya, ja...

Nasehat Ramadhan untuk Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)

Oleh Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) Mustofa, Jujurlah pada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan Ramadan Bulan Ampunan apakah hanya menirukan Nabi atau dosa-dosamu dan harapanmu yang berlebihanlah yang menggerakkan lidahmu begitu. Mustofa, Ramadan adslah bulan antara dirimu dan Tuhanmu. Darimu hanya untukNya dan Ia sendiri tak ada yang tahu apa yang akan dianugerahkanNya kepadamu. Semua yang khusus untukNya khusus untukmu. Mustofa, Ramadan adalah bulanNya yang Ia serahkan padamu dan bulanmu serahkanlah semaya-mata padaNya. Bersucilah untukNya. Bersalatlah untukNya Berpuasalah untukNya Berjuanglah melawan dirimu sendiri untukNya. Sucikan kelaminmu. Berpuasalah. Sucikan tanganmu. Berpuasalah. Sucikan mulutmu. Berpuasalah. Sucikan hidungmu. Berpuasalah. Sucikan wajahmu. Berpuasalah. Sucikan matamu. Berpuasalah. Sucikan telingamu. Berpuasalah. Sucikan rambutmu. Berpuasalah. Sucikan kakimu. Berpuasalah. Sucikan tubuhmu. Berpuasalah. Sucikan hatimu. Berpuasalah. Sucikan ...

Kata Cinta untuk Banser Indonesia

Gambar
Oleh Kholidi Zaini Ketika malam tiba Senja berpaling merunduk diatas garis cakrawala Dikejauhan terlihat kerlap kerlip cahaya merah menyala sayup sayup terdengar suara pluit memecah suasana Semakin dekat semakin jelas pula siapa mereka Prit...prit...prit... "Pelan pelan pak..." "Pelan pelan mas..." "Pelan pelan ya mbak..." ucapnya sambil sesekali melambaikan sentolop lalu lintas ditangan kanannya Rupanya mereka Banser Banser Nahdlatul Ulama Yang sangat cinta Indonesia mengedepankan Bhineka Tunggal Ika menghormati antar sesama umat beragama serta  bermental seperti baja Karena... Tidak sedikit orang yang menghina tidak sedikit orang yang mencibir mereka tidak sedikit orang yang mencemooh mereka tidak sedikit orang yang memfitnah mereka & tidak sedikit orang yang membully mereka didunia maya Tapi sedikitpun mereka tidak pernah marah mereka tidak pernah ada rasa dendam meski sebenarnya hati mereka terasa pedih meski hati mer...

Doa untuk Negeri

Gambar
Oleh Fapih Fa'qis Sha Ya Allah Ya Tuhan kami Di atas bumi-Mu kami berpijak, di bawah langit-Mu kami bernanung. Diantara harapan dan keputusasaan, kami memanjatkan permohonan kepada-Mu. Jadikan negeri kami tempat berpijak dan bernaung semua anak bangsa. Jadikan negeri kami tempat menabur kasih pada sesama. Ya Allah! Bukankah Engkau pernah berfirman, cinta hamba pada-Mu hanya sia-sia jika tak berbekas pada umat manusia yang lain. Maka dengan anugerah-Mu, kami memohon tanamkan rasa sayang pada kalbu semua penghuni negeri. Wahai pemberi harapan ketika keputusaan sudah menjalar, hilangkan rasa benci dan dengki diantara kami. Ya Allah Ya Tuhan kami. Kau ajarkan kepada kami doa Ibrahim untuk meminta kepada-Mu negeri yang sejahtera. Melalui doa itu, kami mohon tumpahkan juga karunia-Mu pada negeri kami. Ya Allah, kepada Musa Engkau janjikan tanah harapan. Dengan janji itu, kami juga mohon jadikan negeri kami tempat harapan bagi semua penghuninya. Ya Allah, kepada Yusu...

Terimakasih Tuhan

Gambar
Demokrasi kau haramkan Pemimpin negeri kau toghutkan Sistem NKRI kau haramkan Yang berbeda denganmu kau sesatkan Al-Quran dan Hadits hanya kau yang boleh tafsirkan Amaliyah ahlussunnah kau bidahkan Tradisi baik masyarakat kau nistakan Demi itu semua kau serukan, Allohu Akbar. NKRI-ku benar-benar akan kau hancurkan Pancasilaku kau nistakan UUD '45-ku kau abaikan Bhineka tunggal ikaku kau nafikan Kau bawa idiologi poitikmu yang diagamakan Hizbut Tahrir yang terkubur di sana kau hidupkan Ketenangnan dan kedamaian kau kacaukan Demi sesuatu khayalan akan kekhilafahan Tafsir tuggal kau agungkan Yang lain dipersalahkan Surga sudah kau kaplingkan Demi dirimu dan kelompokmu yang kau agungkan Tuhan, negeriku negeri yang subur Rakyatnya hidup makmur Aman tenteram dan sentosa jibar-jibur Penuh tafakkur, tadzakkur dan tadabbur Enyahlah perongrong negeri Hengkanglah penghancr NKRI Dari ibu pertiwi yang kita cintai Nusantara Harga Mati Tuan-tuan hakim di peng...

HTI Sebagai Benalu bagi Bangsamu

Gambar
OLeh : abdulloh faizin Hai pemuda indonesia !!! Indonesia adalah tapak tapak tanah dan air kesucian jiwa raga dan sukmamu Hai pemuda indonesia Indonesia adalah darahmu. Indonesia adalah dagingingmu Indonesia adalah tulang belulangmu Indonesia adalah jiwa ragamu Indonesia adalah kehormatanmu. Jika kau tak membelanya maka seperti kau hempaskan dirimu ke jurang dan tebing yang tinggi lalu kau benturkan dirimu dengan batu dan kau hancurkan dirimu di ketiak Radikalis teroris.. Naudzu billah... Hai pemuda indonesia!!! dengan darah ulama dan syuhadak kemerdekan ini diraih setelah satu tiga setengah abad direnggut para penjajah.. Hai pemuda indonesia Akankah kau rela kebhenekaan ini dicabik cabik layaknya timur tengah hanya atas nama agama dan kedok syariah.. Hai pemuda indonesia !!! Jika kau tek tergerak menghantam melawan dengan genderang perang, HTI akan lari tunggang langgang... hai pemuda indonesia !!! cintai negerimu seperti mencintai kekasihmu diklimaks malam...

Aku, Kau, Dia dan Mereka adalah Indonesia

Gambar
Oleh Gus Ipul Di bumi pertiwi NKRI, Kami dilahirkan Dibesarkan dengan beragam adat dan budaya Di bumi pertiwi, kami dilahirkan Dengan masyarakat yg sopan dan senyum berkembang KITA SEMUA INDONESIA Bukan CINA, bukan AMERIKA, bukan INDIA, bukan pula ARAB Disini kami beragam suku, bahasa dan budaya Kau HITAM bukan untuk DIHANTAM Kau PUTIH bukan untuk DIPUJI Kau SIPIT bukan untuk DIJEPIT Kita semua INDONESIA Hidup berdamping TIADA KASTA Aku anak tukang becak Bukan untuk dicacah Dia anak tukang sayur Bukan untu digempur Kau mulia bukan untuk menghina KITA SEMUA INDONESIA Hidup rukun tanpa kenal NASAB Nasab terpelihara bukan untuk memecah Nasab terpelihara bukan untuk menghujat Nasab terpelihara bukan untuk tirani BERCINTA KITA SEMUA INDONESIA Terlahir sebagai makhluk TUHAN YANG ESA Yg tidak bisa melihat, bukan untuk dihujat Yang berNASAB MULIA bukan untuk MENGHINA Kami memang tak berNASAB MULIA, tapi bukan lantas seenaknya kalian HINA Kalian memang berNAS...

Untaian Mutiara Cinta dalam Bahasa Arab

Gambar
لَا نَدْرِى كَمْ يَبْقَى لَنَا مِنْ عُمْرٍ ، الْمُهِمّ اَنَّ الْحَيَاةَ وَ الْعُمْرَ كُلَّهُ نَبْقَى مَعًا "Kita Tidak Tau Berapa Banyak Umur Kita Tinggal Tersisa,Namun Yang Terpenting Kita Dapat Selalu Bersama Sepanjang Hayat Dan Masa" لَا نُرِيْدُ سِوَى اَنْ نَكُوْنَ شَيْئًا جَمِيْلًا فِى الْحَيَاةِ يَرْسُمُ عَلَى الشَّفَتَيْنِ الْاِبْتِسَامَةَ كُلَّمَا خَطَرْنَا عَلَى بَالِنَا  "Kita Tak Pernah Inginkan Sesuatu Kecuali Keindahan Yang Dapat Melukiskan Senyum Di Atas Kedua Bibir Kita Tatkala Kita Saling Mengingat" يَحْلُمُ الرَّجُلُ بِامْرَاَةٍ كَامِلَةٍ وَ تَحْلُمُ الْمَرْاَةُ بِرَجُلٍ كَامِلٍ وَ لَا يَعْلَمُوْنَ اَنَّ اللهَ خَلَقَهُمْ لِيُكْمِلَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا  "Seorang Lelaki Selalu Mengidam-Idamkan Seorang Wanita Yang Sempurna,Dan Wanita Pun Selalu Mengidamkan Lelaki Yang Sempurna. Padahal Mereka Tidak Tau Bahwa Allah Menciptakan Mereka Untuk Saling Melengkapi" لَا تَخْتَرْ زَوْجَتَكَ  بِعَيْنَيْكَ بَلِ اخْتَرْتَهَا بِاُذُنَي...

Surat Cinta Untuk Adinda

Gambar
Oleh Suryono Zakka Wahai adindaku Jagalah pandanganmu Lembutkanlah bahasamu Sucikanlah hati dan pikiranmu Agar fitnah dunia tak mengintaimu Wahai adindaku Jangan berhenti untuk meraih mimpi Tapi jangan tertipu dengan mimpi-mimpi Karena hidup tak sekedar mimpi Namun mengubah mimpi menjadi hal yang pasti Wahai adindaku Jauhkanlah dirimu dari belenggu dunia Tapi jangan membenci dunia Karena dunia hanyalah balada negeri yang fana Diakhirat sana awal dan akhir dari kisah cinta kita Wahai adindaku Jangan terbawa oleh nafsu Karena nafsu merusak kehormatanmu Tetap sederhana nan bersahaja Karena kemuliaan tak melulu hanya harta Wahai adindaku Kau adalah istri dari suami yang belajar takwa Kau adalah pendidik generasi terbaik bangsa Kau adalah anugerah Tuhan yang Maha Cinta Karena hadirmu, dunia ini terasa luarbiasa Wahai adindaku Jagalah lisanmu dengan kata yang suci Hiasilah perangaimu dengan akhlak yang terpuji M...