Nasihat untuk Para Penghafal Al-Qur'an
Wahai Para Hamilul Qur'an
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال :
Dari Abdullah ibn Mas'ud Ra berkata :
ينبغي لحامل القرآن أن يعرف :
Para hamilul Qur'an sebaiknya mengetahui/memperhatikan :
# بليله إذا الناس نائمون
Waktu malamnya (ibadah) disaat orang lain tidur.
# وبنهاره إذا الناس مفطرون
Waktu siang ya (puasa/taqlilul akli) disaat orang lain makan
# وبحزنه إذا الناس يفرحون
Selalu sedih (masalah akhirat) disaat orang tertawa gembira.
# وببكائه إذا الناس يضحكون
Selalu menangis disaat orang lain tertawa.
# وبصمته إذا الناس يخوضون
Selalu diam disaat orang lain membicarakan kejelekan manusia.
# وبخشوعه إذا الناس يختالون
Selalu khusyu' tenang disaat manusia sibuk berdusta
Pesan dari Sahabat Abdullah ibn Mas'ud di atas sangat indah bahasanya. Namun, bagi para Hamilul Qur'an, pesan ini terasa berat sangat. Bagaimana tidak, seorang hamilul qur'an tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas Al-Qur'annya, baik dari segi tahsin, tajwid maupun tahfidz. Tetapi mereka juga harus meningkatkan sikap dan kepribadiannya. Idealnya, semakin banyak hafalannya maka semakin baik pula akhlaknya. Semakin istiqamah riyadlahnya dan semakin bagus hubungan sosialnya.
Hamilul Qur'an harus berbeda dengan orang lain umumnya. Ketika orang lain menikmati tidur malamnya, hamilul qur'an harus bangun untuk menambah/muraja'ah hafalan.Ketika orang lain asyik makan di siang hari, hamilul qur'an harus puasa sebagai riyadlah agar hati tenang ketika menghafal. Ketika orang lain menikmati libur panjangnya, hamilul qur'an mengisi libur panjangnya untuk lebih intensif menghafal dan mendalami Al-Qur'an. Semua perbedaan itu adalah perbedaan dalam hal kebaikan dalam rangka internalisasi nilai-nilai dan pesan Al-Qur'an dalam keseharian kita.
Tabarruk dengan tulisan ust Manzilur Rahman, beliau nuqil dawuh Sahabat Abdullah ibn Mas'ud dalam kitab At Tibyan
اللهم اجعلنا وأهلنا وذرياتنا واولادنا وتلاميذنا من أهل القرآن .... آمين

Komentar
Posting Komentar