Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Kitab

Asal Usul Syair Li Khomsatun dan Variasi Redaksinya

Li Khomsatun menjadi pujian doa sangat masyhur ketika terjadi wabah penyakit. Di Indonesia, doa Li Khomsatun masyhur diijazahkan Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri jamiyyah Nahdlatul Ulama’ dan pendiri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur. Bukan saja warga kecil di berbagai musholla dan masjid, para pejabat dan aparat kepolisian juga ikut membaca doa pujian ini. Doa yang populer di kalangan Nahdiyin (sebutan untuk warga NU) ini dipercaya dapat menangkal segala keburukan yang melanda, termasuk menangkal wabah virus corona COVID-19. Adanya Pandemi COVID-19 telah membuat kita sebagai manusia tersadarkan akan betapa lemahnya diri ini. Seakan kita diajak merenung kembali dan berintrospeksi diri terhadap segala apa yang diperbuat selama ini. Berbagai ikhtiar dan doa terus dilakukan guna berharap kepada-Nya semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita semua dapat beraktifitas sedia kala. Li Khomsatun merupakan puisi, syair nazham yang berisi pujian terhadap keluarga Rasulullah Sha...

Kemiripan Antara Wabah Thoun dan Corona

Analisa Al- Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar Al'Asqolani ra ( wafat tahun 852 H.) Dalam karyanya yg berjudul  "Badzlul ma" un fi fadhlith tho'un". Yang artinya "Pemberian bantuan kepada para pederita penyakit tho'un". بذل الماعون في فضل الطاعون, للحافظ أحمد بن حجر العسقلاني رحمه الله ت: ٨٥٢ هجري. Salah satu karya Al- Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar Al'Asqolani ra ( wafat tahun 852 H.) yg sangat mengagumkam adalah kitab yg berjudul "Badzlul ma" un fi fadhlith tho'un". Yang artinya "Pemberian bantuan kepada para pederita penyakit tho'un". مات لابن حجر رحمه الله بناته كلهن وهو حي..وقد دفن ثلاثًا منهن قد مِتْنَ بالطاعون عافانا الله وإياكم وهن, فاطمة, زين, غالية. وألف بعد وفاتهن كتاب, بذل الماعون في فضل الطاعون. Buku tersebut beliau tulis sesaat setelah Imam Ibnu Hajar kehilangan ketiga anak perempuannya yg sangat dicintainya, yaitu Fathimah, Zeinah dan Gholiyah. Mereka meninggal dunia akibat terserang penyakit yg ganas...

Telaah Syi'ir Li Khomsatun dengan Ilmu Nahwu dan Ilmu Arudh

Gambar
Setelah mewabahnya pandemi Covid-19, banyak Kyai-Kyai yang mengijazahkan amalan agar terhindar dari wabah penyakit. Diantara amalan tersebut syair Li Khomsatun. Banyak yang beredar bahwa ijazah ini berasal dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Berdasar cerita dari KH. Masduki Abdurrahman Perak, dulu di zaman Hadratussyaikh pernah terjadi waba', hingga dikatakan, Jika paginya sakit sorenya meninggal, jika malam sakit paginya meninggal. Maka dari itu Hadratussyaikh mengijazahkan sebuah amalan untuk menolak waba' tersebut dengan membaca syiir Li Khomsatun, amalan tersebut beliau ijazahkan kepada murid2nya, diantaranya KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisyri Syansuri, KH. Romli Tamim, dan KH. Syansuri Badawi Tebuireng. Tercatat sejak dulu banyak santri Tebuireng yang mengamalkan syiir ini. Menurut Gus Zaki, dulu di Tebuireng ketika ada wabah, para santri Tebuireng mengitari pondok sembari membaca syiir tersebut. Ini sebagai ikhtiyar batin agar tidak terkena penyakit tersebut. ...

Jawaban Sayyidina Ali dalam Tujuh Hal

Dalam kitab Nashoihul Ibad dijelaskan, ketika sayidina Ali كرم الله وجهه  di tanya tujuh masalah sebagi berikuit: 1. Apakah ada sesuatu yang lebih berat daripada langit? 2. Apakah ada sesuatu yang lebih luas dari pada bumi ? 3. Apakah ada sesuatu yang lebih kaya dari pada laut ? 4. Apakah ada sesuatu yang lebih keras dari pada batu ? 5. Apakah ada sesuatu yang lebih panas dari pada api ? 6. Apakah ada sesuatu yang lebih dingin dari pada bulan ? 7. Apakah ada sesuatu yang lebih pahit dari pada racun ? Maka Sayidina Ali كرم الله وجهه  menjawab: 1. Bohong itu lebih berat dari pada langit 2. Kebenaran itu lebih luas dari pada bumi 3. Hati yang qona'ah itu lebih kaya dari pada lautan 4. Hati orang Munafiq itu lebih keras dari pada batu 5. Pengausa yang dzalim itu lebih panas dari pada api 6. Meminta sesuatu dari orang yang bakhil itu lebih dingin dari pada bulan 7. Sabar itu lebih pahit dari pada racun.

Dua Bait Misterius dalam Nadzom Alfiah Ibnu Malik

Gambar
Nadhom Alfiyah Ibn Malik karya Assyaikh Muhammad bin Abdullah bin Malik, merupakan sebuah karya yang sangat fenomenal, yang tidak akan pernah terhapus dalam khazanah intelektualitas pesantren. Khususnya pesantren salaf. Kitab ini bertemakan tentang qaidah-qaidah gramatika bahasa arab, seputar nahwu shorof, dan diantara keunikan  dari kitab ini adalah penempatan kata-kata dan contoh dalam nadzhom yang tidak sembarangan, melainkan mempunyai maksud dan isyaroh tersendiri. Semisal kalam-kalam hikmah, falsafah dan nasehat hidup. Beliau menamai nadzhom tersebut dengan nama Alfiyah, diambil dari jumlah bait dalam nadzom tersebut yakni seribu, (baca dalam bahasa arab; alfun). Namun pada kenyataannya, jumlah bait dari nadzhom alfiyah itu sendiri adalah 1002 bait, ada tambahan 2 bait di muqoddimah, dan juga ada cerita menarik dibalik penambahan 2 bait tersebut. Tentang arti dari sebuah rasa bangga, tentang ta’dzim kepada sang guru, tentang tulusnya sebuah karya, juga tentang adab t...

Tiga Hal yang Harus dijauhi Menurut Syeikh Nawawi Al-Bantani

Di dalam kitab” Nashaihul 'Ibad,” syeikh Nawawi bin ‘Umar bin ‘Ali At-Tanara Al-Bantani menuturkan sebagai berikut, وروى عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه قال : من أصبح وهو يشكو ضيق المعاش فكأنما يشكو ربه ومن أصبح لأمورالدنيا حزينا فقدأصبح ساخطا على الله ومن تواضع لغني لغناه فقد ذهب ثلثا دينه Di riwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa sesungguhnya beliau bersabda, "Barang siapa yang bangun pagi kemudian ia mengadukan persolan hidupnya (kepada sesamanya) maka seakan ia mengadukan tuhannya, Dan barang siapa di pagi hari merasa sedih dengan kondisi dunianya, maka sesungguhnya pagi-pagi itu ia sudah membenci tuhannya. Dan juga barang siapa yang merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena hartanya semata maka telah hilang dua pertiga agamanya." *Inilah tiga hal yang perlu di hindari* ● Yang  Pertama : Seorang mu'min yang di waktu pagi sudah sibuk mengadu atau berkeluh kesah kepada sesama manusia mengenai kesulitan hidupnya, maka seolah olah di...

Kelompok Khawarij Menurut Gus Baha'

Gambar
Kita harus menghindari perilaku tertentu, yang perilaku tersebut sudah diperingatkan di jaman Nabi. Contonya Khawarij Khawarij itu, لَيْسَ قِرَاءَتُكُمْ إِليَ قِرَاءَتِهِمْ بِشَيْءٍ. Bacaan qur'an sampeyan gak sebanding dengan bacaan mereka  وَلاَ صَلاَتُكُمْ إِلىَ صَلاَتِهِمْ بِشَيْءٍ. Shalat sampeyan gak sebanding dengan shalat mereka  وَلاَ صِيَامُكُمْ إِلىَ صِيَامِهِمْ بِشَيْءٍ Posone (puasa) sampeyan yo gak sebanding dengan pusa mereka Dan diantara kesolehan yang berlebihan ini, kata Nabi, kalo diajak memusuhi sesama islam itu semangat, tapi kalo diajak musuhi yang jelas-jelas salah gak semangat Karena logikanya jelas, orang yang masih kafir aja ditunjukkan oleh Nabi supaya jadi muslim, tapi ini orang yang sudah muslim, seleranya khawarij ingin dikafirkan; Tahlilan kafir, ndungo nang kuburan (berdoa di kuburan) kafir, nyekel akik (memegang cincin) kafir, semua apa saja menjadi kafir Jadi orang-orang seperti ini sudah ada pada jaman Nabi, dan kita su...

Ahli Fiqh yang Nadir

Gambar
Saya membaca kitab unik, yang berjudul Nawadir al-Fuqaha, karya Muhammad bin al-Hasan at-Tamimi al-Jauhari (wafat tahun 350 H atau sekitar 961 M). Bukan hanya judul dan isi kitabnya yang aneh, tapi juga sosok penulisnya. Gimana ceritanya? Pertama, nawadir itu jamak dari kata nadir (نادر). Artinya: aneh, jarang, langka, berbeda sendiri, tak ada taranya, dan makna sejenisnya. Banyak yang salah mengartikannya dengan titik terendah dalam astronomi. Kalau makna terakhir ini maksudnya nazhir (نظير). Nah, dalam kitab ini, pengarangnya mencatat sejumlah pendapat yang aneh dan berbeda dari para fuqaha. Maksudnya gini. Beliau terlebih dahulu menyebutkan kesepakatan para fuqaha dalam satu masalah, kemudian beliau cantumkan pendapat yang menyelisihi kesepakatan tersebut. Ini yang beliau maksud dengan keanehan (baca: kenadiran) pendapat para fuqaha (ahli fiqh). Kedua, sosok penulisnya juga ternyata aneh. Muhaqqiq (editor) dari kitab ini tidak bisa menjelaskan sosok sebenarnya dari pengaran...

Inilah Keutamaan Menghafal Al-Qur'an

Dalam Kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an karya Imam Nawawi berisi ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berupa ringkasan 13 Keutamaan Menghafal Quran  sebagai berikut: 1. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Fathir: 29-30  yang intinya bahwa orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an terlebih menghafal Al-Qur’an diibaratkan seperti perniagaan yang tidak pernah merugi; 2. Menjadi sebaik-baik manusia yaitu orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya dari Utsman bin Affan dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana pada kitab Shahih Bukhari; 3. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an terlebih sampai menghafalnya kelak mendapatkan surga bersama para Rasul yang dimuliakan. Sedangkan bagi yang tertegun-tegun membacanya akan mendapatkan dua pahala, seperti diriwayatkan Bukhari Abul Husain Muslim bin Al-Hujjaj bin Muslim Al-Quraisy An-Naisabury dalam dua kitab mereka; 4. Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an sepert...

Amalan Sunnah Sesuai Salam Saat Shalat Jum'at

Imām Ibnu Hajar Al-Haitamiy rahimahu-Llāh dalam 📚 at-Tuhfah (Tuhfati-l Muhtāj) memberi suatu faidah, telah wārid bahwa orang yang seusai salam shalat jum'at, sebelum menekuk/memutar/memutar kakinya, ia membaca : - al Fatihah : 7 kali, - al-Ikhlash : 7 kali, - al-Falaq : 7 kali, - an-Nas : 7 kali, diampunilah dosa²nya yang telah lewat dan yang akan datang, dan ia diberi balasan pahala sejumlah orang yang beriman kepada Allāh Ta'ālā dan rasul-Nya ﷺ . Imām Abdul Hamīd Afandy Asy-Syarwāniy rahimahu-Llāh dalam Hāsyiyahnya, memberikan ta'liq (komentar/ulasan) : Yang dimaksud dengan "(sebelum) menekuk kakinya", seperti yang difatwakan oleh sayyid al-Basyriy rahimahu-Llāh, adalah "(sebelum) berubah dari posisi duduk saat salam, yakni duduk tawarruk". ▪️ Artinya, jika seseorang setelah salam shalat jum'at, ia merubah posisi duduknya menjadi bersila, maka kesunnahan (khusus) membaca bacaan di atas pun hilang. قال في التحفة: (فائدة) ورد أن من قر...

Apakah Telur yang Ada dalam Bangkai Ayam Halal dimakan?

Gambar
فرع: البيضه التي في جوف الطائر الميت فيها ثلاثة أوجه حكاها الماوردي والروياني والشاشي أصحها، وهو قول ابن القطان وأبي الفياض، وبه قطع الجمهور إن تصلبت فطاهرة وإلا فنجسة. والثاني طاهرة مطلقاً، وبه قال أبو حنيفة لتميزها عنه فصارت بالولد أشبه  Status telur yang  terdapat di dalam hewan burung yang mati terdapat tiga pendapat, seperti yang disampaikan oleh Al-Mawardi, Ar-Rawyani, dan Asy-Syasyi. Pendapat yang paling sahih adalah pendapat Ibnu al-Qattan dan Abi al-Faid yang juga dipastikan oleh mayoritas ulama bahwa ketika telur sudah mengeras maka telur tersebut suci, namun jika telur tidak mengeras maka telur tersebut najis. Pendapat kedua, telur yang terdapat dala perut hewan burung yang mati berstatus suci secara mutlak, pendapat ini seperti yang disampaikan oleh Abu Hanifah dengan dalih telur tersebut sudah dapat dibedakan dengan hewan yang mati, maka telur tersebut lebih serupa dengan anak hewan (yang masih hidup dalam perut induk yang telah mati).” والثالث نجسة مطلقا...

RUU KUHP dalam Tinjauan Syariat Islam

Demo mahasiswa berlanjut di Jakarta dengan melibatkan ribuan massa pada Selasa (24/9/2019). Demo serupa meluas di Semarang, Palembang, Makassar, Solo, Medan dan sejumlah kota lainnya. Di ibu kota, ribuan mahasiswa mengepung Gedung DPR. Sementara di banyak kota lain, gedung DPRD digeruduk demonstran. Selain menolak beberapa rancangan beleid, dua isu yang menjadi sorotan utama demo mahasiswa di semua kota ialah RUU KUHP dan UU KPK yang baru (hasil revisi). Revisi UU KPK telah disahkan DPR. Sedangkan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan semula akan disahkan pada Selasa. Namun, DPR RI memutuskan menunda pengesahan dua RUU itu setelah ada usulan dari Presiden Joko Widodo. Pada Senin kemarin, Presiden Jokowi meminta DPR RI menunda pengesahan RUU KUHP, RUU PAS, RUU Minerba dan RUU Pertanahan. Namun, Jokowi mengaku belum berencana menerbitkan Perppu KPK (pengganti UU KPK yang baru), walaupun hal itu menjadi tuntutan mahasiswa di banyak kota. Lalu apa isi pasal-pasal kontroversial di RUU KU...

Bolehkah Memberontak pada Pemerintahan yang Sah?

Telah menjadi konsensus Ulama bahwa tindakan makar dan memberontak terhadap pemerintahan yang sah adalah haram, meskipun pemerintan fasik dan zalim. Sebagaimana penjelasan imam An-Nawawi berikut: وَأَمَّا الْخُرُوْجُ عَلَيْهِمْ وَقِتَالُهُمْ فَحَرَامٌ بِالْإِجْمَاعِ وَإِنْ كَانُوْا فَسَقَةً ظَالِمِيْنَ “Adapun keluar dari ketaatan terhadap penyelenggara negara dan memeranginya maka hukumnya haram, berdasarkan konsensus ulama, meskipun mereka fasik dan zalim.”[1] Dengan bahasa lain yang menyejukkan, Dr. Wahbah az-Zuhaily menegaskan dalam kitabnya yang berjudul al-Fiqh al-islami Wa Adillatuhu: وَلَا يَجُوْزُ الْخُرُوْجُ عَنِ الطَّاعَةِ بِسَبَبِ أَخْطَاءٍ غَيْرِ أَسَاسِيَّةٍ لَاتُصَادِمُ نَصًّا قَطْعِيًّا سَوَاءٌ أَكَانَتْ بِاجْتِهَادٍ أَمْ بِغَيْرِ اجْتِهَادٍ حِفَاظًا عَلَى وِحْدَةِ الْأُمَّةِ وَعَدَمِ تَمْزِيْقِ كِيَانِهَا أَوْ تَفْرِيْقِ كَلِمَاتِهَا “Tidak diperbolehkan memberontak pemerintah sebab kesalahan yang tidak mendasar yang tidak menabrak nash qath’i, baik dihasilk...

Cara Menghilangkan Sifat Dengki (Hasad)

Seorang muslim yang hanif tentulah sadar bahwa penyakit hasad adalah penyakit yang harus diatasi mengingat bahaya yang ditimbulkannya teramat besar. Artikel ini secara singkat berusaha memberikan beberapa kiat untuk mengatasi penyakit hasad tersebut. Semoga bermanfaat Obat yang paling pertama adalah mengakui bahwa hasad itu merupakan sebuah penyakit akut yang harus dihilangkan. Tanpa adanya pengakuan akan hal ini, seorang yang tertimpa penyakit hasad justru akan memelihara sifat hasad yang diidapnya. Dan pengakuan bahwa hasad adalah sebuah penyakit yang berbahaya tidak akan timbul kecuali dengan ilmu agama yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat, hal ini berarti bahwa seorang yang ingin mengobati hasad yang dideritanya harus memiliki pengetahuan atau ilmu, dan pengetahuan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu secara global dan secara terperinci. Pertama, secara global, maksudnya dia mengetahui bahwa segala sesuatu telah ditentukan berdasarkan qadha dan qadar-Nya; segala sesuatu ya...

Analisa Kualitas Hadits tentang Imam Mahdi dalam Kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun

Ibn Khaldun (1332-1406) dalam kitabnya, Muqaddimah, telah merangkum catatan para ulama hadits tentang riwayat seputar Imam Mahdi. Ibn Khaldun menyimpulkan bahwa mayoritas tidak berkualitas sahih, dan hanya sedikit sekali yang bisa “diselamatkan”. “Ada tiga orang yang akan saling membunuh tentang simpanan kalian; mereka semua adalah putra khalifah, kemudian tidak satu pun akan mendapatkannya. Akhirnya muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lalu mereka akan memerangi kalian dengan peperangan yang tidak pernah dilakukan oleh satu kaum pun… (lalu beliau SAW menutur-kan sesuatu yang tidak aku ingat, kemudian beliau SAW berkata:) Jika kalian melihatnya, maka bai’atlah dia! Walaupun dengan merangkak di atas salju, karena sesungguhnya ia adalah Khalifatullah al-Mahdi.” Riwayat ini terdapat dalam sejumlah kitab hadits seperti Sunan Ibn Majah (II/1367), Mustadrak al-Hakim (IV/463-464). Imam al-Hakim mengklaim bahwa sanad riwayat ini sahih sesuai standar Bukhari-Muslim, meski ked...

Ringkasan Terjemah Kitab Risalah Aswaja Karya Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari

📗 *(1) Terjemah Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah* (رِسَالَةُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ) *Judul lengkap:*  رسالة أهل السنة و الجماعة في حديث الموتي و أشراط الساعة و بيان مفهوم السنة و البدعة ✍🏻 _Karya: Hadratusy Syaikh Kyai Hasyim Asy'ari_ "Dikutip dari versi cetak dalam bahasa Arab terbitan Maktabah Al-turats Al-Islami Tebuireng Jombang" 📒 *Sekilas tentang Kitab Risalah Aswaja* Ahlussunnah wal-Jama’ah, adalah sebuah aliran atau paham yang berpegang teguh kepada al-Qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas. KH Bisri Musthofa mendefinisikan Aswaja yaitu aliran yang menganut madzhab fiqh yang empat, Imam Syafi’I, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Beliau juga menyebutkan, Aswaja merupakan paham yang mengikuti al-Asy’ari dan al-Maturidi  dalam bidang akidah, sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid al-Bagdadi dan Imam Ghazali. Paham Aswaja ini banyak diikuti oleh mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya diikuti oleh warga NU, yang di dalamnya mempuyai beraga...

Mengenal Seluruh Nama-Nama Nabi dan Rasul

Bertabaruk dengan 313 nama Rosul-Rosul dan Nabi-nabiNya Allah. nama-nama para Rosul yang berjumlah 313. (Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani di dalam kitab Ats-Tsimaaru Al-Yani’ah fi Riyadh Al-Badi’ah) فمن كتب اسمائهم ووضعهم فى بيته او قراها اوحملها تعظيما لهم وتكريما لذواتهم واحتراما لنبوتهم واستمدادا من هممهم العالية واستغاثة بارواحهم المقدسة سهل عليه امورالدنيا والاخرة وفتح عليه ابواب الخيرات ونزول الرحمة والبركات ودفع عنه الشرور , وقال صلى الله عليه وسلم حياتهم ومماتهم سواء فهم متصرفون في الارض والسماء. والمشهور ان المرسلين ثلاثمائة وثلاثا عشر كما في حديث ابي ذر وهاهي اسماؤهم على ماروى عن انس : ادم , شيث, انوش, قيناق, مهيائيل, اختوخ, ادريس, متوشلخ, نوح, هود, عبهف, مرداريم, شارع, صالح, ارفخشذ, صفوان, حنظلة, لوط, عصان, ابراهيم, اسمعيل, اسحق, يعقوب, يوسف, شمائيل, شعيب, موسى, لوطان, يعوا, هرون, كليل, يوشع, دانيال, بونش, بليا, ارميا, يونس, الياس, سليمان, داود, اليسع, ايوب, اوس, ذانين, الهميع, ثابت, غابر, هميلان, ذوالكفل, عزير, عزقلان, عزان, الوون, زاين, عازم, هريد, شاذن, سع...