Tiga Hal yang Harus dijauhi Menurut Syeikh Nawawi Al-Bantani
Di dalam kitab” Nashaihul 'Ibad,” syeikh Nawawi bin ‘Umar bin ‘Ali At-Tanara Al-Bantani menuturkan sebagai berikut,
وروى عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه قال : من أصبح وهو يشكو ضيق المعاش فكأنما يشكو ربه ومن أصبح لأمورالدنيا حزينا فقدأصبح ساخطا على الله ومن تواضع لغني لغناه فقد ذهب ثلثا دينه
Di riwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa sesungguhnya beliau bersabda, "Barang siapa yang bangun pagi kemudian ia mengadukan persolan hidupnya (kepada sesamanya) maka seakan ia mengadukan tuhannya, Dan barang siapa di pagi hari merasa sedih dengan kondisi dunianya, maka sesungguhnya pagi-pagi itu ia sudah membenci tuhannya. Dan juga barang siapa yang merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena hartanya semata maka telah hilang dua pertiga agamanya."
*Inilah tiga hal yang perlu di hindari*
● Yang Pertama : Seorang mu'min yang di waktu pagi sudah sibuk mengadu atau berkeluh kesah kepada sesama manusia mengenai kesulitan hidupnya, maka seolah olah dia sedang mengadukan tuhannya,atau sedang menggugat tuhannya. Oleh karena itu hindarilah perilaku semacam ini, sebab ketika hal semacam ini dilakukan, maka artinya sama saja bahwa dirinya tidak mau menerima taqdir dengan apa yang Allah pastikan kepadanya. Dan kalau pun mau berkeluh kesah tentu bukan kepada sesama makhluk,akan tetapi di kembalikan lagi kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Pernah nabiyullah Musa ‘alaihissalam mengalami kesulitan yang luar biasa pada saat beliau di kejar fir’aun hingga tiada lagi jalan untuk lolos dari kejaran fir’aun karena sudah berada di pinggir laut merah, apakah beliau nabi Musa mengeluh pada teman atau saudara atau pasukannya ?,. Tentu tidak. beliu mengadu kepada Allah atas kesulitan yang di alaminya. sehingga Allah Ta'ala memberikan pertolongan. sebaaimana di riwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Maukah kamu aku ajarkan Kalimat yang membuat Musa dapat membelah laut ?,. Jawaban Ibnu Mas’ud tentu saja mau. kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan kalimat atau doa,
اللهم لك الحمد وإليك المشتكى وأنت المستعان ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
● Yang Kedua : Sesorang yang saat bangun dari tidur ia merasa Sedih dan juga bahkan meratapi dengan urusan dunia yang dia alami, seumpama Panen gagal, Usaha gulung tikar, Bisnis tidak berhasil, Pendapatan menurun. maka secara tidak langsung dia telah membenci tuhannya. mengapa ?,.karena seolah-olah dirinya tidak pernah merasa puas dengan apa saja yang telah Allah berikan padanya. padahal yang telah Allah berikan pada setiap hambanya sungguh sangatlah banyak. Dan Allah tidaklah pernah memberikan suatu apapun, kecuali yang terbaik bagi hambanya.
Roda kehidupan memang senantiasa berputar tak ubahnya angin yang bisa datang dari arah mana saja.perubahan sudah pasti terjadi entah sesui dengan keinginan atau malah sebaliknya. Untuk menyikapinya tentu saja dengan penuh kesabaran. ada istilah adagium atau peribahasa yang mengatakan : "Perbanyaklah sabar dalam menghadapi kesulitan dan bertindaklah bijaksana dalam mengatasinya."
● Yang Ketiga : Seorang muslim yang merendahkan dirinya di hadapan orang kaya dengan semata karena sebab hartanya, maka,.. bila ini dilakukan akan sirna atau hilang dua pertiga dari agamanya.
Nauzubillah, islam agama rahmatan lili’alamin yang memberikan pelajaran bagi umatnya dalam sendi kehidupan ini untuk bisa saling menghormati,saling menghargai dan saling memulyakan di antara satu dengan lainnnya. Akan tetapi islam mengajarkan untuk menghormati dan menghargai orang lain karena kebaikan aklaknya. Begitu juga untuk bisa memulyakan orang lain karena ilmunya, semua itu bukanlah karena yang lain.
Mungkin hal semacam ini merupakan potret kehidupan yang sering kita lihat. dimana para kaum kapitalis mampu melakukan apasaja sesuai kapasitasnya sehingga posisi Ilmu dan Etika tidak memiliki tempat yang semestinya. Jika ini sudah terjadi dan memenuhi prinsip hidup manusia ini jelas sudah bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi,. Apakah itu berarti kembali ke zaman jahiliyah yang tampil di abad modern, atau kembali kepada hukum rimba? Wallahu ‘alam
Komentar
Posting Komentar