Nasehat Ibu Pertiwi untuk Sang Cadar


Sejak dulu aku adalah salah satu diantara sekian juta orang Indonesia yg tidak sepakat dengan yg mengatakan bahwa CADAR adalah bagian dari syariat Islam yg harus dilakukan bagi setiap muslimah. Jika cadar dikatakan sebagai bagian dari syariat, lalu bagaimana dgn para istri" kyai ulama" salaf dulu yg hanya menggunakan selembar kain bahkan handuk sebagai penutup kepala? Apakah beliau" tdk taat syariat? atau ilmu anda jauh lebih mumpuni daripada ilmu beliau"?.

Opiniku mengatakan bahwa cadar hanyalah sebuah tradisi luar yg dibawa ke tanah air oleh sebagian orang. Dan saking toleransinya sang IBU PERTIWI sehingga budaya cadarpun lamban laun meluas, Sang IBU PERTIWI tidak pernah memilih" ataupun pilih kasih darimana budaya itu berasal, silahkan masuk dan akan dianggap sebagai anak kandung sendiri, asal perlu diingat bahwa "ANAK ANAK" IBU PERTIWI sebelum mengadopsi CADAR sudah banyak ada yg bernama TAHLIL, ZIAROH KUBUR, Dan adat budaya lokal lainnya, jadi anda sebagai pendatang baru sudah seharusnya menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaan, bukan malah mentang" dan menjauhi yg tidak sepaham, enggan bertegur sapa, enggan bersosialisasi dengan anak" IBU yang lain apalagi sampai menyalahkan dan menganggap dirimu yang paling benar.

Dan kini setelah kau melakukan kesalahan dan anak" ibu yang lain melawan, kau mulai kalang kabut, mencari perhatian serta perlindungan. Bukan IBU tidak setuju dgn aksi peluk" kalian, tapi menurut IBU sebaiknya kalian melakukan aksi dengan tindakan nyata MENGUTUK SEGALA TINDAKAN RADIKALISME, MENGHUJAT SEGALA TINDAKAN INTOLERANSI, MEMBASMI SEGALA BENTUK TINDAKAN TERORISME, MELAWAN SEGALA UJARAN KEBENCIAN dgn nyata lewat berbagai media. Bukannya melakukan aksi PELUK PELUK, tapi tetap aja kamu tidak mau bertegur sapa dengan yg tdk sehaluan denganmu, ngapain juga bagi" bunga perdamaian jika kalian tetap saja tidak mau bersosialisasi dengan warga sekitar.

Anakku CADAR...IBU paham dgn apa yg kalian lakukan, bahwa kalian ingin menunjukkan bahwa tidak semua wanita bercadar adalah teroris, tapi mau bagaimana lagi jika ANAK"KU yang lain sdh menstigma kalian dgn stigma buruk? apa kamu msh membantah bahwa teroris itu bukan wanita bercadar? kenyataanya diberita" sdh jelas diperlihatkan begitu.

Anakku CADAR....dari sejak awal kalian datang, aku sdh menerimamu sebagai anak sendiri, silahkan kalian berkumpul, bermain bercanda dengan anak"ku yg lain. Aku sebagai IBU tidak pernah membedakan darimana kalian berasal, asal kalian berlaku baik, bermanfaat Silahkan WELCOME. Tidak usah mentang" merasa paling baik, dan bla..bla..bla..

CADAR ANAKKU...sdhlah apa yg telah terjadi jadikannlah sebagai pelajaran untuk merobah dirimu kepada yg lebh baik. Janganlah kalian EGOIS merasa paling SUCI dan yg lai  kotor sehingga kalian enggan bersosialisasi.
Dan kepada anak" ku yang lain, sudahlah g perlua kalian membully apalagi membencinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shalawat Badawiyah Kubro (An-Nurooniyah) dan Fadhilahnya

Sanad Keilmuan KH. Hasyim Asy'ari (Pendiri NU), Abu Hasan Al-Asy'ari hingga Rasulullah

Terjemah Kitab Alala dalam Bahasa Jawa dan Indonesia