Menguak Gajah Mada sebagai Pahlawan Muslim
Al Fatih GAJ (Ghufron Awaluddin Jamal) Ahmada alias Patih Gajah Mada adalah panglima perang dari Sultan Hajj Zam al Farouq (Hayam Wuruk) yang pernah mengucapkan Mubahalah Al-Fallava (Sumpah Palapa) di negeri Majd al Wahid (Majapahit). Ternyata kekhalifahan sudah ada di Indonesia sejak jaman dulu.
Begitu juga Ken Arok pendiri kerajaan Singhasari sebenarnya juga adalah muslim yang bernama Ken Arrokhman. Mpu Sendok pendiri kerajaan Medang itu sebenarnya juga bernama Abu Gharfu. Raja Syailendra, pendiri Candi Borobudur (sebenarnya adalah masjid Bahlul Al Bhudur) juga sebenarnya seorang muslim yang bernama Syaikh al Handra. Saat itu beliau kongsi dengan Nabi Sulaiman dalam mega proyek pembangunannya makanya sekarang di Jogja ada kota yang namanya Sleman (dari kata Sulaiman). Lebih jauh lagi ternyata Tunggul Ametung sebenarnya juga adalah leluhur sekaligus tokoh sejarah pelopor FPI purba yang nama aslinya adalah Dzun Ghul al Fentung.....
Pendiri kerajaan Majapahit yaitu Raden Wijaya sebenarnya juga seorang muslim yang bernama Sayyid Wijaya. Info ini berdasar prasasti bersejarah yang hingga kini belum pernah ditemukan. Jadi jika ada yang bilang bahwa Śrī Kṛtarājasa Jayawarddhana (gelar bagi Raden Wijaya setelah bertahta) pendiri Kerajaan Majapahit adalah Narārya Sanggrāmawijaya (versi prasasti Kudadu), Dyah Wijaya (sumbernya Nāgarakṛtāgama) atau Rahadyan Wijaya (sumbernya Pararaton) itu semuanya sebenarnya adalah hoax, konspirasi, konstipasi, kontrasepsi dan rekayasa yang dibuat oleh sejarawan kafir untuk menghapuskan jejak Islam di Indonesia.
Patih Ghufron Awaluddin Jamal Ahmada (atau Patih GAJ Ahmada, yang lebih dikenal dengan nama kafirnya : Gajah Mada) juga berjasa karena tanpa sumpahnya maka satelit Palapa tidak akan terwujud dan kita tidak akan bisa haha-hihi, cengengesan sambil fesbukan kayak gini. Silakan cari nama "Gaj" di prasasti atau kitab kuno manapun baik yang berbahasa Sansekerta ataupun Jawa Kuna dijamin nama "Gaj" ga akan ada karena GAJ sebenarnya adalah singkatan dari Ghufron Awaluddin Jamal tadi.
Ungkapan berbahasa Inggris yang terkenal yaitu OMG juga singkatan dari "Oh Mai Gaj" itu tadi. Patih Gufron alias mas Gaj ini pernah berkunjung ke Thailand sehingga kini Thailand juga dikenal sebagai Negeri Gaj Ahputih. Sarung yang biasa dipake mas Gaj pun sekarang sudah berkembang menjadi bisnis besar dengan merk sarung Gaj Ahduduk. Selain itu marga Ahmada kelak juga akan menjadi cukup terkenal, salah satu keturunannya adalah musisi Ahmada Ni.
Punakawan (Semar, Petruk, Nala Gareng dan Bagong) itu sebenarnya dari Arab dan nama aslinya adalah Ismar, Fatruka, Nala Qaarin dan Baghoo. Sedang Gatotkaca sebenarnya juga muslim yang bernama Khattath Al Khoja. Sama seperti ayahnya (Bima) dan oom-nya (Arjuna) yang ternyata nama aslinya adalah Bimaluddin dan Arjunaluddin. Pahlawan nasional Pattimura nama aslinya sebenarnya juga bukanlah Thomas Matulessy melainkan Fathi Muhra dan dia bahkan sempat jadi guru ngaji di kampung sebelum jadi pejuang.
Doremon sebelum murtad nama aslinya juga Durahman. Begitu juga temen-temen Doremon itu juga punya nama islami seperti Dorami (Nurzahmi), Nobita (Zulfita), Suneo (Syahudin), Jayen (Jaelani) dan Shizuka (Siti Zukhaeroh). Biara Shaolin itu dulunya juga namanya biara Sholihin (awalnya si Sholihin ini suka tinggal di biara). Bahkan Donald Duck dan Mickey Mouse pun sebenarnya adalah nama rekayasa yang setelah dicuri kemudian diakui oleh dunia Barat serta diubah dari nama aslinya yang adalah Dzun al Dagh dan Mikhya Mahussa. Pencipta aslinyapun sebenarnya bukan Walt Disney tapi Wal Disniyyah yang sudah ada sejak abad hula-hula.....
Adolf Hitler yang sempat jadi DPO akhirnya pindah ke Indonesia dan sebelum mati juga sempat jadi mualaf dan ganti nama jadi Adul Haidr. Jengis Khan juga seorang mualap dengan nama Jang Iskan atau lengkapnya Jajang Iskandar. Napoleon Bonaparte juga ga mau kalah ikutan jadi mualap dan ganti nama jadi Rojikin (lho kok ga nyambung ya?). Satu lagi rahasia besar yang terungkap, Jokowi yang jadi pujaan umat kecebong itu sebenarnya adalah keturunan aseng yang nama aslinya adalah Cho Ko Wei, paham?
Pokoknya yang menguntungkan dan bisa mengangkat citra dan harga diri itu boleh disebut dan diklaim sebagai milik Islam mulai dari Majapahit, Borobudur, Gajah Mada, Raden Wijaya, Patimura, Napoleon, Neil Armstrong, Jackie Chan sampe Michael Jackson. Peduli setan dengan yang namanya akal sehat, logika dan metodologi ilmiah. Tapi kalo musuh yang tidak menguntungkan ya pantesnya dibilang kafir saja kayak Jokowi, Djarot, Ridwan Kamil, Gus Dur, Gus Mus, Gus Nuril, Nurcholish Madjid, Ulil Absar Abdala, KH. Said Aqil dan lain-lain. Ini baru kaffah namanya.....
Dan jangan lupa ya kita ini sebenarnya tinggal di planet bumi yang datar seperti piring yang melayang-layang di angkasa bukan planet bulat seperti bola. Itulah penjelasan ilmiah mengapa banyak kapal yang hilang di segitiga Bermuda yang jadi pinggiran bumi karena banyak kapal yang nyemplung dan lenyap disana.
Nah di bawah bumi yang melayang-layang bagaikan piring terbang itu terdapat sebuah selokan dimana kapal-kapal yang hilang di segitiga Bermuda sebenarnya nyemplung ke genangan aer itu. Nah selokan itu ternyata juga dijaga oleh dua ekor raksasa yang bernama But Ocakil dan But Oijo. But Ocakil mewakili para cakil rakyat sedang But Oijo mewakili para cakil yang mata duitan itu (matanya ijo kalo liat duit).
Makanya lain kali kalo belajar sejarah itu sehari penuh, jangan bolos. Jangan lupa makan micin yang banyak sambil minum Equill sampe mabok, biar pinter kayak eike.....
Salam Ogah Waras

Komentar
Posting Komentar