Peristiwa Perpindahan Nur Nabi Muhammad dari Sulbi Para Nabi
Perpindahan nur Muhammad dari sulbi para nabi diabadikan dalam alquran surat al Syu’ara ayat 218 :
الذي يراك حين تقوم وتقلبك فى الساجدين
"Dia yang memperhatikan engkau ketika berdiri, dan perpindahanmu di antara orang-orang yang (biasa) sujud”.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra : bahwa yg dimaksud dengan ‘perpindahanmu di antara orang² yg sujud’ yaitu berpindah-pindahnya nur Muhammad saw dari sulbi seorang nabi ke sulbi nabi yang lainnya, seperti Adam, Syits, Nuh, Ibrahim, Ismail, dan hal ini tiada syak dan tiada diragukan lagi.
Dalam Fathul Bari karangan al Hafidz Ibnu Hajar al Asqolani diceritakan bahwa Abu Lahab mendapatkan keringanan siksa tiap hari senin karena dia gembira atas kelahiran Rasulullah. Ini membuktikan bahwa bergembira dengan kelahiran Rasulullah memberikan manfaat yang sangat besar, bahkan orang kafirpun dapat merasakannya.
Riwayat senada juga ditulis dalam beberapa kitab hadits di antaranya Shohih Bukhori, Sunan Baihaqi al Kubra.
Memperingati hari kelahiran (maulid) Nabi sudah ada sejak masa Nabi shallahhu ‘alaihi wa sallam sendiri. Yakni dari segi mengagungkan hari di mana Nabi dilahirkan dengan melakukan suatu ibadah yaitu berpuasa.
Ketika Rasulullah ditanya tentang puasa hari senin, beliau menjawab :
ذاك يوم ولدت فيه ويوم بعثت اوانزل علي فيه
" Hari itu hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku “
(Hr Muslim).
Ini merupakan dalil nyata bolehnya memperingati hari kelahiran (maulid) beliau yang saat itu dirayakan oleh Nabi dengan salah satu macam ibadah yaitu berpuasa. Dan ini merupakan fakta bahwa beliaulah pertama kali yang mengangungkan hari kelahirannya sendiri dengan berpuasa. Maka mengagungkan hari di mana beliau dilahirkan merupakan sebuah sunnah yang telah Nabi contohkan sendiri. Ini asal dan esensi dari acara maulid Nabi.
Para pengingkar maulid Nabi yakni para pengikut Manhaj NGAKU² Salafi setiap bln Rabiiul Awwal, mereka akan seperti cacing kepanasan yg ditaburi garam. Mereka teriak susah karenanya banyaknya kaum muslimin yg melakukan perayaan Maulid Nabi saw.
Ucapan Ibn Mukhlid dalam tafsirnya berikut :
أن إبليس رن أربع رنات : رنة حين لعن , ورنة حين أهبط الى الأرض , ورنة حين ولد رسول الله صلى الله عليه وسلم , ورنة حين أنزلت فاتحة الكتاب
"Sesungguhnya Iblis berteriak sambil menangis pada empat kejadian :
Pertama ketika ia dilaknat oleh Allah,
Kedua ketika ia diusir ke bumi,
Ketiga ketika Rasulullah dilahirkan dan
Keempat ketika surat al Fatehah diturunkan
Dan tanpa sadar mereka MANHAJ ngaku Salafi telah mengikuti sunnah Iblis dengan teriak susah ketika tiba hari kelahiran Baginda Nabi saw.
Wallohu a'lam.

Komentar
Posting Komentar