Meluruskan Konsep Jihad ISIS
Rosulullah bersabda :
من أمن رجلا على دمه فقتله, فأنا بريء من القاتل , وإن كان المقتول كافرا
Lalu bagaimana jika yg dibunuh muslim, pertanyaan yg cukup dijawab dengan fikiran jernih jauh dari fanatik dan kebodohan. Cerita tentang bom di Masjid Sufi Mesir 25 -Nov - 2017 silam yg menewaskan 305 orang saat shalat Jum'at. Saya coba untuk tidak mengkambinghitamkan siapapun (termasuk ISIS) sebelum jelas pelakunya.
Tapi apalah daya, kelompok teroris di Sinai yg berafiliasi langsung dengan ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas aksi ini. Semua bukti juga mengindikasikan pelakunya memang (lagi-lagi) ISIS baik dari pola serangan maupun motif penyerangan".
"Habib Ali Zain dalam sebuah statmennya".
Lucunya, kelompok yg rajin berteriak-teriak Save Muslim ketika Mursi dan Ikhwanul Muslimin dibasmi pemerintah Mesir sambil berdemo menenteng simbol 4 jari Rabiah kini hening. Apa menurut mereka ratusan korban pengeboman ISIS ini bukan muslim? Atau karena mereka berasal dari golongan pro-pemerintah dalam memerangi ISIS maka nyawa mereka sebagai muslim tak berharga? Apa semboyan "SaveMuslim" itu hanya berlaku untukmu dan kelompokmu?
"Telah diizinkan (berperang) bagi orang² yg diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar² Maha Kuasa menolong mereka itu. (Yaitu) orang² yg diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yg benar, hanya karena mereka berkata,
“Tuhan kami adalah Allah.” Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara² Nasrani, gereja², rumah² ibadat orang Yahudi dan masjid² yg di dalamnya banyak disebut nama Allah. Dan sungguh Allah akan menolong orang yg mau menolong (agama)Nya, sesungguhnya Allah itu Maha Kuat lagi Maha Perkasa".(al Hajj 39-40).
Ayat di asas merupakan ayat jihad yg pertama kali diturunkan oleh Allah, yaitu kebolehan bagi kaum muslimin untuk melakukan jihad dalam rangka menolak kezaliman yg menimpa pada diri dan masjid² mereka. Selain itu, ayat ini juga mengandung makna perintah untuk mencegah kezaliman yg menimpa rumah² ibadah orang kafir ahlu dzimmah (orang non-Muslim merdeka yg hidup dalam negara Islam yg, sebagai balasan karena membayar pajak perorangan, menerima perlindungan dan keamanan). Ayat ini menunjukkan sebuah bentuk keadilan yg terdapat dalam syariat jihad, yaitu sebuah keadilan yg dirasakan oleh seluruh manusia.
Ketika menafsirkan ayat di atas, Ibnu Jarir at Thabari berkata, "Makna ayat di atas adalah larangan untuk menghancurkan rumah² ibadah (ahli kitab) karena di sana terdapat para biarawan, orang² Nasrani yg berdoa, dan kaum Yahudi yg melakukan shalat² mereka, begitu pula masjid² yg di dalamnya banyak disebut nama Allah.”( Tafsir At Thabari).
Masjid yg dibom adalah Masjid al Raudhah di Sinai Utara, Masjid kelompok muslim yg mendalami Tasawuf dan Thareqat dari etnis al Sawarka. Etnis al Sawarka memang mengeluarkan pernyataan untuk bergabung dengan etnis al Tarabin untuk terlibat konfrontasi militer langsung melawan ISIS di Sinai di bawah payung pemerintah Mesir.
ISIS memang punya motif untuk menghabisi kaum Sufi ini.
Dari segi aqidah Wahabi mereka yg sering menyebut kaum pengikut Tasawuf sebagai musyrik dan sesat, juga mereka terlibat konflik bersenjata dengan kaum Sufi di Sinai.
ISIS memang sedang terlibat perang dengan etnis al Sawarka ini, tapi apa mereka tidak memiliki cara yg lebih gentle selain menyerang lawan yg sedang beribadah? Ya, membunuh lawan yg sedang menunaikan shalat Jum'at adalah cara paling praktis dan efektif. Menyerang ketika musuh sedang lengah, tidak memegang senjata, dan pastinya korbannya semua lelaki.
Kelompok gila ini memang tidak memiliki adab apapun dalam perang selain semboyan "Jihad, Takbir, dan Bunuh". Mereka tidak peduli musuhnya dalam keadaan apa dan siapa saja yg bisa terkorban termasuk anak². Padahal Islam tidak pernah mengizinkan membunuh lawan selain ketika berhadapan di medan perang. Bahkan terhadap lawan yg sudah ditawan pun ada adab yg harus dijaga dan tidak boleh dieksekusi kecuali lewat pengadilan.
Lalu ajaran mana yg mengajarkan mereka membunuh saat musuh sedang beribadah? Jelas ini ajaran Banci berkedok bendera Tauhid yg mereka klaim sebagai ajaran Islam.
Saya jadi teringat dengan peristiwa pengeboman ISIS 12 November 2015 lalu di Beirut Selatan yg dihuni mayoritas Syi'ah, Sunni yg berafiliasi dengan pejuang Hizbullah. Dengan gaya pengecutnya ISIS mengirim seorang bomber bunuh diri di tengah ratusan jemaah yg baru keluar dari melaksanakan shalat Maghrib di Burj al Barajneh. Hasilnya 43 orang tewas dan ratusan luka-luka.
Satu hal yg menarik, setelah peristiwa bom Beirut itu masyarakat di Burj al Barajneh bukannya takut, mereka malah membentangkan sebuah spanduk di antara bangunan yg bertuliskan :
لو كنتم رجالا لذهبتم الي ساحات الوغى
"JIKA KALIAN MEMANG LELAKI, KALIAN AKAN MENGHADAPI KAMI DI MEDAN PERANG!
Tapi sayang, ISIS hanya segerombolan pengecut. Pengecut yg menipu orang dengan Takbir dan bendera Tauhid.
Mari kita jaga negeri kita tercinta ini dari faham yg bersembunyi dari slogan kembali kepada Qur'an dan Hadist tanpa tahu hakikat agama ini adalah Ruh (system) untuk kita menjalaninya secara kaffah(menyeluruh).
Hadits riwayat at Thabrani dalam al Kabir ada sebuah hadits dari Abdullah bin Umar dengan isnad yg baik bahwa Rasulallah saw.pernah memerintahkan:
كفوا عن أهل (لا إله إلا الله) لا تكفروهم بذنب وفى رواية ولا تخرجوهم من الإسلام بعمل.
"Tahanlah diri kalian (jangan menyerang) orang ahli 'Laa ilaaha illallah’ (yakni orang Muslim). Janganlah kalian mengkafirkan mereka karena suatu dosa”.
Wallahu'alam.

Komentar
Posting Komentar