Bersama Kiai Said Aqil Siraj Merawat Umat
KH. Said Aqil Siraj, Ulama cerdas dan alim asal Cirebon. Di pundaknya tanggung jawab yang berat untuk menjaga dan merawat akidah ummat. Tantangan ummat khususnya Nahdliyin adalah rongrongan kaum SAWAH (Salafi Wahhabi) yg tdk henti-hentinya memprovokasi ummat untuk membenci maulidan, tahlilan, ziarah kubur dan amaliah2 Aswaja lainnya.
Kaum SAWAH selain gencar bergerilya di dunia nyata yakni di tengah-tengah kehidupan ummat, mereka juga gencar melakukan bid’asisasi dan syirikisasi melalui dunia maya termasuk media sosial.
Gerakan mereka sangat masiv dan ummat pasti kewalahan menghadapi kengototan mereka, oleh sebab itu ummat harus disadarkan dan harus dibangkitkan kewaspadaannya. Di media sosial kaum muda Nahdliyin juga harus diselamatkan dari pengaruh mereka yg sdh sangat menguasai media sosial itu.
Untuk membentengi ummat khususnya kaum Nahdliyin, Kyai Said menjabarkan kaum SAWAH dgn sangat sederhana melalui identifikasi fisik, yaitu melalui jenggot dgn celana cingkrang, dan jidat gosong.
Selain itu Kyai Said mengajak kaum muda NU agar merebut media sosial dari kaum SAWAH agar Indonesia tdk sprt negeri di timur tengah yang porak poranda oleh fitnah kaum SAWAH.
Intinya, kontroversi Kyai Said itu tak lain karena Kyai Said itu memilih jalan frontal menghadapi kaum SAWAH melalui pernyataan2 keras beliau di setiap kesempatan, contoh beliau menyentil kaum SAWAH melalui jenggotnya yg seakan mereka wajibkan, cara berpakaian mereka dan jidat gosong mereka tidak lupa menjadi bahan guyonan Kyai Said utk mengingatkan ummat akan bahayanya gerakan mereka. Kyai Said mengingatkan ummat agar tidak tertipu dgn penampilan dan jargon yg mereka usung, sementara itu mereka tdk menjaga akhlaq dalam berdakwah sehingga suka membid’ahkan dan mensyirikkan.
Mereka sdh pasti kebakaran jenggot krn selalu disentil kyai Said, akibatnya beliau dihantam fitnah sana sini, anehnya santri Nahdliyin yg tdk faham pergerakan malah ikut mencaci beliau, apalagi sampe ikut mempercayai fitnah yg diarahkan kpd beliau, mulai tuduhan liberal, syiah, sesat, dll.
Waktu yg akan menguji, bahwa apa yg diperjuangkan beliau adalah apa yg seharusnya kita jalani sebagai kaum muda Nahdliyin.
Jika beliau tdk membangkitkan kami para kaum muda Nahdliyin, maka mereka yg sdh menguasai medsos itu akan semakin meraja lela. Kyai Said justru menyadarkan kami agar mengambil alih penguasaan medsos dari kaum SAWAH meskipun sulit krn mereka sdh berkamuflase dalam wajah “ISLAM”, apapun gerakan mereka selalu memakai embel2 Islam, memakai istilah persatuan ummat, padahal nyatanya merekalah yg menghancurkan ajaran Islam “Aswaja”, merekalah yg memperkeruh dan memecah belah ummat di manapun dgn hanya modal dalil kullu bid’arin dlolalah.
Sadarlah wahai pemuda Nahdliyin, kalian jangan mau dibenturkan dgn kelompok manapun oleh Kaum SAWAH, krn sedari dulu mereka sdh membenci NU, dgn segala cara mereka ingin menghancurkan NU, mereka tdk segan2 nebeng di ormas di luar mereka yg dipake utk menghantam NU, mereka mendukung atau bahkan menghidupkan gerakan NUGL yg sejatinya bermuara dari kepentingan politik pasca muktamar. Mereka siram pake minyak, mereka nyalakan, lalu mereka bakar kaum Nahdliyin melalui api2 perbedaan itu.
Lalu mereka jg tdk segan2 nebeng di gerakan FPI dgn mengarahkan apa yg mereka sebut Bela Islam menjadi gerakan “melawan Pemerintah yg sah”, menjadi “gerakan menghancurkan NU” krn mereka sdh membuat opini bahwa NU Kyai Said Aqil adalah antek pemerintah, mereka menghasud dan menyebarkan fitnah buruk terhadap Kyai Said.
Padahal Kyai Said adalah pendukung Prabowo secara pribadi namun sebagai ketua Umum PBNU maka harus membawa NU tdk terjerumus urusan bela siapa dan bela siapa, Pilpres selesai maka saatnya fokus mengurus ummat dan membantu pemerintah agar sukses menjalankan Amanah.
Tp Lagi2 kelicikan pembenci NU selalu saja mencari celah utk menghantam NU melalui sosok Kyai Said. Dituduh syiah hanya krn Kyai Said berkunjung ke Iran dan menjalin kerjasama utk memperkuat persatuan melawan musuh Islam di timur tengah dan memperkuat kerja sama dalam hal positif lainnya, salahkah? Bukankah Habib Riziq jg pernah berkunjung ke Iran dan bertemu dgn ulama syiah? Bukankah ulama dunia sprt Habib Umar menjalin hubungan dgn Iran dan ulama syiah dalam rangka menggalang persatuan?
Tp bukan Wahhabi kl tdk alergi dgn persatuan Sunni dan syiah. Krn sejatinya Wahhabi memang diciptakan agar Sunni dan syiah jgn sampe bersatu krn jika sampai bersatu maka habislah kepentingan Amerika di dunia Islam terutama di timur tengah yg mereka jajah ekonominya.
Sadarlah kalian dari pengaruh kaum SAWAH, krn Kyai Hasyim Asy’ari sdh memperingatkan kita agar menjauhi akidah Wahhabi sprt menjauhi penyakit Judam (menular).

Komentar
Posting Komentar