Lebah Madu yang Ahli dalam Bidang Matematika


Tahukah sahabatku,bahwa lebah madu tidak hanya terkenal sebagai hewan kecil yang menghasilkan madu,tapi juga masyhur sebagai makhluk hidup yang "jenius" ?

Sebagai hewan kelas Insecta (serangga),lebah madu hidup berkoloni dalam sarang yang mereka bangun sendiri dengan sangat telitinya.Dalam setiap sarang terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal (segi enam) yang dibuat untuk menyimpan madu.

Tapi,pernahkah kita berpikir mengapa lebah madu membuat kantung-kantung tersebut berbentuk heksagonal? Nah,para ahli matematika pun mencari jawaban atas pertanyaan ini.Ternyata,setelah melakukan perhitungan yang panjang,mereka menemukan jawaban yang sangat menarik.Yakni,bahwa cara terbaik membangun gudang penyimpanan dengan kapasitas terbesar dan menggunakan bahan bangunan sesedikit mungkin adalah dengan membuat dinding berbentuk heksagonal.Sebab,menurut para ahli matematika,bila lebah-lebah itu membangun dengan kantung-kantung penyimpanan dalam bentuk silinder atau prisma segitiga,maka akan terbentuk celah kosong diantara kantung satu dengan lainnya.Lebih dari itu,akan lebih sedikit madu yang tersimpan di dalamnya.Kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja di buat tanpa meninggalkan celah kosong,tapi para ahli matematika menyadari satu hal terpenting.Dari semua bentuk geometris tersebut,yang memiliki keliling paling kecil adalah heksagonal.Karena alasan inilah,walaupun bentuk-bentuk tersebut menutupi luasan area yang sama,material yang diperlukan untuk membangun bentuk heksagonal lebih sedikit dibandingkan dengan persegi atau segitiga.

Kecerdasan yang dimiliki oleh lebah madu ini merupakan salah satu bukti kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya.Dan sungguh tidak masuk akal jika kecerdasan yang dimiliki oleh lebah ini muncul secara kebetulan dan berkembang dengan sendirinya sebagaimana sangkaan sesat para penganut teori evolusi.Dan juga kecerdasan ini merupakan ilham dari Allah Swt,sebagaimana firman-Nya:

"Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah,"Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit,di pohon-pohon kayu,dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia.Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu" " (QS.An Nahl ayat 68-69).

Sumber: Buku "Makhluk-Makhluk Yang Mengagumkan" Karya Prof.Dr.Harun Yahya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Shalawat Badawiyah Kubro (An-Nurooniyah) dan Fadhilahnya

Sanad Keilmuan KH. Hasyim Asy'ari (Pendiri NU), Abu Hasan Al-Asy'ari hingga Rasulullah

Terjemah Kitab Alala dalam Bahasa Jawa dan Indonesia